Menikahi Bad Boy

Menikahi Bad Boy
Part 82


__ADS_3

Azri memperhatikan istri nya Widya Lovarza sedang memulas bedak sambil menyandarkan punggung pada ambang pintu. la mengulum senyum menyadari istri nya tampak sangat cantik malam ini.


Mereka akan pergi menonton drama musikal dengan tiket eksklusif pemberian sahabat nya, Ryan. Ia sudah siap, ia hanya sedang menunggu Widya selesai dengan urusan make up-nya.


"A-a, jangan ikat rambut mu."


Azri mencegah ketika Widya hendak menyatukan rambut nya dengan sebuah ikat rambut. Ia berjalan mendekat lalu menarik tangan Widya dari rambut nya.


Gadis itu merengut. "Tapi hari ini cuaca nya panas, aku bisa berkeringat jika rambut ku terurai. Lagi pula akan terlihat aneh jika aku menggerai nya."


"Siapa bilang?" Azri merapikan beberapa anak rambut yang menjuntai di sisi wajah nya, mengamati wajah nya dengan tatapan yang membuat Widya memerah. "Rambut mu terlihat sempurna. Aku yakin kamu akan membuat banyak gadis iri."


Senyum nya membuat Widya kesulitan bernapas. Pria itu menatapnya lekat, membuat nya berdebar kencang.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan?"


Sampai kapan kamu akan berpura-pura seperti ini? batin Azri. Namun, ia tahu sekarang bukan saat yang tepat untuk menanyakan nya. Ia tidak mau merusak rencana malam ini.


Azri tersenyum. "Kamu sangat cantik. Aku bertanya-tanya apa boleh aku mendapatkan satu ciuman darimu sebelum kita berangkat?"


Kata-kata itu membuat kulit Widya memanas. Azri menatap nya dengan penuh ga***ah dan Widya sadar ia tidak bisa menghindar ketika tangan Azri menyentuh ujung dagunya, menyentakkan nya ke atas lalu bibir mereka bertemu.


Widya seperti tidak menapaki bumi saat bibir lembut itu mel***at bibir nya. Sekujur tubuhnya berdesir oleh g***rah yang meletup dasyat. la harus berpegangan pada bahu Azri agar ia tidak jatuh pingsan.


Sebelum diri nya kehabisan napas, Azri melepaskan ciuman nya lalu menyeringai puas. "Aku menunggu mu di luar."


Widya terduduk lemas di atas tempat tidur dengan jantung menghentak tak terkendali. Kaki nya berubah seperti agar-agar di saat Azri mengeluarkan sepercik pesona nya. Malang sekali ia menikahi pria yang bisa memesona wanita hanya dengan melihat mata nya saja.


Namun, ketika mengingat semua keindahan itu hanya milik nya untuk sementara, hatinya mendadak nyeri, kamu tidak boleh lupa, Azri adalah milik wanita bernama Lia.


***


"Kamu tidak bilang drama musikal ini akan di hadiri artis dan media. Ku harap aku berpakaian yang lebih layak. Kamu tidak akan mengenalkan ku pada salah satu dari mereka, kan?"


Azri mengabaikan Widya yang menatap nya histeris. Ia justru memberikan senyum ringan sebagai balasan nya. Memang itu rencana nya, Manis.


"Saat nya dunia tahu kamu adalah istri ku.“


Widya tersentak karena kata-kata itu. Azri tidak tahu penuturan nya barusan telah menyakiti hati Widya. Seorang istri yang sesungguh nya bukan lah diri nya. Itu posisi yang seharus nya di miliki wanita lain.


Azri mengusap lembut pipi nya menyadari Widya terdiam dengan wajah gelisah. "Jangan gugup, kamu sudah sempurna. Yang perlu kamu lakukan hanyalah tersenyum."


la mengira kebisuan istri nya di sebabkan oleh rasa gugup karena akan berhadapan dengan media untuk pertama kali nya.

__ADS_1


Namun, Azri salah besar. Widya bukan gugup karena sorotan kamera atau semacam nya, tetapi karena hal lain.


"Sekarang ayo turun."


Widya sadar Azri sudah membuka pintu dan mengulurkan tangan untuk membantu nya keluar. Ia tidak boleh terus merenungkan hal yang belum terjadi. Saat ini status nya masih istri Azri El Pradipta. Ia harus memanfaatkan detik-detik berharga itu dengan sebaik-baik nya. Karena itu ia menguatkan diri, tersenyum dan meraih tangan suami nya.


