Menikahi Bad Boy

Menikahi Bad Boy
Part 33


__ADS_3

Playlist : Somebody to you (The Vamps ft Demi Lovato)


Resort menjadi sedikit heboh ketika orang-orang di sana menyaksikan Azri turun sambil menggendong Widya yang kaki nya terkilir. Ada apa gerangan? Mereka memandang Azri dengan tatapan ingin tahu, takjub, dan heran.


Azri yang tidak peduli dengan semua itu tetap berjalan santai sementara Widya terus berkata lirih agar diri nya diturunkan.


"Orang-orang melihat, bagaimana kalau mereka kemudian tahu tentang status kita?" bisik nya sambil menahan malu.


"Aku sudah menuruti banyak permintaan mu tapi bisakah kamu menuruti ku sekali saja? Jika kamu masih juga protes aku akan melakukan hal yang lebih memalukan padamu," ancam Azri dengan suara dingin.


Pria itu bahkan tidak menatap nya sama sekali. Widya hanya bisa mendesah pasrah, bahkan ketika Chris dan Mahesa berseru ketika melihat nya.


"Astaga ... Widya, apa yang terjadi pada mu?" seru Chris panik.


"Widya, kamu tidak apa-apa?" Mahesa pun bertanya cemas. "Jangan khawatirkan aku," ucap Widya dihiasi senyum malu.


Azri menoleh pada Chris. "Bawakan kotak obat ke kamar kami," perintah nya.

__ADS_1


"Kamar kami?" tanya Chris bingung.


"Cepat!" tegas Azri sambil melotot marah. Sekarang bukan saat nya untuk sesi tanya-jawab. Chris segera berbalik pergi dan Azri terus menggendong istri nya hingga tiba di kamar inap Widya. Azri menurunkan nya di tepi ranjang.


"Tunggu di sini," suruh Azri lalu menuju pintu di mana Chris datang membawa kotak P3k.


Tanpa menggumamkan kata terima kasih Azri menyuruh keris keluar dari kamar. Azri berjalan cepat menghampiri Widya kembali.


"Ulurkan tangan mu.“


Widya mengulurkan tangan nya dan Azri mengobati nya dengan telaten. Ia takjub. Sejujur nya ia tidak pernah tahu pria ini tahu cara mengobati orang. Bukankah dia hanya bisa menorehkan luka saja. Ia seperti melihat sosok lain dalam diri Azri. Sosok pria yang baik hati dan lembut.


"Ulurkan kaki mu yang sakit."


Widya kembali mengulurkan kaki nya. Azri memijat sekitar pergelangan kakinya lalu melakukan sesuatu dalam sekali sentakan. Hal itu menimbulkan nyeri yang menyengat sampai pekikan Widya memenuhi ruangan itu.


"Sakit!" seru nya sambil memegangi kaki.

__ADS_1


Azri bangkit sambil membereskan alat-alat ke dalam kotak. Widya menggerak-gerakkan kaki nya dan baru sadar sakit di kaki nya menghilang.


Astaga, jadi Azri tadi benar-benar mengobati nya? la mengira pria itu hanya ingin melampiaskan emosi. Ia memalingkan pandangan pada Azri yang mengulurkan sekaleng jus dingin pada nya.


Widya menerima nya dengan perasaan bingung. Ia tidak tahu harus mengatakan apalagi setelah banyak hal yang Azri lakukan untuk nya. Di samping pria itu sudah membuat nya menangis, pria itu juga sudah berbaik hati mengobati luka nya.


"Jadi, kenapa kau kabur tadi?" tanya Azri membuyarkan lamunan Widya.


Ia mengangkat wajah nya cepat untuk bertatapan dengan wajah Azri yang duduk di lengan sofa di depan nya. Pria itu memasang wajah tak peduli dan tangan melipat di depan dada. Pose angkuh khas milik nya. Berkat pertanyaan Azri, mendadak ingatan nya kembali pada pemandangan di festival yang membuat nya sakit hati.


"Kenapa masih bertanya juga? Kamu tahu dengan jelas apa jawaban nya," ketus Widya sambil memalingkan pandangan.


Helaan napas Azri terdengar samar di telinga Widya dan gadis itu tidak berniat memandang nya sama sekali.


"Apa karena aku mengobrol dengan beberapa gadis di festival. Karena itu kamu kabur? Aku hanya mengobrol ringan tanpa kontak fisik apa pun."


Widya mencengkeram kaleng jus yang digenggam nya. Ia juga sadar akan keanehan nya. Perasaan menyebalkan yang ingin sekali disangkal, tetapi aneh nya mampu menghangatkan hati nya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2