Menikahi Bad Boy

Menikahi Bad Boy
Part 57


__ADS_3

Widya berdiri dengan ekspresi penuh tekad di depan sebuah gedung mewah sambil membenarkan posisi mantel nya sebelum masuk ke tempat yang tidak pernah ingin di datangi nya lagi itu. Ia sangat penasaran pada satu hal. Jika kakek Pradipta tidak tahu mungkin ia bisa mendapatkan jawaban nya dari teman-teman Azri. Ia begitu risau karena berbagai macam masalah yang membelit nya sekaligus. Tentang perasaan Azri, perjanjian dengan Ayah mertua nya, dan tentang wanita masa lalu Azri yang berhasil melenyapkan senyum di wajah pria itu saat mendengar nama nya.


Keraguan masih sempat mengerubungi nya sebelum Widya memutuskan masuk ke dalam kelab malam elit itu. Ia tidak memberitahu Azri keberadaan nya. Ia tidak tahu apa yang akan diperbuat pria itu jika membuat nya jengkel dan hari ini ia pasti membuat Azri jengkel setengah mati karena pergi tanpa kabar.


Musik kencang masih mendentum-dentum membuat telinga Widya pekak. Ia harus mengeryitkan kening sambil terus berjalan masuk menghindari orang-orang yang mulai terbius alkohol di ruangan yang cahaya nya remang-remang itu.


"Permisi." Widya bertanya pada bartender yang sedang meracik cocktail.


"Iya, Miss," ujarnya ramah setelah menuangkan cairan berwarna keemasan ke dalam gelas cocktail.


"Apa Jhors dan teman-teman nya datang kemari hari ini?"


"Jhors? Mereka menempati kursi nya yang biasa di sana."


Bartender itu menunjuk ke arah belakang Widya. Ia menolehkan kepala nya ke sofa set yang terletak di sudut ruangan. Meskipun pencahayaan di ruangan itu tidak terlalu terang, ia masih bisa mengenali wajah Jhors dan teman-teman Azri lain nya. Mereka sedang asyik mengobrol sambil menikmati minuman. Widya menggumamkan terima kasih lalu pergi menghampiri mereka.


Dua orang yang sedang mengobrol itu tidak menyadari kehadiran Widya sama sekali jika ia tidak menyapa nya.


"Selamat malam, Jhors dan Bobby.“ Widya menundukkan kepala nya.


Jhors dan Bobby menoleh bersamaan. Keberadaan Widya di sana sontak membuat Jhors melebarkan mata terkejut.


"Apa yang di lakukan Nyonya Pradipta di sini? Kamu tidak tahu suami mu kalang kabut mencari mu?"


Widya tersentak mendengar penuturan Jhors. Azri mencari nya? la sama sekali tidak tahu karena ponsel nya mati setelah kehabisan baterai, la buru-buru menormalkan kembali ekspresi nya karena ia tidak akan lupa tujuan awal nya datang kemari.


"Azri tidak kemari karena dia mencari mu," tambah Bobby takut Widya datang kemari karena mencemaskan suami nya yang tidak ada di rumah.

__ADS_1


"Aku tidak mencari Azri. Aku justru ingin menemui kalian. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Ku harap salah satu dari kalian bisa menjawab nya," ungkap Widya sambil menatap orang-orang di depan nya satu persatu.


Jhors dan Bobby hanya saling berpandangan, tetapi mereka akhir nya mengizinkan Widya duduk di sofa yang tadi di duduki Ryan, Bobby dan Jhors sudah menyuruh gadis yang bersama nya pergi. Widya memulai pertanyaan nya di saat ia mendapatkan perhatian penuh dari Bobby dan Jhors.


“Apa kalian tahu tentang Yuna?"


"Yuna?" seru Jhors dan Bobby bersamaan. Mereka saling pandang sejenak dengan ekspresi ragu.


"Bagaimana kamu tahu nama itu? Dan kenapa kamu menanyakannya?" tanya Jhors lebih dahulu.


"Jadi kalian memang mengetahui nya."


Widya tidak tahu mengapa ia merasa kecewa. la datang menemui teman-teman Azri dengan harapan mereka tidak tahu sehingga ia bisa menghentikan rasa penasaran nya dengan alasan ia sudah mencoba mencari tahu. Namun jika begini hasil nya, ia tidak bisa berhenti di tengah jalan.


"Siapa gadis itu bagi Azri?"


