
Zaskia berjalan masuk ke dalam rumah Fajar, dan melihat Bella bersama sang ayah tengah bercanda tawa bersama di ruang tamu.
"Permisi Tuan." Zaskia menghampiri Fajar dan Bella.
Keduanya langsung menoleh dan menatap wajah Zaskia yang terlihat sedang menyembunyikan sesuatu.
"Ada masalah, Zaskia?" tanya Fajar dengan sangat lembut dan gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya, saya minta izin agar di perbolehkan pulang dan bekerja dari rumah. Karena, suami saya akan tinggal di rumah," jawab Zaskia.
Sontak membuat Fajar terkejut, karena dia tidak mengetahui kalau Zaskia sudah menikah. Sedangkan Bella terkejut sebab Kendra akan tinggal bersama sang sahabat.
"Sejak kapan kamu menikah?" tanya Fajar dengan sangat terkejut.
"Sejak Tuan ke luar negeri," jawab Zaskia dengan jujur, karena dia berpikir cepat atau lambat rahasianya akan terbongkar juga.
Fajar menyetujui permintaan Zaskia, karena dia memiliki hutang Budi pada gadis itu yang sudah menyelamatkan.
"Kalau perlu apa-apa, jangan sungkan katakan saja," ucap Fajar dengan sangat lembut, dan Zaskia menganggukkan kepalanya.
Gadis itu hendak pergi. Namun, langkahnya terhenti saat Bella memanggilnya.
"Tunggu!"
Zaskia langsung menoleh, begitu juga dengan Fajar menatap Bella karena dia heran mengapa sang anak memanggil Zaskia? Padahal, tadi gadis itu sudah hendak pergi.
__ADS_1
"Iya," jawab Zaskia.
"Ikut aku ke kamar!" Bella mendorong kursi roda sendiri. Namun, Zaskia langsung membantu gadis itu.
Mereka bergegas pergi dari sana, dan meninggalkan Fajar seorang diri membuat pria itu langsung pergi mencari keberadaan sang istri.
.
.
.
Setelah sampai di dalam kamar, Zaskia membawa Bella menuju sofa dan duduk di sana.
"Itu ... " Zaskia tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena dia bingung harus jujur atau bohong.
'Ya Tuhan, apa yang harus aku jawab?' batin Zaskia sambil berpikir.
Bella kesal karena melihat wajah Zaskia yang terlihat sangat jelas menyembunyikan sesuatu darinya.
"Katakan!" sentak Bella membuat Zaskia terkejut dan langsung menjawabnya.
"Mereka sudah bangkrut!" Zaskia menutup mulut menggunakan kedua tangannya, karena sudah keceplosan.
Bella terdiam, karena dia berpikir hal itu akan sangat mustahil bagai Kenan Dueken yang menjadi konglomerat nomor dua di kota mereka.
__ADS_1
"Kamu bohong?" tanya Bella sambil menatap wajah Zaskia. Sebab, dia takut gadis itu hanya berbohong.
Zaskia menggelengkan kepalanya, karena dia benar-benar berkata jujur pada Bella. Namun, gadis itu meragukannya.
"Untuk apa aku bohong, kau ingin melihatnya?" tanya Zaskia sambil menatap wajah Bella, dengan sangat serius.
Bella berpikir, kemudian mengingat kalau dirinya tidak bisa berjalan karena sang suami yang sangat keji padanya.
'Aku tidak akan memikirkan tentang dia lagi, biarkan saja dia seperti apa di luar sana. Aku akan menjalani hidup bersama anakku,' batin Bella.
Gadis itu merasa sedih mendengar Kenan bangkrut. Namun, dia juga sakit karena sang suami yang membuatnya tidak bisa berjalan lagi dan hampir saja melenyapkan calon anaknya.
"Ya sudah, aku tidak ingin memikirkan tentang dia lagi, dan aku mohon jangan beritahukan dia aku di sini!" pinta Bella pada Zaskia.
Gadis itu mengangguk kepala, walaupun dia juga takut keceplosan dan membocorkan rahasia Bella pada Kenan.
"Baiklah, kalau begitu aku lanjutkan pekerjaan ku dulu." Zaskia bergegas pergi dari sana dan meninggalkan Bella.
Bella terdiam, kemudian dia menidurkan tubuh karena tiba-tiba saja perutnya keram saat Zaskia menceritakan tentang Kenan.
"Nak, kita berdua saja. Ya?" tanya Bella sambil mengelus-elus perut yang masih rata.
Hati gadis itu juga sakit mendengar cerita tentang Kenan. Namun, dia harus melupakan pria yang sudah di anggap sebagai ayah itu.
'Aku sangat menyayangi tuan Kenan, karena dia sudah seperti orang tua ku saat aku masih kecil dan dewasa. Namun, karena kesalahpahaman dia sangat membenci ku,' batin Bella lirih.
__ADS_1