
Semua pelayan di rumah utama terlihat sangat sibuk, ada beberapa orang yang menyapu dan mengepel di setiap ruangannya. Dan ada beberapa orang lagi yang sibuk merapikan sebuah kamar mewah dan nyaman, mereka yang merapikan disana bukanlah orang sembarangan. Hanya orang-orang terpercaya saja yang diizinkan masuk ke dalam kamar sang Nyonya besar.
"Mbak, aku jemput Kamila dulu, ya," pamit Jessica pada kepala pelayan.
"Hati-hati, Jess," jawabnya dengan senyuman yang terus mengembangkan sejak tadi.
Jessica berjalan keluar dari rumah utama, masuk ke dalam mobil berwarna hitam yang sudah terparkir di halaman rumah.
Kini mobil melaju ke arah kampus, sekilas Jessica tersenyum ketika membayangkan kebahagiaan yang akan dirasakan keluarga Pranata nantinya. Ia juga tidak lupa untuk bersyukur kepada Sang Pencipta karena sudah memberikan anugrah yang begitu indah ini padanya dan juga pada Keluarga Pranata. Walau tidak mengenal secara persis sang Nyonya besar, Jessica dapat merasakan kehangatan ketika melihat beberapa fotonya di ruang keluarga tadi.
Tidak terasa mobil sudah masuk ke dalam area parkiran kampus. Jessica menunggu seperti biasa, cukup lama Kamila belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Hallo, kau dimana?" Karena sudah menunggu cukup lama, Jessica akhirnya memutuskan untuk menghubungi Kamila.
"Aku masih di dalam, Kak, ada beberapa hal yang harus aku selesaikan. Kak Jess tunggu sebentar, ya," jawabnya lalu mengakhiri panggilan.
Jessica merasa ada yang aneh, namun ia tetap percaya pada Kamila. Dia yakin Gadis Manja itu bisa menjaga kepercayaannya.
15 menit kemudian. "Maaf, ya, Kak Jess, sudah membuat Kakak menunggu lama," ucap Kamila lalu masuk ke dalam mobil.
"Tidak apa-apa," jawab Jessica penuh senyuman.
"Kita mampir ke Kafe dulu, ya, Kak, aku sangat lapar," pintanya. Ia menggosok-gosok perutnya mengisyaratkan ia sangat lapar.
"Baiklah," jawab Jessica singkat.
Jessica melajukan mobil keluar dari area kampus, tidak butuh waktu lama kini mobil itu sudah terparkir di depan Kafe.
"Kak Jess mau pesan apa?" tanya Kamila sambil memperbaiki duduknya.
"Kak Jess pesen jus aja, kamu makan sendiri, ya," jawab Jessica dengan senyum manis di bibirnya.
"Okey, Kak."
__ADS_1
Makanan sudah terhidang di hadapan Kamila, ia makan dengan lahap karena perutnya sudah memberonta meminta makan sejak tadi.
"Pelan-pelan, nanti keselek," ucap Jessica penuh perhatian. Kamila hanya tersenyum lalu memperlambat suapannya.
Kamila berhenti setelah meresakan perutnya sudah mulai kenyang.
"Hmmm, Kak Jess," panggil Kamila ragu. Ia mencoba menenangkan dirinya terlebih dahulu.
"Kenapa?" Jessica menatap mata coklat milik Kamila.
"Apa Kak Jess tidak merindukan orang tua Kak Jess." Kamila menggigit bibirnya, ia takut pertanyaan akan menyakiti hati sang Serigala Betina itu.
Kamila memang tidak mengetahui informasi pribadi tentang Jessica. Ia hanya mengetahui bahwa Ken-lah yang telah memilih wanita itu untuk menjaga dan melindunginya.
Terdengar Jessica menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan itu. "Ibu dan Ayah Kak Jess sudah meninggal, waktu itu usia Kak Jess baru 15 tahun, tepatnya lagi ketika Kak Jess masih duduk di bangku SMP." Jessica mencoba menarik ujung bibirnya agar membuahkan sebuah senyum dan dia berhasil mengukir senyum manis walau ada rasa sakit di hatinya.