"Kamu benar." Jhors menghela napas.


Widya mengangguk pilu. Dugaan nya benar, ternyata Yuna memang mantan kekasih suami nya. Pantas saja setiap mendengar nama itu air muka Azri selalu berubah sedih. Apakah ada kejadian tak terlupakan sebelum kisah cinta mereka berakhir sampai Azri seolah kehilangan seluruh dunia saat nama itu didengar telinga nya?


"Aku hanya penasaran. Azri terlihat sangat sedih setelah mendengar orang menyinggung nama itu." Widya berusaha terlihat setenang mungkin padahal di dalam hati nya luluh lantak karena masalah ini.


Jhors dan Bobby kembali saling berpandangan. Mereka terlihat lebih ragu untuk menceritakan nya pada Widya. Kenapa mereka memperlihatkan ekspresi begitu seolah tidak berhak mengetahui cinta masa lalu suami nya sendiri, membuat Widya memandang mereka penuh selidik.


Biasa nya topik itu sangat tabu untuk dibahas, tetapi karena yang bertanya adalah istri Azri, tidak ada salah nya memberitahu nya.


Bobby menghela napas berat sebelum menjawab dengan nada ragu, "Sebenar nya aku tidak begitu yakin tapi aku pernah mendengar tentang Yuna sebelum nya. Aku tahu Yuna adalah satu-satu nya wanita yang dicintai Azri sebelum bertemu dengan mu. Selebih nya aku tidak tahu. Jika kamu ingin tahu cerita lengkap nya lebih baik kamu bertanya pada Ryan atau suami mu. Mereka sudah saling mengenal sejak lama. Sementara aku, Jhors dan KiBum baru mengenal nya."

__ADS_1


Sebenarnya Widya agak kecewa mendengar nya. Namun ia menghargai Bobby yang mencoba menjaga perasaan nya. "Jadi Ryan tahu? Lalu di mana dia sekarang?"


"Mungkin dia sedang berdansa di sana." Jhors mengendikkan dagu nya ke arah lantai dansa yang dipenuhi manusia yang bergerak seirama dengan musik.


"Di sana?" Widya ragu sambil menunjuk tempat itu. Ia tidak memiliki pilihan lain selain menemui Ryan.


Setelah berpamitan dengan kedua orang itu Widya segera bangkit dan berjalan menemui Ryan. Ia tidak tahu kenapa ia harus repot-repot menanyakan hal ini pada teman-teman Azri.


Seperti yang Bobby bilang, alangkah bijaksana nya jika Widya bertanya perkara ini langsung pada Azri. Namun, ia takut jika mendengar cerita itu dari mulut Azri langsung. Ia takut ia akan patah hati, karena ia yakin gadis bernama Yuna itu adalah gadis hebat karena bisa meninggalkan bekas di hati Azri hingga saat ini.


Widya mencari-cari Ryan di antara puluhan muda-mudi yang menari bebas, terkadang saling berpelukan bahkan sudah beberapa kali Widya melihat beberapa pasangan sedang bercumbu mesra. Ia mengutuk diri sendiri karena nekad masuk ke kerumunan ini. Ia terus mencari-cari sosok Ryan dan akhirnya berhasil menemukan pria itu sedang memeluk seorang gadis sambil berdansa. Mereka terlihat luar biasa akrab.


Dalam hati Widya mengumpat melihat pemandangan itu. Rasa nya ia ingin sekali memperlihatkan nya pada Bella agar gadis itu percaya bahwa Ryan bukanlah pria baik dan manis seperti yang disangka nya selama ini.


Tanpa ragu Widya mendekat dan menginterupsi saat Ryan hampir mencium pasangan nya.


"Ryan, bisa kita bicara?" ucap nya agak berteriak karena ia yakin suara lemah lembut nya tidak akan mempan di tengah dentuman musik beat yang memenuhi ruangan itu.


Berhasil, Ryan berhenti dan menolehkan pandangan cepat ke arah nya.


"Oh, Nyonya Pradipta. Senang melihatmu di sini,” seru nya dengan wajah innocent. Sedetik kemudian ia mengubah ekspresi nya menjadi serius.


"Apa yang kamu lakukan di sini? Azri sedang kalang kabut mencari mu."


Widya tidak memiliki waktu berbasa-basi. "Aku ingin berbicara dengan mu, aku akan sangat menghargai ku jika kamu mau mengikutiku ke tempat yang lebih tenang."


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2