
Di dalam mobil sport berwarna merah. Jack fokus dengan jalanan di depannya, sesekali ia melirik ke arah gadis yang duduk di sampingnya itu. Gadis itu sibuk dengan Hp di tangannya, ia sedang memeriksa beberapa pesan WhatsApp yang baru masuk dari Elis dan juga yang lainnya.
"Jack," panggilannya setelah selesai dengan Hpnya. Jack melirik, "Iya, ada apa?"
"Hehehe, maaf." Kamila memiringkan tubuhnya menghadap Jack.
"Untuk apa?"tanya Jack sambil berusaha fokus.
"Lihatlah dua orang yang sedang membuntuti kita, kau tidak melihat mereka dari tadi?"
"Hahaha, aku melihatnya, Manis. Kenapa harus meminta maaf, kau tidak salah, Kak Aldy tidak salah. Wajarlah jika dia mengirim Bodyguard untuk memastikan keamananmu, kan?" Jack kembali melirik lalu tersenyum manis.
Kamila memasukkan Hp ke dalam tas kecilnya, ia menatap wajah tampan milik Jack yang sedang fokus itu. Kamila terus menatap wajah itu, sampai si pemilik wajah merasa tidak nyaman karena tatapannya.
"Sudahlah, sekarang masuk dan istirahat. Kau harus kuliah, kan, besok?" Jack mematikan mobil yang sudah terparkir di halaman rumah utama. Ia keluar lalu membukakan pintu untuk Nona Manisnya.
"Hahahaha, terima kasih, Jack." Kamila berjalan masuk ke dalam rumah utama, ia membalik tubuhnya lalu melambaikan tangan pada Jack yang baru saja masuk ke dalam mobil sport itu. " Hati-hati di jalan, Jack."
Jack tersenyum lalu menyalakan mobil dan keluar dari rumah megah dan mewah itu.
Kamila menaiki anak tangga dengan bersenandung ria, gadis itu menatap ke arah kamar Ibu. Hampir saja ia lupa kalau wanita paruh baya itu sudah kembali dan berada ditengah-tengahnya dan Aldy.
Tok...tok...
"Ibu," panggil Kamila dari balik pintu kamar berwarna putih itu. Pintu terbuka dan menampakkan wanita paruh baya yang sudah lengkap dengan baju tidurnya.
"Kau sudah pulang, kakakmu mana?" tanya Ibu sambil menutup pintu kamar lalu mengajak Kamila menuju kamarnya yang terletak tepat di samping kamar Ibu.
"Kakak masih di jalan, Bu. Mungkin sepuluh menit lagi sampai," jawab Kamila sambil membuka pintu kamar.
"Kamu istirahat, ya. Besok kuliah," ucap Ibu mengingatkan putri tersayangnya itu, ia membelai lembut kepala Kamila lalu berjalan kembali ke kamarnya.
Kamila menatap punggung Ibu yang hendak masuk ke dalam kamar, "Sabar, ya, Bu. Sebentar lagi rumah ini akan ramai dengan tawa dan canda dari cucu-cucu Ibu."
Kamila masuk, ia melepas tas kecilnya lalu berjalan menuju kamar mandi, membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Ia berbaring di atas kasur empuk itu, menatap langit-langit kamar yang di penuhi oleh bintang-bintang kecil yang menyala-nyala di sana.
__ADS_1
"Kak Aldy, Kak Jess, aku harap takdir akan menyatukan kalian untuk selamanya. Sebagai pasangan yang melengkapi satu sama lainnya." Kamila memejamkan mata, mencoba untuk tidur dan bertualang dengan dunia mimpinya.
15 menit kemudian, motor Aldy terparkir rapi di halaman utama, seorang Satpam berjalan ke arah Aldy, ia menangkap kunci motor lalu memasukan motor itu kembali ke dalam Garansi.
Aldy membuka pintu utama, terlihat rumah itu sudah sepi, pintu kamar Ibu dan Kamila sudah tertutup dan terkunci rapat.
"Tuan Muda sudah pulang," ucap seorang pelayan sambil meraih sepatu yang baru saja Aldy lepas. "Biarkan saja, Mbak. Aku akan memakainya lagi besok," ucap Aldy.
"Baiklah, Tuan Muda." Pelayan itu menundukkan kepalanya hormat lalu pamit untuk menyelesaikan tugasnya di dapur utama.
Aldy menaiki tangga, ia menatap jaket yang masih menempel di tubuhnya lalu tersenyum. "Aku harap jawabanmu tidak akan mengecewakanku." Ia terus tersenyum ketika bayangan Jessica memenuhi pikiran. Jatuh cinta pada Jessica adalah hal yang paling indah dan berat yang Aldy alami. Ia harus berjuang untuk mendapatkan hati Edelweiss-nya itu.
"Aku hampir saja kehilangan setengah dari otakku karena jatuh cinta padamu, Edelweissku." Aldy menetap sebuah lukisan yang menampakkan seorang wanita dengan rambut terikat rapi dan senyum tipis di bibirnya. Lukisan itu sudah lama terpajang di kamar Aldy, jauh sebelum wanita itu mengundurkan diri dan pergi meninggalkannya.
