Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Kenangan Masa Lalu


__ADS_3

Happy reading ....


Miranda memegang foto putra semata wayangnya, yang sudah meninggal dunia beberapa bulan yang lalu.


"Ken, lihatlah anak kita! Sedang apa dia di sana?" tanya Miranda dengan lirih dan menangis tersedu-sedu.


Kenan memeluk sang istri dengan sangat lembut, sambil mengelus-elus rambut Miranda.


"Sayang, jangan menangis lagi! Biarkan wanita itu saja yang menangis!" pinta Kenan pada sang istri.


Miranda tersenyum, karena sudah berhasil membuat Kenan semakin membenci Bella yang artinya posisinya kian aman.


'Walaupun Kenan berkata hanya ingin menyiksa Bella, aku tetap khawatir akan posisiku sebagai Nyonya di sini,' batin Miranda.


Miranda merasa takut posisinya akan digantikan oleh Bella sewaktu-waktu, karena tidak ada yang tidak mungkin terjadi bukan? Wanita itu sangat menyesali permintaan pada sang suami enam bulan yang lalu.


'Wanita ja-lang, aku akan membuatmu tidak ingin melihat matahari besok!' geram Kenan dalam hatinya.


Kenan kian membenci Bella karena hasutan demi hasutan di berikan oleh Miranda, agar suaminya itu menceraikan Bella.


"Aku pergi dulu, karena ada sesuatu yang akan aku sampaikan padanya." Kenan bergegas bangun dan pergi dari kamar istri pertamanya.


Miranda tertawa lepas melihat sang suami pergi dengan keadaan sangat marah dan dendam yang membara.


"Ja-lang busuk! Aku tidak akan membiarkanmu mengambil Kenan dariku!"


*


*


*


Kenan membuka pintu kamar Bella dan melihat gadis itu tengah merapikan penampilan, sontak membuatnya bergairah dan mengingat bahwa gua milik sang istri tengah banjir.


'Sial, dia sedang datang bulan. Tidak mungkin aku menyentuhnya sekarang,' batin Kenan. Sambil berjalan naik ke atas tempat tidur.


"Hei ja-lang! Kemarilah!" Kenan menepuk ruang kosong di sampingnya agar Bella datang.


"Baik Tuan." Bella bergegas naik ke atas tempat tidur dan duduk di samping Kenan, kemudian mulai memijat seluruh tubuh sang suami.


Cukup lama Bella memijat Kenan sampai pria itu terlelap, dan dia juga ikut terlelap di samping tubuh sang suami tanpa sadar.


*

__ADS_1


*


*


Astuti sangat sedih mengingat kembali kejadian tadi saat Bella hendak bunuh diri, dan tekatnya semakin kuat untuk mencari keberadaan mantan suaminya.


'Kenapa kamu cuma membawa Siska saja mas? Sedangkan Bella di sini tersiksa oleh majikanku,' batin Astuti lirih.


Hati Astuti kian sakit mengingat kembali perubahan sikap Kenan padanya dan Bella, sejak kematian Adam beberapa bulan yang lalu. Dia dan anaknya sama sekali tidak tahu mengapa pria itu berbuah drastis seperti saat ini.


Padahal, Kenan sangat menyayangi Bella dari anaknya itu kecil. Sebab, mereka sudah tinggal di rumah Kenan dari umur Bella lima tahun.


Flashback on ...


Astuti tengah menyiapkan sarapan, dan Bella sedang bermain di halaman belakang seorang diri, lalu datanglah Kenan bersama Adam.


Adam masih berusia satu tahun, dan baru belajar berjalan. Kenan dan anak menghampiri Bella dan bermain bersama.


"Bella, berteman baik. Ya, sama Adam," ucap Kenan dengan sangat lembut dan Astuti hanya melihat saja.


"Iya Om," jawab Bella dengan celat, karena gadis itu belum lancar betul berbicara.


Kenan menggendong Bella dan juga Adam secara bersamaan, karena pria itu sangat menyayangi anak pembantunya seperti anak sendiri.


Astuti tersentuh melihat pemandangan itu, karena Bella sama sekali tidak tahu di mana ayah kandungnya berada.


Flashback off ...


Malam hari tiba ...


