Mencintai Seorang Bodyguard

Mencintai Seorang Bodyguard
Kejutan Untuk Kamila


__ADS_3

"Bagaimana Ken, semua sudah siap?" tanya Aldy pada Ken yang sedang merapikan beberapa surat di tangannya.


"Sudah, Tuan, kita akan berangkat setengah jam lagi. Apa ada yang Anda dan Ibu inginkan?" tanya Ken sopan dan penuh senyuman. Wajah dingin dan tatapan tajamnya tidak pernah ia tampakkan lagi, hanya senyuman dan terus senyuman yang terlihat.


"Ibu tidak menginginkan apa-apa lagi, Ibu hanya ingin melihat wajah adik kalian secepatnya," jawab Ibu dengan wajah yang penuh harap. Rasanya ia ingin pulang secepatnya dan mendekap putri kecil itu ke dalam pelukannya.


"Ibu yang sabar, Ibu pasti akan di buat kaget ketika melihat tubuhnya nanti. Dia sudah tumbuh besar sekarang, bukan putri kecil lagi yang bisa Ibu gendong kemana-mana," ucap Ken dengan penuh senyuman manis di bibirnya.


Aldy tersenyum sekilas lalu kembali fokus pada laporan perusahaan yang sudah masuk ke dalam Emailnya.


Sementara di Indonesia sana, di sebuah rumah megah dan mewah yang sudah dihias seindah dan senyaman mungkin.


"Kak Ila, aku sangat merindukan Kakak." Nathalia berlari ke arah Kamila lalu menghamburkan pelukan hangat dan eratnya, membuat Kamila sesak nafas karena ulahnya.


"Aku juga merindukanmu, Nona Kecil." Kamila mencubit pipi Nathalia gemas.


"Tumben ke sini, sama siapa?" tanya Kamila. Ia celingak-celinguk mencari Ken tapi nihil dia tidak melihat Pria itu dan juga Kakaknya sejak kemarin. Kamila mulai berpikir Aldy dan Ken akan memberikan kejutan besar padanya nanti.


"Sebenarnya ada acara apa, Nak?" tanya Mama yang tiba-tiba muncul dari ruang tengah.


"Tante, Tante di sini juga. Kak Aldy dan Kak Ken mana?" Kamila bertanya balik dengan mata yang berbinar terang, berharap akan mendapat jawaban yang memuaskan dari sang Tante.


"Aldy dan Ken, Tante tidak pernah melihat keduanya," jawabnya jujur.


"Lalu, dimana mereka sekarang. Dan sebenarnya siapa tamu spesial yang akan datang kemari." Pertanyaan itu terus berputar menghantui pikiran Kamila.


"Entahlah, Kak, kami juga tidak tau. Kemarin Kak Ken yang menelpon dan meminta kami untuk datang ke sini," jawab Nathalia.


Jessica hanya tersenyum tipis, dia sengaja membiarkan rasa penasaran itu menggerogoti pikiran Kamila.


Semua orang berkumpul di ruangan keluarga, tidak terkecuali Jessica dan juga sang Kepala Pelayan. Keduanya terus berada di sisi Kamila, sedangkan pelayan yang lain sibuk dengan tugas mereka masing-masing.


Waktu sudah menunjukkan pukul 10:35.


Sesuai perkiraan, Aldy dan yang lain akan sampai tepat jam 11:00 nanti.

__ADS_1


"Semoga berjalan sesuai dengan keinginan Tuan Muda," ucap kepala pelayan dengan penuh senyuman.


"Aku juga berharap seperti itu, Mbak." Jessica melirik ke arah jam tangannya, waktu terasa berjalan begitu lambat baginya. "Lima belas menit lagi," ucapnya.


Jessica memperhatikan dua gadis manis yang sedang fokus pada Drama Korea mereka, Kamila dan Nathalia sudah melupakan pertanyaan yang menghantui otak mereka sejak tadi.


"Nona, Tuan Muda akan pulang," ucap kepala pelayan dengan senyuman yang terus mengembang.


"Apa aku harus menyambut kedatangannya?" Kamila menatap Jessica dan kepala pelayan itu secara bergantian.


"Hmmm, ayolah Kak, siapa tau Kak Aldy dan Kak Ken membawa oleh-oleh untuk kita," ucap Nathalia antusias, matanya berbinar terang ketika membayangkan Kakak tersayangnya akan memberikan oleh-oleh atau sejenisnya.


"Memang Kak Aldy dan Kak Ken sudah pergi liburan, sehingga pulangnya akan membawa oleh-oleh?" Kamila masih enggan untuk meninggalkan Drama kesayangannya.


"Kamila...Tata...." Kini Mama yang mulai mengangkat suara. "Cepat keluar, Kakak kalian akan sampai beberapa menit lagi," sambungnya.


