Menikahi Bad Boy

Menikahi Bad Boy
Part 58


__ADS_3

Playlist: The heppiest girl (BLACKPINK)


Sekarang Widya bisa berbicara lebih tenang karena Ryan memperhatikan nya dengan intens. Pria itu tersenyum ringan lalu menoleh pada gadis yang tadi berdansa dengan nya.


"Can you wait a second, honey? I'll be back soon."


"Of course."


Ryan mengedipkan mata nya lalu mengikuti Widya yang sempat memutar bola mata nya malas sebelum pergi meninggalkan lantai dansa.


Kini mereka duduk bersebelahan di kursi tinggi yang ada di dekat meja bar. Widya menolak saat Ryan menawari nya minuman dengan alasan ia tidak bisa meneguk alkohol. la segera mengutarakan urusan nya dan Ryan mendengar nya dengan seksama. Widya menatap nya seusai ia mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang ia katakan pada Jhors dan Bobby. Ia harap Ryan memberikan jawaban yang diinginkan nya.


Lagi-lagi Widya mendengar helaan napas. Ryan tampak begitu berat untuk menceritakan perihal Yuna. Ayolah, ada apa dengan teman-teman Azri? Kenapa rasa nya mereka berusaha menyembunyikan sebuah fakta penting dari nya?


"Seharus nya kamu tidak perlu mencemaskan Yuna sama sekali," ungkap Ryan dengan suara rendah.


Widya mengerjapkan mata, sebelum ia membuka mulut untuk berkomentar Ryan kembali melanjutkan, “Dia benar mantan kekasih Azri, satu-satu nya gadis yang ku tahu mampu memberikan kegembiraan di saat Azri terpuruk pasca kematian ibu nya. Kamu tahu, Ibu nya meninggal di saat Azri berusia 15 tahun. Aku tahu saat itu Azri begitu frustrasi, kecewa, marah, dan sifat buruk nya mulai muncul. Dia terus melakukan perbuatan yang membuat ayah nya murka seperti menenggak alkohol, bermain dengan banyak wanita dan menentang semua perintah Ayah nya. Karena itulah Ayah nya mengirim Azri ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah di sana dan aku bertemu kembali dengan nya di universitas. Di sana juga dia bertemu dengan Yuna."


Widya mengerutkan kening karena banyak sekali hal yang ingin ia tanyakan seperti 'Apa yang terjadi di antara Azri dan Yuna?, 'Bagaimana mereka berpisah?, dan 'Di mana Yuna sekarang?, tetapi ia tidak memiliki keberanian untuk menanyakan nya sehingga ia diam tanpa menyela Ryan sama sekali.


"Nama gadis itu Yuna. Sungguh, dia gadis yang cantik dan pintar. Entah bagaimana caranya mereka menjadi dekat dan Azri sadar gadis itu mampu memberikan kebahagiaan yang ia rindukan. Aku tidak pernah melihat Azri tersenyum cerah seperti saat ia bersama Yuna. Sebagai sahabat aku hanya bisa mendukung nya. Mereka menjalin hubungan selama hampir tiga tahun lama nya. Sebelum Azri lulus, ia melamar Yuna."


Ryan terdiam, wajah nya terlihat semakin menegang dan sedih membuat Widya begitu penasaran sekaligus takut, kenapa Ryan mendadak berhenti di saat yang palng penting?


"Apa yang terjadi kemudian?" desak Widya tidak sabar. Sebenar nya ia sudah cukup sakit mendengar cerita ini, tetapi ia sangat ingin tahu.

__ADS_1


"Yuna meninggal dunia," lanjut Ryan dengan pandangan menerawang.


Widya terperangah, jantung nya seolah berhenti berdetak. Beberapa detik berikut nya hati nya mencelos jatuh. Ia menatap Ryan dengan ekspresi tercengang.


"Apa yang terjadi?" Widya tercekat, seolah bisa merasakan bagaimana sakit nya hati Azri saat itu saat mengetahui wanita yang dicintai nya meninggal dunia.


"Kecelakaan di laut, saat itu Azri mengajak Yuna menaiki sebuah kapal pesiar. Tidak ada yang menyangka bahwa kapal pesiar itu akan terbakar dan tenggelam. Azri kehilangan Yuna saat semua orang ribut menyelamatkan diri. Kapal itu tenggelam dan Yuna ditemukan sudah tidak bernyawa."


Ryan menghela napas panjang. "Azri merasa sangat bersalah. Ia sempat mengucilkan diri selama beberapa hari. Itu adalah saat-saat tersulit bagi nya. Perlu waktu satu bulan bagi ku membujuk nya untuk kembali menjalani hidup. Setelah itu aku mengajak nya kembali. Ku pikir tanah kelahiran nya membuat nya lebih baik karena itu aku mulai mengenalkan nya pada berbagai wanita berharap ia bisa melupakan Yuna. Namun yang terjadi justru di luar dugaan ku." Ryan lalu meneguk minuman nya. Widya masih setia mendengarkan.


"Azri perlahan-lahan menjadi liar, dia bermain-main dengan banyak wanita, mengencani mereka lalu meninggal kan mereka begitu bosan. Entah apa yang di pikirkan nya, tetapi aku yakin Azri sedang mencoba mencari sosok Yuna dalam diri setiap wanita. Dia masih merasa sangat bersalah atas kematian Yuna dan berniat menebus nya jika ia menemukan wanita yang mirip dengan Yuna."