Setelah turun dari mobil, Azri melingkar kan tangan nya di sekitar pinggang Widya. Membawa nya masuk ke gedung pertunjukan megah melewati karpet merah dengan kilatan blitz menyerang di mana-mana.


Drama musikal itu adalah sebuah pertunjukkan klasik dengan proses produksi yang melibatkan banyak pihak penting sehingga pertunjukkan perdana drama itu di hadiri oleh beberapa artis, produser dan orang-orang dari kalangan elit.


Ada pesta sederhana di langsungkan sebelum pertunjukkan di mulai. Sebenar nya tidak bisa disebut sederhana karena segala yang ada di sana serba mahal dan premium. Widya merasa gugup karena ini pertama kali nya ia hadir dalam acara semewah ini.


la bisa menemukan beberapa wajah orang-orang yang sering ia saksikan di televisi. Di antara nya sutradara terkenal dan beberapa artis populer. Ia gugup sekaligus malu ketika Azri dengan bangga memperkenalkan nya pada beberapa orang yang di kenal nya.


"Apa kamu harus melakukan nya?" bisik Widya pelan karena ia merasa apa yang di lakukan Azri tidak penting.


Semua orang tidak perlu tahu bahwa diri nya adalah menantu tunggal keluarga Pradipta. Ia merasa tidak enak hati menerima perlakuan seistimewa itu.


"Melakukan apa?" Azri dengan polos nya pura-pura tidak tahu. Ia melanjutkan kembali obrolan nya dengan produser drama musikal itu.


"Memperkenalkan ku sebagai istri mu."


"Apa itu salah?" Azri menatap nya heran. "Kamu memang istri ku. Semua orang harus tahu itu. Jika tidak mungkin salah satu dari pria di sini akan melirik mu dan mencuri mu dari ku. Sebelum itu terjadi aku harus memperingatkan mereka."


"Mencuri ku apa, aku tidak cukup berharga untuk di curi."


"Kamu terlalu cantik untuk di abaikan. Kamu tidak pernah sadar dengan kecantikan itu seharus nya kamu bisa menjadi Miss Universe.."


Widya hampir tersedak minuman nya. "Astaga, aku bisa melayang," canda nya.


Azri tertawa. Widya berpikir kata-kata nya hanya sebatas candaan kosong. Ia tidak tahu bahwa Azri sungguh-sungguh. Widya memang terlalu cantik untuk di abaikan. Ia sadar itu. Beberapa pria pun mulai sadar karena sejak tadi hingga saat ini, tak terhitung jumlah pria yang melirik nya diam-diam. Beberapa malah memandang istri nya terang-terangan dengan pandangan bertanya-tanya.


Siapa wanita itu? Apa hubungan nya dengan pria itu? Azri yakin salah satu di antara mereka berpikir bisa merebut Widya dari nya karena itu Azri harus menegaskan bahwa Widya adalah ISTRI NYA.


Mendadak tawa nya memudar. Azri mengambil gelas minuman dari tangan istri nya, meletakkan gelas itu di meja terdekat. Widya mengerjap menyadari pria itu menatap nya se**ktif. Astaga, apa yang dipikirkan nya?


"Kenapa kamu memandang ku seperti itu?“ gumam nya gugup. Jantung nya menghentak kencang saat Azri mendekat dan bibir nya menyentuh helaian rambut di dahi nya.


Tubuh nya sempat menegang karena khawatir Azri akan mencium nya di tempat lain, tetapi syukurlah Azri hanya menempatkan ciuman ringan di dahi nya.


"Aku ingin sekali membawa mu pulang sekarang juga." Azri bergumam di telinga nya.


Widya mengerjapkan mata. Ia hanya bisa tersipu tanpa membalas nya. Ia tidak pernah terbiasa bermesraan di tempat umum. Terutama saat banyak mata yang diam-diam memperhatikan mereka.

__ADS_1


Jari-jari Azri menyentuh dagu nya dengan lembut, memiringkan kepala nya sedikit agar mata mereka bisa bertemu. “Kamu yakin kamu tidak merasa aneh, aku penasaran sekali kapan aku mendengar kabar kamu mengandung anak ku."


