
Heppy Reading ...
Miranda tersenyum dan bernyanyi sambil menggosok setiap inci tubuhnya, karena dia habis melakukan olahraga panas bersama Kenan tadi.
"Aku akan membuatmu selalu bahagia saat bersama ku, dan tidak akan aku biarkan kau bersamanya," ucap Miranda dengan sangat halus.
Wanita itu tersenyum bahagia, walaupun Kenan sering meniduri madunya, tetap saja masih seperti dulu saat tidur bersamanya.
*
*
*
Seorang pria dewasa bertubuh kekar, memiliki luka tepat di pipinya sedang duduk sambil menghisap rokok dan meminum segelas bir.
"Katakan padanya, aku menunggu di tempat biasa dan jangan membuatku menunggunya!" pinta pria tersebut pada anak buahnya.
"Siap Bos!" Anak buahnya bergegas pergi dari sana untuk melaksanakan tugas.
Pria itu tertawa sambil memandangi wajah orang yang sangat di bencinya.
"Karena kau! Aku kehilangan istri dan anakku! Tapi, tidak apa-apa, karena kau sudah kehilangan anak mu!" seru pria tersebut.
Saat tengah tertawa datanglah sang anak dengan pakaian seksi dan memeluknya dengan erat.
"Ayah, bisakah aku tidak lagi menjalankan misi-misi mu?" tanya wanita berambut pendek itu.
Pria bertubuh kekar itu tersenyum, kemudian membisikkan sesuatu di telinga sang anak, membuat gadis itu langsung bergembira.
"Terimakasih Ayah, aku akan selalu menjalankan tugasmu dengan baik. Apakah kita akan menjebaknya?" tanya gadis itu sambil menunjuk sebuah poto.
"Iya, dia adalah Kenan Dukeun, ayah Adam Dukeun!"
Gadis itu tidak percaya mendengar sang anak mengutusnya untuk menjebak pria itu, yang sudah di pastikan akan membuatnya terjebak akan jebakannya sendiri.
*
*
*
Kenan sudah sampai di rumah sakit bersama ketiga pelayanannya, yang salah satu terdapat mertua yang sama sekali tidak di anggapnya itu.
__ADS_1
Kenan membiarkan ketiga pelayanannya masuk ke dalam ruangan Bella, karena dia tidak ingin mendengar percakapan yang dramatis, dan memilih untuk pergi sebentar ke taman.
Suasana haru datang, saat Bella membuka mata dan melihat ketiga orang yang sangat di sayangnya, ada di hadapannya.
"Kami sangat mencemaskan keadaan mu, Nak." Astuti memeluk sang anak dengan sangat rindu yang dalam.
Bella menatap heran pada ketiga orang yang ada di hadapannya, memakai baju hitam seperti akan menghadiri acara pemakaman.
"Apa ada yang meninggal dunia?" tanya Bella sambil menatap wajah Tia, yang sejak tadi hanya tersenyum saja.
"Tidak!" jawab ketiga orang yang ada di saja dengan serempak.
"Sebenarnya ... " Tia menceritakan semua yang terjadi di rumah tadi, dan Bella hanya diam karena tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Sudahlah, lupakan saja! Lagi pula saat ini kamu sudah selamat," sahut pak Asep.
"Iya," jawab Astuti dan Tia bersamaan.
Mereka melanjutkan kembali cerita sampai satu jam lamanya, dan Kenan masuk ke dalam sambil memberikan kode.
"Bella, kami semua pulang dulu, ya," ucap Astuti sambil mencium kening sang anak dengan sangat lembut.
Bella bersedih karena sang ibu harus pulang, yang hanya menyisakan dia dan suaminya. Padahal gadis itu ingin sekali berdua dengan ibunya. Namun, mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena Kenan sudah memutuskan keinginannya .
"Supir akan mengantar kalian kembali," ucap Kenan dengan sangat ketus. Namun, sedikit perhatian pada ketiga pelayanannya.
Setelah semua pergi, Kenan menghampiri Bella dan berbisik, "Jangan lupa kewajiban mu sebagai seorang istri."
Bella menelan ludahnya dalam-dalam, karena tahu apa yang di maksudkan oleh sang suami tadi, dan dia hanya menganggukkan kepala.