Itu tindakan yang bodoh, batin Widya. lya, Azri harus nya tahu bahwa ia tidak akan bisa menemukan sosok yang sama dalam diri seseorang.


"Wanita terakhir yang di kencani nya adalah Mar leen, aku merasa Azri sedikit nyaman dengan Marleen karena mereka memiliki banyak kesamaan, tapi tetap saja Marleen tidak bisa mengubah sifat buruk Azri." Ryan memandang nya tiba-tiba, membuat jantung Widya berdegup kencang. "Dan kamu yang bisa melakukan nya," ucap nya sambil mengeluarkan smirk yang aneh.


"Apa maksud mu?" tanya nya bingung.


"Kamu adalah wanita yang bisa membuat Azri melupakan rasa sakit nya. Apa kamu menyadari perlahan-lahan Azri menjadi baik? Itu karena ia mulai bisa membuka diri nya sendiri dan tanpa sadar, ia sedang mencoba memaafkan diri nya atas kesalahan nya pada Yuna dengan mencintai mu."


"Apa?" Widya lagi-lagi mengedipkan mata tak percaya. la terus memandang Ryan yang tersenyum simpul pada nya. "Jadi, ini alasan kenapa kamu memberitahu ku tentang rencana Azri? Agar aku bisa membuat Azri mengubah pikiran nya untuk menyakiti ku?"


"Persis," jujur Ryan, "Aku sempat khawatir saat Azri berkata akan membuat hati mu hancur berkeping-keping. Coba bayangkan, apa untung nya dia melakukan itu? Kamu hanya gadis yang baru saja muncul di hidup nya."


"Tapi aku gadis yang datang untuk mengacaukan hidup nya."

__ADS_1


"Tidak, kamu adalah malaikat penolong untuk Azri," sela Ryan. "Aku pikir saat Azri berkata ingin membuat mu jatuh cinta pada nya lalu menghancurkan hati mu, sebenarnya dia sedang melindungi diri nya sendiri. Ia tidak ingin jatuh cinta lagi. Ia tahu jatuh cinta berarti siap untuk sakit hati. Hati nya sudah sangat lelah atas kematian ibu nya dan Yuna."


"Azri tidak pernah menggunakan perasaan nya selama berkencan dengan wanita mana pun. Dan saat kamu muncul, aku tahu, Azri pun tahu bahwa kamu tipikal gadis yang bisa mencairkan hati nya dengan mudah. Itulah sebab mengapa Azri begitu membenci mu. Ia tidak ingin sakit hati lagi. dengan alasan itu pula aku memberitahu mu rencana nya. Aku ingin kamu mengajari pada Azri arti lain dari cinta, aku ingin kamu memberitahu pada Azri bahwa cinta, tidak selalu berarti sakit hati."


Buliran air mata tanpa permisi jatuh di sudut mata Widya malam itu. Hati nya tersayat. Di saat yang bersamaan ia merasa sangat bersalah pada Azri. Seandai nya Ryan tahu bahwa ia sudah salah memberitahu rencana Azri pada nya karena ia tidak akan bisa mengajarkan arti lain itu.


Cinta nya untuk Azri tetap berarti sakit hati. Azri pasti akan merasa sakit hati seandai nya pria itu tahu bahwa ia mencintai gadis yang akan meninggalkan nya. Bagaimana bisa ia tega menyakiti hati rapuh pria itu oleh perjanjian yang di sepakati nya dengan Mahendra?


"Kenapa kamu menangis?" tanya Ryan panik. "Bocah setan itu bisa membunuh ku jika melihat mu menangis di depan ku." Ryan buru-buru memberikan sapu tangan pada nya.


Widya menghapus air mata nya, dengan suara tercekat ia berkata, "Seharus nya dahulu kamu tidak memberitahu ku rencana Azri," lirih nya membuat Ryan terkesiap.


"Apa maksud mu?"


"Lebih baik aku yang sakit hati. Seandai nya aku tidak tahu, aku tidak akan merasa sebersalah ini pada Azri."


"Kenapa lagi?" Ryan mencecar nya karena tidak paham dengan apa yang baru saja dikatakan Widya. Namun, Widya enggan menjawab pertanyaan Ryan karena detik berikut nya ia turun dari kursi nya, menggumamkan kata terima kasih lalu melenggang pergi dari tempat itu.


"Hei, Nyonya Pradipta!" teriak Ryan.


Dalam perjalanan menuju apartement, Widya menangis di kursi paling belakang bus. Benar, ia sudah salah bertanya tentang Yuna karena jika ia tidak tahu masalah itu, ia tidak akan tahu alasan mengapa Azri berubah menjadi pria berandal. Jika Ryan tidak memberitahu tentang rencana pria itu untuk menyakiti nya, ia tidak akan merasa bersalah seperti sekarang.


Tidak, sejak awal ia sudah salah karena menerima permintaan Mahendra karena dengan begitu ia tidak akan pernah bertemu Azri El Pradipta, tidak akan pernah jatuh cinta pada nya, dan tidak akan pernah didera konflik batin seperti ini.


Azri El Pradipta, kamu benar. Arti lain dari mencintai itu adalah sanggup untuk menahan sakit hati

__ADS_1


Bersambung .....


__ADS_2