Mencintai Seorang Bodyguard

Mencintai Seorang Bodyguard
Season 2 Arya!


__ADS_3

"Maaf, saya tidak bisa se-percaya ini pada Anda, Dok." Keisha berdiri hendak meninggalkan lawan bicaranya. Namun, pria itu menarik tangannya lalu tersenyum manis padanya.


"Duduklah, Dokter Keisha. Aku tidak akan memaksamu lagi. Kita bicarakan dengan baik-baik," ucapnya.


Keisha pun kembali duduk, ia menatap pria di hadapannya itu dengan tatapan yang begitu tajam.


"Saya akan mengganti semua biaya mobil anda. Anda jangan khawatir, saya tidak akan melarikan diri dari Anda." Keisha tersenyum kecut. Hampir setengah jam ia menemani sang pemilik mobil yang tidak sengaja ia rusak.


Pria itu bernama, Arya. Seorang Dokter baru di rumah sakit tempat Keisha bertugas. Ia dan Keisha tidak memiliki hubungan apapun. Namun, Keisha lah yang memulai semua ini. Siang tadi, Keisha tidak sengaja menendang sebuah batu. Dan batu itupun berhasil memecahkan kaca mobil Arya. Dari situlah keduanya dipertemukan seperti ini.


"Baiklah, Dok. Boleh saya minta nomor rekening Anda. Saya akan mentransfernya sekarang juga," ucap Keisha sambil menyalakan Hpnya.


"Saya tidak memaksa Dokter Keisha untuk menggantinya sekarang. Jangan jadikan beban. Anda bisa menggantinya jika anda sudah memiliki uangnya." Arya tersenyum tipis. Ia mengira Keisha tidak akan sanggup membayar kerugian yang ia alami.


"Katakan saja berapa nominalnya. Saya akan menggantinya sekarang!" Keisha mulai lelah. Rasa lelahnya dari rumah sakit bahkan belum terobati. Ditambah lagi, ia dipersulit hanya karena masalah kaca mobil.


"15 juta," jawab Arya lalu tersenyum miring pada Keisha.


"Nomor rekening anda?!" Keisha menatap Arya serius.


Arya pun menyebutkan nomor rekeningnya. Dan pria itu terus menatap Keisha sambil tersenyum tipis.


"Coba di cek. Dan mohon maaf, Dok. Saya tidak bisa berlama-lama. Hari semakin sore, saya lelah dan butuh istirahat!" Keisha bangkit lalu berjalan meninggalkan Arya.


Sementara Arya. Pria itu menatap kepergian Keisha. Ia merasa ada getaran aneh saat menatap wajah cantik namun galak milik Keisha.


Aku suka gayanya. (Arya)


☆☆☆☆☆☆☆


"Kau dengar dulu penjelasanku, Ken. Kau tidak bisa menuduhku seperti ini. Aku dan Dokter baru itu tidak memiliki hubungan apapun. Aku tidak sengaja memecahkan kaca mobilnya, dan aku sudah mengganti semuanya. Jika kau tidak percaya. Kau bisa lihat bukti transfernya padaku." Keisha menatap Ken malas. Kepalanya mulai berdenyut karena menghadapi sikap super pencemburu Ken.


"Hmmm, kau kira dia tidak akan mencari celah untuk mendekatimu! Dia akan terus mendekatimu, apalagi jika dia sudah jatuh cinta padamu!" Ken menatap mata Keisha. "Kau bisa meminta bantuanku! Kau tidak perlu menemuinya dan duduk di kafe itu dengannya, 'kan?!"

__ADS_1


"Ya, maaf, maafkan aku. Aku salah." Mengalah saja dan mengakui kesalahan. Itulah cara ampuh untuk melawan Ken.


"Laki-laki seperti dia itu sangat mudah ditebak apa tujuannya. Aku hanya khawatir denganmu. Kau harus lebih berhati-hati ke depannya. Kabari aku, apapun yang terjadi padamu." Ken luluh. Ia pun mendekati Keisha lalu mengelus kepala wanita itu lembut.


"Istirahatlah. Kau pasti sangat lelah," lanjutnya tersenyum.


"Tidak mau. Karena kau sekarang sudah datang ke apartemenku, maka artinya. Kau harus menemaniku makan malam. Aku tidak mau menerima alasan!" Keisha tertawa kecil. Ia pun masuk ke dalam dapur dan disusul oleh langkah Ken di belakangnya.


"Apa yang lakukan?" tanya Ken saat Keisha memasang celemek dan mulai mengambil alat-alat dapur.


"Memasak, memang apalagi? Kau kira aku mau menyuntik pasien?" jawab Keisha lalu tertawa kecil.


