Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Rencana Licik Miranda


__ADS_3

Happy Reading ...


Bella terdiam dan menundukkan wajahnya, karena ucapan Kenan yang akan menyakiti hati dan perasaannya.


"Tapi, mengapa aku tidak boleh mendekatinya?" tanya Beno dengan sangat penasaran.


Kenan bingung harus menjawab apa sehingga dia melirik Bella kembali, kemudian menatap wajah Beno dan memegang pundak sang asistennya.


"Dia adalah pelayan, yang sama sekali tidak pantas untukmu!" jawab Kenan.


Hati Bella kian sakit mendengar ucapan sang suami, dan dia bergegas pergi dari sana dengan air mata yang mengalir deras. Sedangkan Kenan dan Beno berpisah menuju tempat masing-masing.


Beno merasa ada yang aneh pada Kenan, karena sang majikan tidak pernah melarangnya mendekati wanita manapun, termasuk kupu-kupu malam.


"Sepertinya dia memiliki hubungan dengan pembantunya? Tapi, aku sepertinya mengenal gadis itu?" gumam Beno sambil berjalan menyusuri setiap lorong rumah Kenan.


Beno ingat kalau dia pernah melihat wajah Bella seperti wanita malam yang sedang naik daun itu.


"Astaga! Dia itu wanita yang sedang naik daun itu!" Beno menepuk keningnya, kemudian melihat kembali poto wanita malam yang ada di ponselnya.

__ADS_1


Beno membuka mata lebar-lebar, dan melihat banyaknya perbedaan antara gadis itu dan wanita malam.


"Kenapa mereka berbeda? Wanita yang tadi, sedikit gemuk dan memiliki rambut pendek berwarna hitam. Sedangkan yang ada di poto memiliki rambut merah?" tanya Beno dengan heran.


Pria itu kembali berpikir, kalau wajah kedua gadis itu berbeda, dan mungkin karena di ponselnya.


'Mana mungkin ada orang yang sangat mirip seperti itu. Aku rasa mungkin karena ponselku yang sudah rusak ini,' batin Beno.


Pria itu langsung berjalan menuju ruang tamu dan berkumpul bersama Kenan dan yang lainnya, sambil terus melihat Bella yang menggunakan masker penutup wajah.


Ya, Kenan yang meminta gadis itu mengunakan masker penutup wajah. Sebab, dia takut semua rekan bisnisnya mengingat Bella yang menjadi wanita malam.


Kenan langsung menganggukkan kepalanya, sambil terus menatap Bella yang tengah membereskan meja-meja yang berserakan.


"Apa dia itu sakit?" tanya rekan bisnisnya lagi.


"Tidak," jawab Kenan cepat.


Miranda hanya mendengkus kesal, karena Kenan terus menerus menatap wajah Bella meskipun gadis itu memakai masker penutup wajah.

__ADS_1


'Kau kali ini masih bisa tersenyum Bella. Tapi, di akhir nanti kau akan mananggis darah,' batin Miranda licik.


Wanita itu sudah menyusun rencana untuk akhir acara, karena nanti mereka semua akan berjoget bersama. Sehingga Kenan tidak akan mengetahui rencana jahatnya untuk Bella.


Mereka semua mulai dengan jamuan makan malam Kenan, dan bercerita bersama-sama. Setelah selesai mereka langsung bergegas menuju ruangan yang sudah di siapkan untuk berjoget bersama.


Terlihat di sana ada seorang DJ cantik dan seksi yang di siapkan oleh Miranda untuk semua rekan bisnis Kenan.


"Ken, aku ke luar sebentar, ya." Miranda bergegas pergi dari sana karena Kenan sudah menganggukkan kepala.


Miranda bergegas masuk ke dalam dapur, dan mencampur jus dengan obat. Entah obat apa itu yang membuatnya tersenyum penuh kemenangan.


"Kau lihat nanti!" Miranda berjalan menyusuri setiap lorong rumahnya, mencari keberadaan seseorang.


Wanita itu menghampiri Bella yang tengah membawa piring kotor, kemudian menarik tangan gadis itu.


"Bella, minumlah ini," ucap Miranda.


Belum sempat Bella menjawab, datanglah salah satu rekan bisnis Kenan dan menyapa Miranda.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2