
Masih pagi-pagi sekali di halaman rumah utama sudah terdengar berdebatan keras antara Jessica dan Ken. Keduanya memang tidak pernah akur, sudah seperti Tom and Jerry, selalu berdebat karena masalah sepele.
"Kau yang memulai duluan!" Jessica menatap mata Ken tajam.
"Aku hanya menyapa, salahnya dimana?" sanggah Ken, ia merasa tidak ada yang salah dengan sapaanya.
"Sudah ku bilang! Jangan panggil aku dengan panggilan itu. Aku tidak suka!" Kini tangan Jessica sudah mulai menempel di pundak Ken, memberikan sedikit tepukan di sana.
"Au..." Ken mulai meringis. Walau terlihat seperti tepukan ringan tapi itu benar-benar menyakitkan.
"Lain kali jangan memanggilku seperti itu, gila!" Jessica masih menatap Ken penuh kekesalan. Masih pagi seperti ini dia sudah mengeluarkan tenaganya hanya untuk berdebat dengan pria gila di hadapannya ini.
"Kenapa, kau tak suka? Bukankah kau memang SERIGALA BETINA YANG TAK TAU BELAS KASIH." Ternyata Ken belum mengalah juga. Ia masih punya sedikit tenaga untuk beradu mulut dengan Jessica, namun jika ingin beradu otot sepagi ini rasa tidak mungkin. Karena Ken belum mengisi perutnya dengan apapun kecuali susu hangat yang ia minum di apartemennya tadi.
Plakk...
Satu pukulan ringan mengenai bibir Ken, laki-laki itu hanya tersenyum walau ia merasakan sakit yang menjalar di area bibirnya.
"Mau tambah lagi, atau mau yang lebih keras. Jika mau, jangan sungkan-sungkan untuk memberi tahuku." Jessica berpindah tempat, jika ia masih di sana mungkin berdebatan ini tidak akan selesai sampai Aldy dan Kamila keluar dari rumah utama.
"Dasar Serigala Gila!" gumam Ken. Ia menyentuh bibirnya yang masih terasa sakit. "Padahal hanya pukulan ringan, kenapa sesakit ini?".
"Apa! Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Jessica dengan tatapan yang begitu tajam seperti pedang. Membuat mata yang ia tatap terasa pedih dan perih.
"Dasar Serigala Gila. Wanita yang tidak punya belas kasih, hobi memukul orang lain." Ken membalas tatapan Jessica tidak kalah tajamnya. Sesekali ia mengalihkan pandangannya karena rasa pedih dan perih menyerang matanya.
Sial!
Matanya terbuat dari apa?
Kenapa tatapannya setajam itu. Ken
__ADS_1
Walau jarak mereka sudah lumayan jauh, tapi mereka masih saling membalas melalui tatapan mereka masing-masing. Jessica yang sudah terbakar api kekesalan terus menatap Ken tajam. Ingin rasanya ia memotong tubuh Ken menjadi beberapa bagian lalu bagian-bagian itu ia berikan kepada Harimau yang sedang lapar.
"Kenapa menatapku seperti itu? Apa kau terpesona dengan ketampananku?" Ken mengakhiri kalimatnya dengan sedikit senyuman menggoda.
"Wek...kau bilang dirimu tampan? Tampan dari mananya?" Jessica ingin muntah ketika mendengar ucapan Ken tadi. Perutnya terasa begitu geli dan ingin mengeluarkan semua isinya.
"Aku memang tampan. Tapi sayang kau bukan serelaku." Lagi-lagi Ken berhasil memancing amarah wanita yang sudah berdiri tidak jauh darinya.
"Ya Tuhan...apa boleh aku membunuh seseorang sepagi ini?" ucap Jessica geram. Ia mulai mendekat ke arah Ken.
Menempelkan tangannya di bahu pria itu.
