
Adnan sangat bingung, karena dia jelas-jelas melihat pria itu adalah ayah Bella, karena mereka berpelukan dan saling memanggil dengan sebutan anak dan ayah.
"Tuan, mana mungkin saya salah. Benar-benar pria itu adalah ayahnya Bella. Sebab, dia ada mendonorkan darah waktu itu," ucap Adnan.
Kenan terkejut, dan penasaran siapa ayah Bella yang sebenarnya. Mengapa dia tidak tahu selama ini tentang hal itu.
"Siapa pria itu?" tanya Kenan dengan sangat penasaran.
Adnan menggelengkan kepalanya, karena dia tidak tahu siapa pria yang menjadi ayah Bella. Sebab, tidak pernah melihatnya.
"Ke mana mereka membawa Bella?" gumam Kenan.
Kenan bergegas pergi dari ruangan Adnan, karena dia ingin pulang dan bertanya pada Mang Asep atau Tia. Karena, mereka pasti tahu apa saja tentang Bella.
Pria itu menaiki taksi. Sebab, tidak ada yang menjemputnya atau menunggunya di rumah sakit. Entah mengapa Kenan juga tidak tahu, padahal anak buahnya sangat banyak.
Setelah sampai di rumah, Kenan langsung berjalan dengan perlahan masuk ke dalam. Namun, dia merasa heran karena rumahannya terlihat sangat sunyi.
"Ke mana semua orang, apa mereka semua bercuti?" tanya Kenan pada diri sendiri.
Pria itu bergegas pergi menuju kamarnya, dan melihat tidak ada siapapun. Sehingga dia berjalan ke luar dan mencari keberadaan Mang Asep dan Tia.
"Ke mana mereka semuanya?" tanya Kenan sambil terus berjalan, dan dia mengentikan langkahnya di depan pos satpam.
"Pak, kenapa semua orang tidak ada?" tanya Kenan sambil menghampiri satpam tersebut.
"Sebenarnya Tuan ... " satpam tersebut menceritakan semua yang terjadi, saat dia tidak sadarkan diri selama satu Minggu lamanya.
__ADS_1
Kenan terdiam dan duduk di pos satpam, sambil memikirkan tentang dirinya yang terlalu egois hanya memikirkan egonya saja.
'Rumah ini sangat sepi saat Bella dan yang lain pergi, apa ini karma untukku? Tapi, salahkan aku ingin membalas kematian Adam, apakah Bella tidak menyesali perbuatannya?' batin Kenan lirih.
Pria itu sangat sakit mengingat kembali saat Adam meninggal di tangan Bella, karena dia tidak tahu apa masalahnya sampai gadis sepolos Bella tega melakukan hal keji itu.
"Taun, saya antar masuk ke dalam?" tanya satpam tersebut dan Kenan menggelengkan kepalanya.
Pria itu berjalan masuk ke dalam, dan bergegas pergi menuju kamar Bella dan masuk kemudian dia duduk di bibir ranjang, sambil mengingat betapa kejamnya dia pada sang istri.
"Salahkah aku menyiksanya, atas perbuatannya pada Adam?!" tanya Kenan sambil menangis.
Hatinya kian sakit mengingat kembali semua yang terjadi padanya, dari awal sang anak meninggal sampai perlakukan pada Bella yang keji.
.
.
.
"Bella, sebentar lagi dokter Hazrul akan memeriksa mu," ucap Fajar dengan Sangat lembut.
"Baik, Ayah." Bella menjawab dengan sangat lembut sambil tersenyum. Sebab, sang ibu tidur di dalam pangkuan ayahnya.
Tak berselang lama, akhirnya pintu terbuka dan seorang dokter tampan berwajah Turki masuk ke dalam.
"Herkesten özür dilerim / Permisi semuanya," ucap Hazrul dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Tamam arkadaşım/ Baik sahabat ku," jawab Fajar dengan senyuman manisnya.
Bella hanya cengengesan, karena dia tidak mengerti apa yang sedang di bicarakan sang anak, dan dokter tampan tersebut. Walaupun dia dulu sering ke Turki tetap dia tidak bisa berbahasa Turki.
"Merhaba küçük kız/ Hai gadis kecil," ucap Hasrul sambil memeriksa keadaan Bella.
Gadis itu hanya diam, karena dia sama sekali tidak tahu apa yang di bicarakan oleh dokter tersebut.
"Türkçesi iyi değil/ dia tidak pandai bahasa Turki," ucap Fajar dengan sangat lembut dan dokter tampan tersebut tertawa.
"Maaf Nona, saya kira kamu pandai," ucap Hasrul.
Bella membuka mulutnya lebar-lebar, karena mendengar Dokter tersebut bisa berbahasa Indonesia.
'Kenapa gak dari tadi sih, 'kan aku gak susah-susah berpikir apa artinya bahasa dia,' batin Bella kesal.
"Dokter, kenapa kaki saya tidak bisa di gerakan secara sempurna?" tanya Bella dengan sangat lembut.
Hasrul menatap wajah Fajar, dan pria itu mengedipkan sebelah mata agar dokter tersebut merahasiakan masalah besar itu dari Bella.
"Nona, sebenarnya itu terjadi karena kamu terjatuh dari atas tangga," jawab Hasrul dengan jujur.
Sebab, dia sebagai dokter tidak bisa berbohong. Namun, dia tidak mengatakan kalau gadis itu tidak bisa berjalan, karena Bella tidak bertanya.
"Apakah saya boleh pulang?" tanya Bella, karena gadis itu sudah tidak sanggup berlama-lama di rumah sakit.
BERSAMBUNG...
__ADS_1