"Maaf, Kak Jess, aku tidak bermaksud." Kamila meraih tangan Jessica dan menggenggamnya erat.
"Sudahlah, cepat atau lambat kau pasti akan mengetahui semua informasi tentang Kak Jess," ucap Jessica penuh kehangatan dan senyuman.
"Mama...Ma." Nathalia terus berteriak memanggil Mamanya sambil memegang sebuah Hp di tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang segelas jus jeruk.
"Kenapa teriak, sayang?" tanya Mama yang baru keluar dari dapur.
"Kak Ken tadi menelpon, meminta kita agar datang ke rumah Kak Aldy besok, katanya ada acara penting," jelas Tata dengan nafas yang mengebu-gebu.
"Acara apa? Ulang tahun Kamila dan Aldy bukan di bulan ini,'kan?" tanya Mama bingung.
"Tata juga nggak tau Ma. Kak Ken tidak menyebutkan acara apa. Tapi katanya ini acara penting, jadi berpakaiannya juga harus rapi dan tidak berlebihan," ucap Tata.
"Baiklah, besok kita akan datang bersama Papa juga." Mama berjalan menuju ruang kerja suaminya, memberi tahu agar suaminya tidak bepergian kemana-mana besok.
Papa Ken hanya menanggapi dengan senyuman, lalu kembali fokus membaca beberapa laporan keuangan perusahaan.
__ADS_1
_____
Kamila keluar dari dalam mobil dengan wajah yang terlihat sedih, ia merasa bersalah karena telah membuka luka lama Jessica.
"Jangan bersedih lagi, Kak Jess sungguh tidak apa-apa." Jessica menyadari raut wajah Kamila, ia mengelus pundak gadis itu dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Maaf, Kak Jess, aku tidak bermaksud." Kamila terus meminta maaf pada Jessica. "Sudahlah, Kamila, sekarang masuk dan bersihkan dirimu lalu istirahat." Jessica menarik tangan Kamila agar ia masuk ke dalam rumah utama.
Kamila menatap setiap sudut rumah, ia merasakan ada hawa yang berbeda dari wajah para pelayan. "Ada acara apa?" tanya Kamila pada seorang pelayan yang berdiri tidak jauh darinya.
"Hmmm..." Pelayan itu menatap Jessica, mencoba mencari jawaban atas pertanyaan Kamila.
"Tuan Aldy yang memerintahkan agar rumah di bersihkan dan rias seindah mungkin, karena kita akan kedatangan tamu spesial besok," jawab Kepala pelayan yang berdiri di samping Jessica.
"Hmmm, siapa yang akan datang sampai harus dipersiapkan seperti ini." Kamila benar-benar tidak menyadari orang-orang yang sedang berkumpul dan membersihkan kamar Sang Ibu. Ia berjalan menaiki tangga menuju Kamarnya tanpa rasa curiga sedikit pun.
"Kenapa Tuan Muda menyembunyikan kebahagiaan dari Nona?" tanya Kepala pelayan itu pada Jessica setelah memastikan Kamila sudah masuk ke dalam kamarnya.
"Aku juga tidak tau, tapi ia menyuruh menjawab dia sedang ada urusan penting jika Kamila menanyakan keberadaannya," jawab Jessica. Ia memegang sebuah sapu lalu berjalan menuju dapur hendak membersihkannya. Namun para pelayan melarang dan menyuruh untuk beristirahat saja.
"Hmmm, baiklah aku akan beristirahat, tapi nanti malam jangan larang aku untuk membantu kalian di dapur belakang," ucap Jessica lalu berjalan keluar dari ruang utama.
Para pelayan hanya mengangguk, lalu menatap satu sama lain. Mereka benar-benar kewalahan menghadapi sikap keras kepala Jessica.
_____
Hai Kakak-kakak yang Cantik dan Tampan😊
Gimana kabarnya nih, bentar lagi Hari Raya Idul Fitri. Author minta maaf ya, mungkin selama ini ada kata-kata Author yang tidak enak di baca baik di kolom komentar atau di grup Chat.
Minal Aidin Wal Faidzin Ya😊😍
Salam manis dari Author😊😙
__ADS_1
Icha Annisa Amanda😊
#ZaryfaShakaAyunda😉