
Saat tiba di bandara, mereka disambut teriakan heboh Bobby. Widya mengerjapkan mata, ternyata Azri tidak bercanda saat mengatakan tentang liburan bersama-sama. Pantas saja Azri mengajak nya pergi, teman-teman Azri juga mengajak pasangannya masing-masing.
"Bella!" seru Widya takjub ketika melihat Bella berada di sana juga. "Bagaimana ...."
"Aku yang mengajak nya," sela Ryan senang.
Widya menatap Ryan dan Bella bergantian. "Aku tidak punya kata-kata apa pun untuk kalian," ucap nya kemudian. Ia memang bingung harus berkomentar apa.
Pandangan Widya kemudian berpindah pada Bobby yang datang bersama tunangan nya, Hera. Ada juga KiBum yang membawa pacar nya, Selena. Ketika perhatian nya teralih pada Jhors, Widya membelalak kan matanya karena ia melihat Mar leen. Azri sedang mengobrol bersama nya sekarang. Oh tidak, bagaimana jadinya liburan ini jika gadis itu ikut?
"Sebaik nya kita segera check in," usul Jhors.
Proses check in berjalan lancar dan kini Widya sudah berada di dalam pesawat untuk penumpang kelas satu. Ia sempat takut Azri akan duduk bersama Marleen. Namun, dugaan nya salah saat suami nya itu mendudukkan diri di kursi sebelah nya. Marleen duduk di kursi deretan kedua di seberang nya.
"Kamu selalu seperti ini? Pergi berlibur bersama teman-teman mu?" tanya Widya. Azri yang sedang membaca buku menoleh pada nya.
"Ya, cukup sering. Tapi ini pertama kali nya kami pergi membawa pasangan."
"Mengapa Jhors mengajak Marleen? Apa gadis itu kekasih nya?"
Widya sadar telah mengatakan hal konyol karena kini Azri menatap nya lekat.
"Bukan, itu karena Jhors tidak memiliki kekasih dan dia belum menikah. Jadi dia mengajak Marleen."
"Oh." Widya hanya mengangguk meskipun rasa nya tetap mengganjal.
Aneh sekali, Jhors sangat tampan. Dia bisa mengajak siapa saja yang diinginkan nya, tetapi kenapa harus Marleen? Apa gadis itu merayu Jhors agar membiarkan nya ikut?
"Buku apa yang sedang kamu baca?"
Widya heran sekali karena Azri begitu serius membaca buku dengan judul yang tidak dimengerti nya.
"Hanya bacaan ringan, untuk bahan ku membuat program."
Widya terbelalak kaget. Apa? Membuat program? "Kamu seorang programmer?“ tanya nya tak percaya. Ia tidak pernah tahu Azri bisa membuat sebuah program.
__ADS_1
Azri melepas kaca mata bacanya lalu menoleh.
"Kenapa? Apa aku tidak cukup pantas menjadi seorang programmer?"
"Bukan begitu," tukas Widya panik. “Aku hanya tidak menyangka. Aku tidak pernah melihat mu bekerja."
"Aku hanya bekerja jika aku mau. Wajar jika banyak orang yang tidak pernah tahu atau pun melihatku bekerja.“
Widya mau tidak mau harus kagum pada sosok Azri yang selalu penuh kejutan. Ia sekarang paham kenapa orang-orang menyebut Azri Genius Crown Prince. Azri memang sosok pria yang pintar. Sisi pintar Azri kini tampak jelas di wajah nya. Widya memang selalu menyukai pria-pria berotak encer.
"Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi," ucap Widya yang tiba-tiba berwajah gembira.
Azri sempat memandang nya heran, tetapi tidak ada kata-kata yang bisa di ucapkan nya karena itu ia kembali membaca buku.
***
Mereka sudah tiba di resort saat langit sudah gelap. Semua orang sudah lelah karena itu segera masuk ke kamar yang sudah dipesan yang sebelum nya. Widya sempat protes saat Bella harus berada di kamar yang sama dengan Ryan.
Setelah berdebat cukup sengit dengan Ryan, akhir nya pria itu mengizin kan Bella memesan kamar nya sendiri. Sementara yang lain tinggal bersama pasangan nya masing-masing.