Kenan terbangun, dan merasa lengannya pegal dan melihat ternyata Bella tidur di dalam pelukan. Pria itu diam sejak sambil menatap wajah gadis yang tengah tertidur pulas.


Hatinya masih sangat sakit mengingat kembali kejadian beberapa bulan lalu, dan dia langsung menyingkirkan kepala Bella dari lengannya kemudian dia bergegas pergi dari sana.


Kenan berjalan menuju balkon kamar Adam sambil membawa bola yang biasa di mainkan oleh sang anak di halaman rumah.


"Adam, kenapa kamu pergi begitu cepat? Kami sangat merindukanmu Nak," ucap Kenan lirih.


Pria itu sedih mengingat kalau dia hanya memiliki satu orang anak, yang sekarang sudah meninggal dan sang istri sudah tidak bisa lagi memiliki anak. Karena, umurnya sudah memasuki kepala empat.


"Andai dulu aku dan Miranda memiliki anak banyak, pasti saat ini masih ada adik-adiknya Adam yang menghibur kami," ucap Kenan dengan sangat sedih.


Dia sangat menyesali keputusannya untuk memiliki satu anak saja, karena waktu itu ada Bella yang sudah di anggapnya sebagai anaknya.

__ADS_1


Kenan tidak mau mempunyai anak dari Bella, sebab itu dia meminta sang istri meminum pil kontrasepsi agar mereka tidak memiliki anak. Keputusan yang di ambilnya adalah keinginan dari Miranda sebagai permintaan karena dirinya menikah lagi.


*


*


*


Bella terbangun dan melihat suaminya sudah tidak ada lagi, sehingga dia langsung bangun dan merapikan tempat tidur juga penampilannya agar Kenan tidak marah melihat ia seperti singa yang baru bangun tidur.


Setelah merapikan penampilannya, Bella duduk di bibir ranjang sambil mengingat kembali saat Kenan sangat menyayangi dia seperti anak sendiri. Gadis itu meneteskan air mata tak kuasa mengingatnya.


Flashback on ...


Bella tengah membuat dua gelas kopi untuk calon mertuanya dan calon suaminya. Setelah selesai dia langsung membawanya menuju taman belakang dan meletakan di meja kemudian duduk.


"Silahkan di minum semuanya," ucap Bella dengan sangat lembut.


Kenan tersenyum begitu juga dengan Adam, dan mereka berdua langsung meminum kopi buatan Bella.


"Enak sekali kopi ini, manis, seperti yang membuatnya," puji Kenan, membuat Bella tersipu malu.


"Benar sekali Pa, sangat enak. Tapi, lebih manis yang membuatnya," tambah Adam, membuat Bella kian malu akan pujian dari kedua pria itu.


Kenan memeluk Bella dan Adam secerah bersamaan, karena kedua anaknya selalu di peluk seperti ini dari mereka masih kecil.


Flashback off ...


"Iya Om, manis!"


Bella terkejut dan refleks berkata apa yang tengah di ingatnya tadi, saat tangan kekar menyentuh bahunya secara tiba-tiba. Entah dia yang tidak mengetahui kedatangan orang tersebut.


"Maaf," ucap Bella pelan.


Kenan menaikkan sebelah alisnya, mengingat ucapan Bella tadi dan dia mengambil kesimpulan bahwa gadis itu tengah mengingat masa lalu mereka.


'Om? Mungkin dia mengingat masa-masa saat Adam belum meninggal. Dasar ja-lang busuk!' geram Kenan dalam hatinya.


Bella bergegas pergi dari hadapan Kenan, karena ia akan menyiapkan makan malam untuk sang suami seperti biasanya.


Kenan tidak melarang kepergian Bella, karena dia kecewa akan apa yang di ingatnya saat Adam meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


'Aku tidak boleh mengingat masa-masa itu, karena itu hanyalah alibi dia saja agar aku percaya padanya. Sudah cukup! Selama ini dia membohongi kami semua akan kepolosannya,' batin Kenan.

__ADS_1


Walaupun pria itu menikahi Bella yang masih perawan, tetap saja dia tidak bisa mempercayai wanita yang selama ini sudah menipunya dan keluarganya dengan mentah-mentah.


Bersambung.


__ADS_2