Kamila dan Nathalia dengan berat mematikan laptop lalu beranjak keluar menuju halaman rumah utama.


Para pelayan sudah berjejer rapi, wajah mereka dihiasi oleh senyum yang begitu indah. Membuat siapapun yang melihat senyuman itu akan merasa tenang, hal itulah yang dirasakan Kamila sekarang. Hatinya merasa begitu tenang ketika melihat senyuman yang terus mengembang di wajah para pelayan dan juga di wajah Jessica.


"Mungkin calon istri Kak Aldy," jawabnya asal. "Tidak mungkin!" bantah Kamila.


"Jika benar yang akan datang calon istri Kak Aldy, aku tidak setuju. Kak Aldy itu diciptakan hanya untuk kak Jess, bukan untuk yang lain," ucap Kamila penuh penekan.


"Aku kan hanya menduga-duga, Kak, kenapa semarah dan sekesal itu, sih." Nathalia melipat tangannya di dada, ia memasang wajah cemberut lalu membelakangi Kamila.


"Hehehe...jangan ngambek dong. Kak Ila tidak bermaksud begitu." Kamila menarik badan Nathalia agar gadis itu berhenti membelakanginya lagi.


Keduanya masih sibuk menebak-nebak siapa sang tamu spesial yang akan datang ke rumah ini. Mereka mulai terdiam ketika sebuah mobil berwarna hitam mewah sudah terparkir di halaman rumah utama.


Beberapa detik kemudian Ken keluar dari dalam mobil lalu disusul oleh Aldy, para pelayan saling menatap satu sama lain. Mereka berharap Tuan Mudanya benar-benar membawa Nyonya besar mereka kembali.


Aldy berjalan memutari mobil lalu membuka pintu mobil untuk orang yang sangat berharga di hidupnya itu.


"Nyonya besar," gumam para pelayan ketika melihat siapa yang keluar dari dalam mobil. Senyum di wajah mereka semakin mengembang dan terus mengembang.

__ADS_1


"I...ibu." Air mata bahagia mengalir di pipi Kamila, ia berlari ke arah wanita paruh baya itu lalu memeluknya erat.


"Ini benar Ibu, 'kan." Ia menatap Aldy dan Ken meminta jawaban, keduanya hanya mengangguk lalu tersenyum lebar.


"Ibu...Ila sangat merindukan Ibu," ucapnya disela-sela isak tangisnya.


"Sayang, Ibu juga merindukanmu, Nak." Ibu terus mengelus kepala putrinya itu dengan lembut, rasa rindu yang selama ini ia pendam akhirnya terobati juga.


Cukup lama keduanya melepaskan rindu, "Khemm." Aldy berdehem menyadarkan Ibu dan adiknya.


"Kenapa menyembunyikan kabar ini dariku, dari semua orang yang ada di sini hanya akulah yang tidak tau siapa yang akan ku sambut," protes Kamila.


"Ini kejutan untukmu." Aldy meraih tubuh Kamila lalu mendekapnya dalam pelukannya. "Maafkan Kakak, Kakak tidak bermaksud menyembunyikannya darimu." Kini satu kecupan di kening pun mendarat.


Tanpa sadar Jessica dan yang lain terus meneteskan air mata bahagia mereka. Melihat kebahagiaan ini saja sudah lebih dari cukup bagi Jessica, walau tidak mengenal Keluarga Pranata begitu dalam, tapi ia benar-benar merasakan kehangatan di tengah-tengah mereka sekarang.


Nathalia dan Mamanya mendekat ke arah Ibu, menatap wajah yang sangat mereka rindukan itu.


"Tata." Ibu menatap wajah Nathalia dalam, sesekali ia beralih menatap Putrinya Kamila. Dulu kedua gadis inilah yang menjadi penghibur di kala sepi dan sekarang ia melihat keduanya sudah tumbuh besar.


Suasana saat itu begitu haru, terdengar isak tangis bahagia dari para pelayan yang sudah mengabdi begitu lama di rumah mewah ini. Dan terdengar juga isak tangis dari Jessica, kali ini wanita itu menangis bukan karena bahagia. Akan tetapi karena bayangan Ibunya yang tiba-tiba menghantui pikirannya.


Aldy menatap Jessica, ia mengerti apa yang sedang wanita itu rasakan sekarang. Ingin rasanya ia mendekap dan menenangkan Jessica, sayangnya situasi dan kondisi tidak pernah berpihak padanya.


-----


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Kakak" yang Cantik dan Tampan.


Minal Aidin Wal Faidzin ya๐Ÿ˜Š


Mohon maaf lahir dan batin ya๐Ÿ˜Š


Selamat hari raya idul fitri๐Ÿ˜Š


~1 Syawal 1441 H๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2