Menikahi Bad Boy

Menikahi Bad Boy
Part 114


__ADS_3

"Oh, cucuku!"


"Kakek."


Azri langsung memberi salam hormat ketika kakeknya muncul dari terminal kedatangan bersama beberapa pelayan yang ditugaskan untuk mengurusnya. Pria itu tampak lebih sehat dan segar dari sebelumnya. Mereka berpelukan untuk beberapa saat.


"Kamu menjadi lebih sopan sekarang," ucap kakeknya dengan nada sedikit menyindir.


Dahulu satu-satunya hal yang tidak mau Azri lakukan pada kakek dan ayahnya adalah memberi salam hormat. "Sepertinya pernikahan memberi perubahan bagus untukmu."


Azri tersenyum. "Kakek terlalu berlebihan. Sepertinya Jepang juga membuatmu gembira. Kakek terlihat sangat sehat."


"Aku menemukan tempat berlatih Taido yang bagus dan berlatih di sana bersama para pensiunan lainnya.“ Ia melirik ke sekeliling dan heran karena hanya Azri sendiri yang menjemputnya.


"Ke mana Mahendra dan Widya?" tanya Kakek Pradipta kemudian.


"Ayah pergi bermain golf bersama rekan di klub golfnya sementara Widya sedang hamil tua, aku tidak mengizinkannya pergi terlalu jauh."

__ADS_1


Senyum di wajah kakek Pradipta melebar mendengarnya. "Senang mendengar akan menjadi kakek lagi. Ayo pulang, aku tidak sabar untuk menyapa menantu dan cicitku.“


Azri membantu kakeknya membawakan tasnya. Mereka baru akan memasukkan koper-koper ke dalam bagasi ketika ponselnya berdering. Tanpa melihat siapa yang menelepon ia mengangkatnya.


"Hallo."


"Hallo Boss Daddy, ada kabar baik dan buruk untukmu, kuharap kau tidak panik saat mendengarnya atau berjingkrak seperti orang gila."


"Bella, cepat katakan. Aku tidak akan panik," desak Azri ketika mengenali suara si penelepon.


Untuk apa gadis ini menelepon? Bukankah sekarang kantor sedang libur? Namun, tunggu dulu, bukankah hari ini Widya berkata Bella akan datang ke rumah untuk menemaninya? Jangan-jangan terjadi sesuatu dengan Widya.


"Well, kabar buruk nya istri mu sedang kesakitan karena kontraksi. Sekarang kami sedang dalam per jalanan ke rumah sakit dan kabar baik nya, kau mungkin akan men jadi Ayah tak lama lagi.“


Ada percampuran antara kegembiraan dan rasa panik dari nada suara Bella. Namun, hal itu justru mengejutkan Azri.


"Apa kau bilang?! Widya me ngalami kontraksi dan sedang di lari kan ke rumah sakit?!" teriak Azri setelah Bella menyampaikan maksud nya.

__ADS_1


Azri sungguh tidak me nyangka, be berapa saat yang lalu ketika ia me ninggal kan rumah, istri nya dalam keadaan baik-baik saja. Namun, Bella baru saja ber kata bahwa Widya sedang dalam per jalanan ke rumah sakit karena kontraksi akan me lahir kan?


Suara rintihan kesakitan Widya seperti menggema dalam telinga nya dengan tiba-tiba. Astaga, ia tidak bisa mem biar kan istri nya sendirian melewati semua ini?


"Kau mem bawa nya ke rumah sakit mana?!" teriak Azri, tidak bisa me ngontrol rasa cemasvnya ter hadap Widya.


Segera setelah Bella me nyebut kan nama rumah sakit, Azri mem buka pintu mobil dengan cepat.


"Pak, ke City General Hospital sekarang," ucap nya cepat pada supir yang duduk di kursi depan. Azri duduk di samping kakek nya dengan raut panik.


"Kenapa?" tanya Kakek nya heran.


"Widya akan me lahir kan," beri tahu Azri dengan nada panik.


"Astaga, kalau begitu ayo cepat." Kakek Pradipta ber kata kaget sekaligus cemas.


Ber sambung ....

__ADS_1


Road to ending, guys.


__ADS_2