"Apa haid mu sudah selesai?" tanya Kenan sambil menatap wajah takut Bella. Sebab gadis itu masih trauma pada suaminya sendiri.
"Be-belum Tuan," jawab Bella gugup, karena takut sudah berbohong pada suaminya sendiri.
"Sial!" seru Kenan.
Sebab, pria itu akan ke luar kota untuk beberapa minggu ke depan, dan harus menahan hasratnya pada Bella. Entah mengapa dia sangat candu pada tubuh gadis itu.
"Maaf Tuan, ini bukan kemauan saya," ucap Bella dengan keberanian yang mendalam.
Kenan tidak menggubrisnya, dan memilih untuk tidur di sofa sambil menenangkan emosinya. Sebab Bella sedang sakit.
'Aku masih berbaik hati padanya, karena kami ada di rumah sakit. Lihat saja! Kalau sudah pulang nanti,' batin Kenan licik.
__ADS_1
Tanpa disadari oleh mereka, Adnan sejak tadi menguping pembicaraan Bella dan Kenan. Membuat Dokter muda itu mempercayai semuanya.
'Ternyata semuanya benar, kalau mereka sudah menikah. Tapi, untuk apa Bella menjadi istri kedua calon mertuanya itu?' batin Adnan penuh tanya.
Dokter muda itu tidak menyangka kalau Bella mau menjadi istri kedua dan di simpan statusnya dari publik.
"Aku jadi kasihan padanya. Semoga aku bisa mengetahui apa saja yang di sembunyikan oleh Bella," ucap Adnan.
*
*
*
Keesokan harinya ...
Pagi ini Bella sudah di perbolehkan pulang, dan kini ia tengah bersiap-siap bersama sang suami. Namun, terlihat jelas kalau mereka memiliki dendam masing-masing.
"Bisa jalan sendiri, 'kan?" tanya Kenan dengan cuek sambil membawa beberapa barangnya.
Bella hanya menganggukkan kepala, kemudian berjalan ke luar dari kamar inapnya sambil membawa obat-obatan. Pria itu sama tidak memperdulikan sang istri yang baru saja sembuh.
'Kenapa Om Kenan berubah seperti ini? Apa aku membuat kesalahan besar?' batin Bella penuh tanya.
Setelah sampai di luar, Kenan langsung masuk ke dalam mobil begitu juga dengan Bella. Namun, saat dia duduk di samping suaminya, pria itu menatap tajam ke arahnya.
"Siapa yang menyuruhmu duduk di sini!?" tanya Kenan dengan penuh emosi.
Bella langsung turun dan duduk di depan bersama sang supir, karena dia lupa kalau Kenan tidak mau duduk sebangku dengannya.
'Aku ini seperti istri simpanan, yang hanya memuaskan hasratnya. Tidak ada sedikitpun mendapatkan hak sebagai seorang istri pada umumnya,' batin Bella lirih.
Selama di perjalanan, Bella hanya menatap ke arah luar sedangkan Kenan sibuk mengobrol bersama Miranda dari telpon. Gadis itu tidak memperdulikan percakapan mereka yang akan pergi berlibur besok.
'Aku hanya berdoa agar Tuhan, memberikan aku suami yang sayang padaku dan memperlakukan aku sebagai seorang istri pada umumnya,' batin Bella lirih.
Hati wanita mana yang tidak sakit mendengarkan percakapan antara suami dan istri pertama suaminya. Yang membahas tentang bulan madu di luar kota hanya berdua saja.
Walaupun Bella tahu kalau dirinya hanya sebatas pelampiasan hasrat, dia tetap merasa cemburu pada Miranda yang selalu mendapat perlakuan Kenan yang sangat manis.
Salahkah dia menginginkan hal yang sama? Karena, Bella juga istri sah Kenan, meskipun pernikahan mereka tidak di ketahui oleh publik.
Setelah sampai di rumah, Bella langsung turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam bersama Kenan. Walaupun dia berjalan di belakang sang suami tetap saja membuatnya bahagia.
__ADS_1
'Walaupun aku tidak menginginkan pernikahan ini, tetap saja aku ingin di perlakukan seperti seorang istri pada umumnya,' batin Bella.
Bersambung.