Aldy melepas jaket Levis hitam tebal itu, menggantungnya di balik pintu kamar.
"Bahkan jaketmu saja bisa membuatku tergila-gila seperti ini," ucap si Tuan Bucin yang baru saja jatuh cinta itu. Ia berjalan lalu berbaring terlentang di atas kasur, menatap langit-langit kamar yang putih bersih itu.
"Selamat malam, Edelweiss. Semoga mimpi indah," gumam Aldy lalu terlelap dalam tidur dan mimpi indahnya.
Sinar mentari menerobos masuk melalui celah-celah jendela kamar Kamila, gadis itu masih tertidur sedang matahari sudah terbit dan bersinar sejak tadi.
Tok...tok...
"Nona, Tuan dan Nyonya Besar sudah menunggu di meja makan," ucap Kepala pelayan yang berdiri di depan pintu kamar Kamila.
Kamila membuka matanya karena silau oleh sinar matahari yang menerobos masuk ke dalam ruangan berwarna pink itu. Ia menatap jam dinding lalu berlari menuju kamar mandi.
"Matilah aku, Kakak dan Ibu pasti akan menjewer dan mengejek hari ini." Kamila mandi dengan kecepatan halilintar, kurang dari sepuluh menit ia sudah siap dengan baju dan juga tasnya. Gadis itu berjalan dengan cepat, menuruni anak tangga sambil tersenyum malu.
"Hmmm, sampai kapan kau akan kesiangan terus, hah?" Aldy menatap adiknya tidak percaya, sejak kepergian Jessica, gadis manja itu selalu bangun siang, makan dan istirahatnya pun tidak teratur.
"Hehehe, aku janji, besok tidak akan kesiangan lagi," ucap Kamila lalu meneguk segelas susu coklat. "Aku duluan, Kak," sambungnya. Ia berjalan mendekati kursi Ibu, mencium kening dan pipi wanita paruh baya itu.
"Lihatlah, kelakuan putri kecil Ibu," sindir Aldy. Pria itu memasukkan potongan roti terakhir ke dalam mulutnya lalu minum dan membersihkan mulutnya dengan selembar tisu.
__ADS_1
"Dia adikmu juga, berarti putri kecilmu juga." Ibu tersenyum menatap wajah putranya yang terlihat bahagia hari ini.
"Bagaimana, kapan Jessica akan kembali?" tanyanya dengan mata berbinar penuh harap.
"Ibu."
"Jika takdir berkata kembali, maka dia akan kembali lagi untuk kita, begitu pula sebaliknya." Aldy merapikan jasnya, ia mengecup pipi kiri malaikat tanpa sayapnya itu. "Aldy berangkat," ucapnya lalu keluar dari ruang makan.
Ibu menatap punggung Aldy, "Ibu harap takdir akan menyatukan kalian, menjadi pasangan yang saling mencintai dan mengasihi satu sama lain," gumamnya.
Aldy membuka pintu utama, ia bisa melihat Ken yang sudah siap dengan mobil di halaman rumah utama. "Selamat pagi," ucapnya pada Ken. Ken mengerutkan dahinya, "Tumben, pagi juga," jawabnya lalu masuk ke dalam mobil, menyusul Aldy yang sudah masuk terlebih dahulu.
"Bagaimana?" tanya Ken ketika mobil sudah melaju keluar dari halaman rumah utama. Aldy diam, terlihat ia mengambil nafas panjang lalu membuangnya secara kasar lewat mulutnya.
"Seperti yang kau tau, Ken. Dia Edelweiss, aku harus naik gunung terlebih dahulu baru bisa melihat Edelweiss yang asli. Belum sampai di situ saja. Aku sudah bisa melihatnya namun tidak bisa memetik dan menikmati keindahannya begitu saja," jawab Aldy sambil tersenyum tipis.
"Hahahaha, selamat berjuang." Ken tertawa kecil lalu kembali memasang wajah dinginnya setelah mendapat pukulan ringan dari Aldy.
"Aku harap jawabannya tidak akan membuatmu kecewa." Ken menatap lampu lalu lintas yang sudah berubah warna itu, ia beralih menatap wajah Aldy dari kaca mobil.
"Apa dia memiliki rasa yang sama denganku?" Aldy menyadarkan kepalanya, ia memejamkan mata, membayangkan senyum tipis yang selalu menghiasi wajah Jessica.
"Menurutku, dia juga mencintaimu. Tapi dia masih belum menemukan waktu yang tepat untuk menjawab perasaanmu," jawab Ken. Pria itu kembali fokus karena lampu merah sudah berganti warna.
Aldy tidak menjawab apapun, ia meraih Hpnya lalu menghubungi seseorang, minta orang itu memastikan keamanan Jessica saat berada di perlombaan. Aldy benar-benar sudah terlihat gila, emosinya kadang turun dan naik, semua itu berawal sejak Jessica mengundurkan diri dan menjauh darinya.
Bersambung...
♡♡♡♡♡♡
Semoga suka♥
Salam manis dari author ingusan😄
Terima kasih banyak karena sudah memberikan dukungan pada author ingusan. Khusus pada Zaffa dan Kak Oktafiana😘 Makasih udah dukung Icha dari awal sampai sekarang♥
__ADS_1