Menikahi Bad Boy

Menikahi Bad Boy
Part 44


__ADS_3

Widya sudah bertekad tidak akan jatuh pada pesona Azri, bukan? Namun, sebagai seorang istri dan wanita yang mencintai nya, ia tidak bisa menolak permintaan Azri begitu saja. Itu akan membuat nya terluka. Ia menarik napas. Baiklah, abaikan perjanjian terkutuk itu karena bagai mana pun status nya sekarang tetaplah istri Azri El Pradipta. Ia pun meletak kan telapak tangan nya di rahang kokoh Azri lalu menarik wajah itu mendekat. Dalam sekali gerakan ia menempelkan bibir mereka.


Mendebarkan, rupa nya itulah yang Azri rasakan ketika bibir Widya menyentuh bibir nya. Jantung nya berdetak dua kali lebih cepat dan ia merasa hati nya bergejolak. Tangan nya bergerak sendiri merengkuh dengan erat pinggang ramping istri nya. Ia merasakan euforia yang berbeda di banding kan saat Mar leen mencium nya. Padahal kala itu ia dalam pengaruh obat.


Widya kewalahan mengimbangi cumbuan Azri yang penuh gairah. Ia harus berpegangan pada leher Azri agar tidak jatuh. Ia bahkan tidak sadar saat Azri perlahan-lahan mendorong nya jatuh ke atas ranjang.


Azri mengejutkan nya ketika pria itu berhenti. Widya mengira mereka akan tidur bersama malam ini. Lalu apa yang menghentikan nya? Bukan berarti ia kecewa, ia hanya heran padahal sebelum nya Azri bertindak seperti predator lapar yang ingin memakan nya bulat-bulat.


Pria itu menatap nya dengan ekspresi gundah, seolah sedang menahan sesuatu.


"Aku tidak akan memaksa mu tidur dengan ku jika kamu tidak mau, tapi paling tidak biarkan aku memeluk mu."


Widya terheran-heran. Ia menatap Azri yang merapatkan mata nya, enggan menatap nya. Bulir-bulir keringat menetes di kening nya.


"Kamu kenapa?" Apa pria ini kepanasan?


"Tidak apa-apa. Tidak usah mengkhawatirkan ku.“

__ADS_1


Azri sengaja menyembunyi kan wajah nya di leher Widya. Ia tampak nya mulai kecanduan aroma feromone gadis itu sehingga sesekali menghirup nya dalam. Widya merasa tergelitik dengan ulah impulsif Azri. Pipi nya mulai merona.


"Dari mana kamu tahu aku tidak melakukan apa pun dengan Mar leen tadi? Bisa saja aku berbohong," gumam Azri.


Widya tersenyum simpul. "Mulut mu mungkin berbohong tapi sorot mata mu tidak."


Azri mengangkat wajah untuk memandang nya. Widya kini tidak merasa malu lagi ketika mata mereka saling bertemu.


"Aku sudah bertemu dengan banyak orang sehingga terkadang mudah bagiku menemukan kebohongan hanya dari sorot mata seseorang dan binar mata mu mengatakan kejujuran. Itu saja cukup bagi ku untuk percaya pada ucapan mu."


Mendengar nya Azri mengulum senyum kagum. Gadis ini sungguh penuh kejutan. Ia malah tidak pernah bisa membaca apa yang ada di pikiran Widya walaupun sudah menatapi nya hingga mata nya sakit. Tidak seperti gadis lain, Widya Lovarza sungguh gadis yang tidak bisa ditebak nya.


“Apa yang kamu rasakan terhadap ku?"


Akhir nya pertanyaan itu terlontar dengan lancar kendati pun tenggorokan Widya tercekat kala mengatakan nya.


Azri membulatkan mata selama beberapa saat, jelas sekali terkejut. Namun, tak butuh waktu lama bagi Widya menunggu jawaban pria itu.

__ADS_1


"Aku membutuhkan mu."


Widya mengerjap, tidak menyangka Azri akan memberikan jawaban di luar perkiraan nya.


"Aku tidak yakin apakah aku mencintaimu, tapi yang bisa kupastikan sekarang adalah aku membutuhkan mu."


Azri menarik tangan Widya lalu mengecup nya dengan segenap hati, menunjuk kan seberapa besar dia membutuhkan nya.


Hati Widya berdesir. Ia bisa merasakan ketulusan mengalir dari sentuhan bibir lembut Azri. Oh, bisakah dia tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat ku menangis haru?


"Karena itu kumohon, jangan tinggalkan aku, apa pun yang terjadi."


Deg.


Dada Widya mengentak kencang. Sorot mata Azri, cara pria itu berkata, dan ekspresi memohon nya membuat hati nya semakin rapuh dan hancur.


Apa yang harus ku lakukan? Pria ini membutuhkan nya dan meminta nya agar tidak pergi? Widya sungguh ragu bisa mengabulkan nya. Apa yang akan dirasakan nya jika Azri tahu bahwa gadis yang sekarang sedang didekap nya akan meninggalkan nya suatu hari nanti?

__ADS_1


Setelah melihat nya memelas seperti ini, Widya tidak bisa membayangkan seberapa dalam kesedihan yang akan tampak pada sorot mata yang mulai meneduh itu. Ia tidak akan sanggup menanggung rasa bersalah yang akan ia alami setelah menorehkan luka di benak Azri.


Bersambung ....


__ADS_2