"Hehehe...ku akui kau memang tampan Tuan Ken, tapi jauh lebih tampan jika ada sedikit saus tomat di bibir seksimu itu." Jessica benar-benar sudah lepas kendali menghadapi sikap Ken yang gila ini. Ia sudah menyiapkan tenaganya untuk memberi sedikit pelajaran berharga pada Ken.
Ken segera melarikan diri sebelum bibirnya benar-benar mengeluarkan saus tomat sepagi ini.
"Wek...muka pas-pasan kaya gitu di bilang tampan. Tampan dari mana coba, hahahaha tampan jika di lihat dari sedotan." Jessica berjalan ke arah mobil, lalu melirik jam tangannya.
"Huh, ini semua gara-gara si Gila itu. Jika ia tak memancingku tadi, mana mungkin aku akan mengeluarkan tenaga untuk berdebat dengannya sepagi ini." Jessica menatap Ken yang sedang duduk santai di taman. Pria itu terlihat tidak bersalah sama sekali, dengan santainya ia memainkan Hpnya sambil menikmati panas sinar mentari pagi.
"Tuan Ken, Nyonya besar memanggil Anda," ucap seorang pelayan yang baru saja keluar dari rumah utama.
Ken tidak menjawab, ia berjalan melewati Jessica hendak masuk ke dalam rumah utama.
"Au..." Tapi tidak semudah yang ia pikirkan untuk melewati Serigala yang sedang terbakar api kekesalan. Jessica memalangkan kakinya membuat kaki Ken tersandung. Laki-laki itu hampir saja terjatuh, namun ia dapat menyeimbangkan tubuhnya.
"Dasar Serigala Pendendam." Ken menatap Jessica sekilas lalu berlari menjauh dari hadapan wanita itu.
"Huh, laki-laki pengecut," ledek Jessica. Ia berjalan menuju mobil lalu menyalakannya karena beberapa menit lagi sudah waktunya untuk Kamila berangkat menuju jampus.
"Kak Jess," sapa Kamila penuh senyuman. Dan dibalas dengan senyuman yang tidak kalah manisnya dengan senyuman milik Kamila.
__ADS_1
"Dasar Serigala Aneh," ucap Ken. Ia menatap Jessica seolah-olah menantang Jessica untuk bicara.
"Awas kau, ya." Begitulah arti tatapan Jessica pada Ken.
Aldy dan Kamila hanya menggelengkan kepala, mereka ingin tertawa tapi memilih diam saja dan menikmati berdebat sengit diantara keduanya.
"Sudahlah Ken, sampai kapan kau akan menggodanya," ucap Aldy yang sudah mulai dihantui rasa cemburu ketika melihat keduanya.
"Maaf, Tuan. Mari berangkat." Kini Ken sudah kembali pada wujud aslinya, kegilaannya sudah menghilang. Ia sudah kembali pada servis utama, yaitu sekretaris dingin dengan tatapan mematikannya.
"Huh...kau sendiri tidak kalah anehnya," gumam Jessica ketika melihat perubahan Ken yang begitu cepat.
Wajahnya sudah kembali kaku, tidak ada senyum sedikit pun. Bahkan matanya begitu tajam walau hanya menatap dengan biasa.
Mobil Ken dan Aldy sudah melaju keluar dari halaman rumah utama di ikuti oleh mobil Jessica dan Kamila.
Di sudut lain, Ibu hanya tersenyum ketika melihat perdebatan konyol antara Ken dan Jessica. Ia juga sempat melihat raut wajah cemburu putranya tadi.
"Kita lihat, sejauh apa kau akan memperjuangkan perasaanmu pada Jessica," ucap Ibu lalu menutup jendela kecil yang langsung mengarah ke halaman rumah utama.
-----
Hallo semua๐
Siapa nih yang udah kangen sama Bang Jack?๐ Sabar ya, episode selanjutnya akan ada Bang Jack kok๐.
Selamat malam semua...
Author ngetiknya di waktu malam, jadi selamat malam, ya๐
Salam manis dari Author ingusan๐๐
__ADS_1