"Memang kau bisa memasak?" tanya Ken ragu.


Keisha menoleh ke arah Ken.


"Hiks, kau meragukan aku? Lihat saja nanti. Tubuh sempurnamu itu akan berubah jika menikah denganku. Kau akan kubuat gendut dan tidak ber-otot lagi." Keisha kembali fokus pada kegiatannya. Sesekali ia tersenyum ketika mengingat ucapannya tadi.


"Hahahaha, aku akan terus berolahraga agar tubuhku tidak gendut. Lagipula, setelah menikah. Olahraga seorang pria akan bertambah terutama di waktu malamnya." Ken terkekeh setelah mendapatkan tatapan tajam dari Keisha.


15 menit kemudian. Keisha membawa dua piring nasi dan juga lauk untuk Ken dan dirinya. Ia menarik kursi di sebelah Ken saat sudah meletakkan piring-piring di atas meja makan.


"Kau tidak menaruh racun, 'kan di dalamnya?" Selidik Ken. Ken mengamati hidangan di depannya lalu menatap wajah Keisha.


"Hmmm, aku sudah menaruh racun tikus di dalamnya. Makanlah," jawab Keisha sambil memutar bola matanya malas.


"Kau coba dulu. Jika kau baik-baik saja, maka aku akan ikut memakannya." Ken menyodorkan se-suap nasi dan lauk pada Keisha. Dengan terpaksa. Keisha pun membuka mulutnya, mengunyah makanan yang ia buat.


Kau tertipu. Jika begini, aku kan bisa berbagi sendok denganmu. Hahahaha (Ken)


"Baiklah, aku lapar. Jadi aku akan memakan masakanmu ini, walau rasanya tidak enak sekalipun," ucap Ken lalu menyendok makan yang berada di piring Keisha.


"Hei, kau curang!"

__ADS_1


"Tidak apa, aku ingin mencicipi makananmu. Siapa tau ini beracun."


Pintar sekali kau, ya! Ini pasti akal akalanmu saja! (Keisha)


"Ken!" Keisha berteriak pada Ken. Ia menatap air minumnya yang sudah habis disedot oleh pria itu.


"Pelit!" cibir Ken. Ia meletakkan gelas kosong itu di dekat Keisha.


"Aku tidak pelit! Aku tadi sudah membuatkan minum untukmu! Kau menolaknya! Tapi minumanku? Kenapa kau menghabiskannya!" ucap Keisha.


Keisha benar-benar tidak menerima perilaku Ken yang satu ini. Jus mangga, itu adalah minuman favorit Keisha. Tapi malangnya, belum sempat Keisha mencicipinya, Ken sudah menghabiskannya terlebih dahulu.


"Aku tidak memaafkanmu!" Keisha merapikan semua piring-piring kotor. Ia terus cemberut sambil memaki-maki Ken dengan kesal.


Ken menghentikan tangan Keisha yang sibuk mencuci piring. Ia membilas tangan itu. Menggenggamnya erat.


"Maaf, sayang. Aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku," ucapnya lalu mencium jemari Keisha.


"Jangan cemberut lagi. Aku tidak tahan melihatmu seperti itu, bisa-bisa aku melakukan hal yang tidak pantas padamu. Aku pulang, aku tidak ingin berlama-lama di dekatmu. Aku takut tidak bisa mengonsumsi nafsuku," Jelas Ken.


Keisha hanya mengangguk lalu menghantar Ken sampai depan apartemen-nya. Setelah kepergian Ken. Keisha pun kembali melanjutkan aktivitas mencuci piringnya yang tertunda.


☆☆☆☆☆☆☆


Ken berjalan mendekati mobilnya. Namun, langkahnya terhenti ketika seseorang memanggilnya.


Ken menoleh. Ia segera masuk ke dalam mobilnya setelah mengetahui siapa orang yang memanggilnya.


Ken menghubungi beberapa pengawal. Ia meminta mereka untuk berjaga di sekitar apartemen Keisha.


"Kau pikir kau bisa merebut Keisha dariku. Tidak akan kubiarkan wanitaku bertemu lagi denganmu! Kau laki-laki pengecut Arya!" Ken menyalakan mobilnya. Melakukannya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di apartemen. Ken langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan juga menenangkan dirinya di sana.

__ADS_1


Apapun tujuanmu, aku tidak akan membiarkanmu bertemu lagi dengan Keisha. Cukup sekali kau seperti ini! Aku tidak ingin melepaskan milikku lagi untukmu! Apalagi jika aku tau kau akan menjadikannya sebagai pemuas nafsumu saja! Aku tidak akan membiarkan itu terjadi pada Keisha! Dia milikku! Selamanya! (Ken)


__ADS_2