Widya merasa jantung nya lompat ke tenggorokan. Azri tidak mungkin mengetahui kehamilan nya, bukan? Ia hanya memberitahu hal itu pada Bella dan Mahendra saja. Azri menyelidiki mata nya, membuat bibir nya gemetar. Ia harus memberitahu kehamilan nya. Azri berhak mengetahui keberadaan anak yang sedang dikandung nya. Mungkin itu akan menjadi jalan bagi nya agar tetap bisa bersama Azri. Ia hampir mengatakan hal itu ketika orang lain datang menyela.


"Kamu lihat, Bella. Kemesraan mereka membuat ku iri."


Kedua nya menoleh bersamaan. Mereka langsung bertatapan dengan Ryan dan Bella yang tersenyum penuh arti menyaksikan romantisme mereka. Widya tersenyum hangat demi menyembunyikan kegugupan nya. la tidak tahu harus bersikap bagaimana saat seseorang memergoki diri nya dan Azri tengah bermesraan.


"Kamu benar-benar pergi dengan Ryan?" Widya tak berniat menggoda sahabat nya, tetapi Bella tersipu dengan sendiri nya.


"Aku sangat ingin menonton drama musikal ini. Kebetulan Ryan mengajak ku. Bagaimana aku bisa menolak nya?"


"Kamu sangat cantik saat tersipu." Ryan memeluk pinggang Bella lebih erat. Azri tersenyum miring. Ryan bisa menjadi sangat posessif jika sudah menyukai sesuatu.


"Kamu tahu, GN Group turut berkontribusi dalam drama musikal ini," ucap Ryan membuat Azri dan Widya terkejut.


"Apa?" Azri lalu menoleh ke sekeliling mencari wajah orang-orang GN Group yang di kenal nya. Widya diam-diam mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ia penasaran apakah Lia akan ada di sana juga.


"Mengenai GN Group, apa kamu tahu sesuatu tentang putri Presdir GN?" Azri masih penasaran dengan hal itu. Mustahil Ryan tidak pernah melihat nya atau mengetahui nya sama sekali.


"Kamu masih menanyakan nya juga? Bukankah sudah ku bilang aku tidak tahu apa pun?"


Widya melihat Azri sedang merenung. Meskipun membantah mati-matian Widya tahu Azri sangat terusik dengan kemiripan Lia dengan Yuna. Ia pun merasa aneh. Mungkinkah mereka memang orang yang sama?


"Informasi tentang keluarga Fernandez memang sulit sekali ditemukan. Media bahkan baru mengetahui wajah putra sulung nya akhir-akhir ini ketika mereka mengumumkan pertunangan. Karena itu aku tak heran jika kabar tentang putri Presdir Gn tidak ku ketahui," tambah Ryan.


"Sebenar nya ada apa? Aku merasa kamu sangat terganggu tentang hal itu."


"Kalau begitu apa pendapat mu tentang Yuna?"


Ryan dan Widya terkesiap. Ia memandang Widya gugup sebelum berkata, "Yang benar saja, apa hubungan Yuna dengan putri Presdir GN?"


Azri menghembuskan napas kencang. Ia sadar percuma mengajak Ryan berbicara jika pria itu belum melihat secara langsung dan ia yakin Ryan akan sama tercengang nya seperti diri nya ketika melihat Lia Fernandez.


Tak hanya Azri yang terganggu, Widya pun merasakan hal yang sama. Semakin sering Azri menyebut Lia, semakin kuat keyakinan Widya untuk meninggalkan nya. la menekan perasaan sakit nya dalam-dalam. Setidak nya untuk saat ini Azri tidak boleh menyadari kesedihan nya. Widya hanya berharap Lia tidak akan muncul di pesta ini.


"Selamat malam, Azri."


Suara lembut itu terdengar dari belakang membuat mereka berbalik. Widya merasa jantung nya membentur dada nya dengan kencang melihat Lia berdiri dengan penuh percaya diri di depan nya. Ia menajamkan mata untuk sesaat. Doa ku tidak terkabul, batin nya.


Bersambung ....


Kan Widya udah mau kasih tahu Azri tentang kehamilannya, tetapi batal.

__ADS_1


Azri nyinggung Yuna lagi : Widya sakit hati.


__ADS_2