"Kenapa kamu tidak membiarkan sahabat mu tidur bersama Ryan?" tanya Azri heran ketika mereka sudah tiba di kamar inap mereka.
Azri memutar bola mata nya malas. Ia lupa betapa konservatif istri nya. Pikiran nya benar-benar kuno.
"Ryan tidak akan melakukan apa pun pada Bella, percayalah," ucap nya yakin. “Jika memang dia berniat melakukan sesuatu pada sahabat mu, sejak awal bertemu Ryan sudah melakukan nya."
"Apa?!" Widya justru lebih kaget mendengar nya.
"Yah, wanita mana yang mampu menolak Ryan, dia sangat mempesona," tambah Azri sambil melepas jaket nya.
"Sudah kuduga, kamu maupun teman mu sama saja. Aku kira Ryan pria yang berbeda."
"Kenapa kamu pikir dia orang yang berbeda?"
"Yah ...."
__ADS_1
Widya terdiam. Ia tidak mungkin mengatakan bahwa Ryan sudah memberitahukan tentang rencana Azri pada nya.
"Tidak ada," elak nya dan ia baru sadar Azri sudah melepaskan baju nya, sekarang hanya memakai celana panjang nya saja. Widya terkejut bukan main.
“Kenapa kamu membuka bajumu di depanku?“ bentak nya histeris.
Azri menoleh, melihat wajah pucat pasi Widya. Tiba-tiba terbersit ide untuk menjahili wanita polos seperti nya.
"Kenapa? Kita akan melakukan nya, bukan? Itu sebab nya kita tidur dalam satu kamar."
Azri melirik Widya dengan ekspresi seduktif, ia melirik ranjang yang ada di samping mereka.
"Kamu lihat ranjang itu? Kita akan bermalam di sana," ucap nya pelan, tetapi sarat akan arti terselubung.
Widya bergidig ngeri melihat ranjang itu. Azri berjalan mendekat sementara Widya memundur kan tubuh nya panik.
"Azri, ku mohon jangan bercanda," peringat Widya cepat.
Ketika Widya sudah tersudut di pojok kamar, Azri sudah tidak bisa menahan tawa nya lagi. Pria itu tertawa kencang sampai menggema ke seluruh ruangan.
"Kamu sungguh gadis kuno," ucap nya di sela tawa. "Kamu tenang saja, aku lelah dan aku tidak berniat melakukan nya pada mu."
Widya masih diam di tempat nya bahkan di saat Azri pergi ke kamar mandi. Ia baru bisa bernapas lega begitu mendengar suara air dari dalam kamar mandi.
"Pria itu," gumam nya sambil mengusap dada. la tidak tahu apa yang terjadi dengan hati nya kelak jika Azri terus menggoda nya. Ia bisa saja luluh.
Widya menepis pikiran nya cepat. Sebelum Azri selesai mandi, ia harus segera mengganti baju. Ia membuka koper cepat untuk mengganti baju.
Butuh waktu sekitar sepuluh detik untuk sadar ia telah membuka koper yang salah. Karena panik, ia malah membuka koper milik Azri. la hendak menutup nya kembali ketika melihat satu baju wanita di sudut koper.
"Apa ini?" tanya nya dengan mata melebar. Ia menemukan gaun wanita yang cantik di dalam koper suami nya. Ini jelas bukan baju milik nya, tetapi kenapa Azri membawa baju semacam ini? Apakah ingin diberikan pada nya? Azri pernah bilang akan membelikan baju wanita untuk nya. Apa ini yang dimaksud Azri?
Widya gembira luar biasa. Ia cepat memasuk kan gaun itu kembali ke tempat nya sebelum Azri memergoki nya sedang membongkar koper nya. Ia akan menunggu sampai Azri sendiri menyerahkan baju itu pada nya. Ia segera mengambil baju dari koper nya lalu berganti pakaian.
Namun, hingga mereka menjelang tidur Azri tidak menyinggung sama sekali soal baju itu. Padahal Widya menantikan nya dengan tidak sabar. Perlahan-lahan ia mulai kecewa saat Azri mulai terlelap tidur. Ia menghela napas, sudahlah, masih ada waktu besok, kan?
__ADS_1
Bersambung ....
Like