
Happy reading....
Bella terbangun dan merasa sangat gelisah, karena sang ibu sampai saat ini tak kunjung pulang. Gadis itu berjalan mondar-mandir memikirkan tentang ibunya ada di mana dan bersama siapa.
'Kenapa ibu belum juga pulang. Ya? Aku sangat khawatir akan keadaanya. Mengapa dia tidak kembali? Memangnya, dia pergi ke mana dan menemui siapa?' batin Bella sambil berpikir.
Bella naik ke atas tempat tidur dan masuk ke dalam selimut, dan mencoba untuk menidurkan tubuhnya lagi. Sebab, masih sangat pagi.
"Kalau saja ada tuan Kenan di sini, mungkin aku bisa lebih nyenyak lagi tidur," ucap Bella lirih.
Ya, Kenan malam ini tidak tidur bersamanya melainkan bersama Miranda karena wanita itu demam, dan rasa iri mulai muncul di pikirannya yang juga masih demam.
"Aku juga masih dendam. Tapi, Tuan Kenan tidak datang ke sini melainkan tetap bersama istrinya," ucap Bella lirih.
Dia tahu Kenan memiliki istri, dan dia juga tidak mencintai pria itu. Tetap saja Bella menginginkan manjaan dari suaminya. Ya, walaupun itu akan sangat sulit baginya.
*
*
*
Kenan cemas memikirkan Bella yang masih sakit. Namun, dia tetap harus bersama Miranda yang sejak tadi demam tinggi dan tidak mungkin dia tinggalkan.
'Aku sangat mencemaskan keadaan Bella. Bagaimana dengannya saat ini? Apa dia sudah sembuh?' batin Kenan sambil bertanya.
Kenan melihat adanya tanda merah kepemilikan di leher Miranda, dan dia mengingat tidak pernah membuat tanda itu. Sebab, mereka belum berhubungan lagi.
"Tanda itu, siapa yang membuatnya?" tanya Kenan pada Miranda yang masih tertidur pulas, dan tidak menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
Hati Kenan kian gelisah melihat tanda merah itu, dan dia berniat mencari tahu apa yang so kerjakan sang istri di belakangnya. Apakah Miranda berselingkuh di belakangnya?
2 jam kemudian ...
Setelah pagi hari tiba pukul 07.00 WIB, Kenan bergegas pergi meninggalkan Miranda yang sudah bangun dan wanita itu tidak demam lagi.
Kenan berjalan dengan perlahan masuk ke dalam kamar Bella, dan melihat gadis itu masih tidur pulas. Dia pun menghampiri sang istri kemudian mencium seluruh wajahnya.
"Aku sangat mengkhawatirkan keadaan mu," gumam Kenan sambil terus menciumi seluruh wajah Bella, sampai orangnya terbangun.
"Tuan," ucap Bella dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
Bella bangun dan duduk kemudian dia menatap wajah Kenan yang terlihat sangat tenang, tidak seperti biasanya yang selalu memancarkan wajah seram.
'Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat sangat tenang hari ini, tidak seperti biasanya Tuan Kenan akan marah padaku?' batin Bella sambil berpikir.
"Kau sudah sembuh?" tanya Kenan dengan sangat lembut untuk yang pertama kalinya pada Bella.
Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya, karena dia merasa sangat takut akan sikap Kenan yang sangat manis padanya.
"Baguslah kalau kau sudah sembuh. Sekarang buatkan sarapan untukku!" punya Kenan pada sang istri.
Sebab, dia sangat merindukan masakan Bella yang sangat cocok untuknya.
"Baik Tuan, saja permisi pergi sekarang." Bella bergegas bangun masuk ke dalam kamar mandi.
Karena sejak tadi dia belum membersihkan diri sama sekali. Setelah selesai ia langsung bergegas pergi menuju dapur saat sang suami tertidur pulas.
Sebelum masuk ke dalam dapur, Bella berjalan menuju kamar sang ibu yang sudah tiga hari tidak pulang.
__ADS_1
"Semoga ibu ada di dalam," gunma Bella sambil berjalan masuk ke dalam kamar sang ibu.
Ceklek!
Mata Bella membulat sempurna saat melihat sang ibu tengah tertidur pulas di tempat tidur. Dengan sangat cepat menghampiri ibunya.
Bella memeluk Astuti dengan sangat lembut, sambil menangis tersedu-sedu dan sang ibu langsung terbangun.
"Bu, kenapa sudah tiga hari ini Ibu tidak ada di rumah?" tanya Bella dalam tangisannya.
Astuti tersenyum dan mengelus-elus rambut putrinya dan mencium puncak kepala sang anak.
"Ndok, ibu kecelakaan beberapa hari lalu, dan Dokter Adnan merawat ibu," ucap Astuti dengan sangat lembut.
Bella berhenti menangis dan bangun, kemudian menatap wajah sang ibu.
"Kenapa Dokter Adnan tidak memberitahu kami? Kalau Ibu kecelakaan?" tanya Bella dengan sangat lembut.
Astuti bangun dan memeluk sang anak dengan erat dan rasa rindu yang mendalam.
"Kalau itu ibu tidak tahu," jawab Astuti.
Bella teringat kalau dirinya harus memasak makanan untuk sang suami, dan melepaskan pelukan sang ibu.
"Bu, Bella masak untuk tuan Kenan dulu," ucap Bella sambil bergegas bangun.
"Iya sana cepat, nanti ibu bantu," sahut Astuti.
Bersambung.....
__ADS_1