Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Ternyata Kau Bagian Darinya?!


__ADS_3

"Sekarang kalian ke luar dari sini! Aku ingin istirahat dan kalian lanjutkan, pertengkaran di luar!" pinta Siska sambil membuka pintu kamar.


"Tapi," ucap Betran dan Siska mengibaskan tangannya.


"Neng, biar ayah di sini dan di--" ucqpannya terputus, karena Siska langsung mengibaskan tangannya.


Fajar langsung ke luar bersama Betran,karena mereka sudah tidak bisa membujuk Siska kalau gadis itu sudah mengibaskan tangan.


Sesampainya di luar, Fajar langsung menghajar Betran dengan membabi-buta, sehingga semua orang langsung melihat pemandangan itu.


"Kau sudah menghamili anakku!" Fajar menghajar Betran dan pria itu langsung menghindar, tanpa membalas Fajar.


"Bajingan aku! Gara-gara kau anakku hamil kembar!" seru Fajar.


"Maaf Ayah, kami saling mencintai," ucap Betran dengan sangat lembut sambil terus menghindar dari Fajar.


"Ke mari kau!" Fajar semakin mengejar Betran, sehingga Adnan datang karena mendengar keributan.


"Ya ampun!" Adnan langsung menarik tangan Fajar dan Menenangkan pria itu, dan meminta agar Betran pergi.


"Semuanya bubar!" pinta Adnan, karena semua orang hanya menatap pemandangan yang di ciptakan oleh Fajar dan Betran.


Adnan membawa Fajar duduk di bangku tunggu pasien, kemudian memberikan air pada pria itu.


"Tuan, sebenarnya ada apa?" tanya Adnan dengan sangat hati-hati, takut menyakiti Fajar.


Fajar mulai menceritakan semua pada Adnan, karena dia sudah tidak tahan lagi menahan rasa kesalnya pada anak sang musuh.


Adnan mengerti perasaan Fajar. Namun, dia memberikan pengertian pada pria itu agar membiarkan sang anak menikah, karena wanita akan menjadi korban jika hamil tanpa adanya seorang suami.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mencoba mengerti hal itu," ucap Fajar sambil menenangkan diri.


Adan tersenyum karena Fajar mau mendengar ucapannya, dan dia memegang pundak pria itu.


"Saya harap Tuan, mengambil keputusan dengan kepala dingin, karena jiak sedang marah maka keputusan yang kita ambil akan menjadi bumerang," ucap Adnan dengan sangat lembut.


"Terimakasih," sahut Fajar.


Adnan tersenyum dan bergegas pergi dari sana. Sebelum dia jatuh, pria itu mengentikan langkahnya, karena mengingat kalau Kenan berada di rumah sakit.


"Tuan, saya ingin menyampaikan kalau tuan Kenan koma," ucap Adnan.


Fajar langsung menatap wajah Adnan, dan berpikir sejenak.


'Biarkan dia koma, dan lebih bagus lagi kalau dia mati,' batin Fajar.


"Biarkan saja," jawab Fajar dengan ketus.


Fajar merasa penasaran akan keadaan Kenan, sehingga dia mencari tahu di mana sang menantu di rawa. Pria itu menghampiri resepsionis di sana.


"Mbak, saya mau bertanya, di mana ruang rawat Kenan Dukeun?" tanya Fajar pada wanita tersebut.


"Kamar VIP nomor 21," jawab wanita tersebut.


"Terimakasih," ucap Fajar sambil bergegas pergi dari sana, karena dia sudah tidak sabar lagi melihat keadaan sang musuh.


Saat dia berada di depan pintu kamar Kenan, dia mendengar suara yang sangat familiar sekali di telinganya.


"Kalau begitu aku pulang dulu, ya Om," ucap Zaskia, dan Kendra menahan tangan gadis itu.

__ADS_1


"Mengapa masih memanggil, Om? Bukankah, aku ini suamimu?" tanya Kendra dan Zaskia tersipu malu.


Sedangkan Fajar sangat terkejut mengetahui bahwa Zaskia dan adiknya Kenan sudah menikah, karena setahunya gadis itu menikah dan pernah mengetahui siapa pria itu.


"Baik Mas," ucap Zaskia dengan sangat lembut, kemudian dia bergegas ke luar.


Saat dia menutup kembali pintu kamar inap Kenan, gadis itu sangat terkejut melihat Fajar ada di hadapannya.


"Tuan," ucap Zaskia dengan sangat terkejut.


Fajar menarik tangan Zaskia menuju tempat yang sedikit sunyi, karena dia takut ada anak buah Kenan yang mendengar percakapannya.


"Ternyata kau selama ini bersekutu dengan mereka?!" tanya Fajar dengan sangat emosi.


"Bukan seperti itu Tuan," jawab Zaskia dengan lirih.


"Ternyata kau adalah bagian dari Kenan!" seru Fajar dengan sangat emosi.


Zaskia terdiam, karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan Fajar yang membuatnya semakin tersudut.


"Sekarang dan seterusnya, aku tidak ingin melihatmu ada di rumah!" Fajar bergegas pergi dari sana, dengan sangat emosi.


"Tuan!" teriak Zaskia. Namun, pria itu sama sekali tidak memperdulikannya.


Zaskia bingung, karena dia juga masih membutuhkan pekerjaan sehingga dia berniat akan membujuk pria itu nanti saat di rumah.


"Bagaimana cara aku menjelaskannya, karena Tuan Fajar sangat marah padaku," gumam Zaskia sambil terus berjalan.


Gadis itu bingung kalau dia di pecat dari rumah Fajar, karena dia masih ingin bersama Bella dan Tia. Kalau Zaskia tidak bekerja di sana maka otomatis dia tidak bisa bertemu dengan kedua sahabatnya lagi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2