
Happy Reading ...
Bella masuk ke dalam kamar dan menidurkan tubuhnya, sambil terus mengingat kembali saat Kenan berbicara dengan Miranda di telpon tadi. Betapa sakit hatinya mengingat kembali kejadian itu.
"Dam, andai saja kita menikah dan bahagia seperti papamu dan mamamu," ucap Bella lirih.
Gadis itu menangis membayangkan betapa kejamnya suaminya yang dulu menjadi calon mertuanya. Tidak pernah terbesit di dalam pikirannya akan menjadi istri kedua dalam hidupnya.
"Maafkan aku, sudah menikah dengan papamu, karena semua paksaan dari mamamu." Bella menangis tersedu-sedu sambil mengingat malam itu saat dirinya menikah dengan Kenan.
*
*
*
Kenan berjalan masuk ke dalam kamar istri pertamanya untuk menyelesaikan janji pada Miranda semalam. Sebab, sang istri marah jika janjinya tidak terpenuhi.
Saat dia masuk ke dalam, terlihat kamar tersebut sangat wangi dan terhias rapi seperti pengantin baru.
"Untuk apa semua ini, Miranda?" tanya Kenan sambil tersenyum manis.
Tidak ada jawaban dari pertanyaannya tadi, dan dia langsung masuk ke dalam kemudian mengunci pintu lalu matanya melirik ke arah sang istri. Terlihat Miranda sangat seksi di matanya pagi ini.
Bahkan, wanita itu juga terlihat sangat muda dari usianya yang sudah memasuki usia kepala empat.
"Sayang, sebelum kau pergi ke luar kota. Ayo kita berolahraga panas bersama." Miranda menghampiri Kenan dan bergelayut manja di lengan kekar itu.
Kenan tersenyum dan mencubit bibir seksi Miranda karena sudah membuatnya seperti buaya yang terdampar.
"Bukankah kita akan pergi bersama?" tanya Kenan sambil melepaskan satu persatu benang yang menempel di seluruh tubuhnya.
Miranda tidak menjawab dan langsung menerkam Kenan seperti kucing yang tengah berhadapan dengan singa betina.
Kenan hanya diam di perlakukan seperti itu oleh sang istri, karena dia tidak mau sampai Miranda kecewa atau apapun itu. Yang terpenting adalah kebahagiaan istri pertamanya.
Satu jam kemudian ...
Miranda tertidur lemas di atas tempat tidur dan Kenan langsung bergegas membersihkan diri, karena ingin menemui Bella dan memberikan hadiah untuk gadis itu yang sudah membuatnya tidak tenang saat berolahraga panas bersama Miranda.
Setelah selesai membersihkan diri, Kenan bergegas memakai baju dan ke luar dari dalam kamar berjalan menuju kamar Bella.
Kenan masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, sehingga Bella terkejut saat dia sedang berganti baju dan cepat-cepat menyelesaikannya.
"Untuk apa berganti baju?" tanya Kenan sambil mendekati Bella.
__ADS_1
Bella bingung harus berkata apa, karena dia ingin pergi sebentar mencari udara segar dan hal itu sudah di pastikan tidak mendapat persetujuan dari sang suami.
"Terlihat kau ingin ke luar ya, dari gaya penampilan mu?" tanya Kenan cepat.
Sebab, Kenan sangat hapal akan penampilan Bella yang sehari-hari hanya mengunakan daster dan piyama. Berbeda dengan siang ini yang terlihat mengenakan dres cantik.
"Tidak ada, hanya ingin berganti baju saja," jawab Bella dengan dusta. Karena dia sudah lelah selalu saja di kurung.
Tidak pernah di bebaskan walaupun hanya membeli bakso yang ada di pinggir jalan dekat rumahnya.
"Aku ingin kau memijat ku!" Kenan langsung menarik tangan Bella naik ke atas tempat tidur, sehingga mereka berdua terjatuh dan saling menatap satu sama lain.
Bella langsung bangun dan merapikan penampilannya, kemudian menjalankan apa yang di perintahkan oleh Kanan. Cukup lama gadis itu memijat sang suami sampai dia tertidur pulas.
Kenan hanya diam menatap wajah sang istri yang terlihat sangat lelah dan tertidur pulas. Pria itu membenarkan posisi tidur sang istri kemudian terdiam.
'Apakah aku salah? Tapi, semua aku lakukan untuk membalas dendam ku padanya,' batin Kenan.
Kenan menidurkan tubuh di samping Bella dan tertidur pulas di samping sang istri, karena dirinya sangat mengantuk sehabis berolahraga tadi.
Tanpa di sadari mereka, ternya Miranda sejak tadi menguping dan mengintip apa saja yang di lakukan oleh sang suami dan madunya. Wanita itu sengaja berpura-pura tidur tadi agar mengelabui sang suami.
Benar saja dugaannya, ternyata Kenan menghampiri madunya dan memilih untuk tidur berdua.
Wanita itu bergegas pergi dari sana menuju kamarnya kembali, karena dia hanya menggunakan handuk kimono saat mengintip suaminya tadi.
*
*
*
Astuti membawa tas belanjaan sambil melihat-lihat wajah setiap orang yang berlalu lalang, karena dia ingin menemukan suaminya yang sudah di cari ke mana-mana. Namun, tak kunjung bertemu.
"Bagaimana ini? Aku harus mencarinya ke mana lagi?" tanya Astuti pada diri sendiri.
Wanita itu terus berjalan menyusuri jalanan, dan masuk ke dalam mobil yang mengantarkannya berbelanja keperluan bulanan.
"Pak Aryo, kita ke mall dulu setelah itu baru pulang," ucap Astuti pada supir Kenan.
"Siap Mbok!"
Supir Kenan melajukan mobil menuju mall yang di pinta Astuti untuk membeli keperluan sang majikan. Setelah sampai, wanita itu langsung bergegas masuk ke dalam dan matanya melirik ke arah pria yang sudah lama di carinya.
"Itu mas Fajar. Tapi, bersama siapa dia?" tanya Astuti yang melihat mantan suaminya bersama wanita seksi.
__ADS_1
Betapa terkejutnya dia melihat wanita itu adalah anaknya yang sudah lama sekali tidak bertemu dengannya.
"Anakku sudah besar," ucap Astuti sambil berjalan mendekati sang anak dan mantan suaminya.
Namun, sialnya Siska dan Fajar sudah pergi dengan tergesa-gesa karena ada satu orang yang mengejar mereka. Entah karena apa Astuti tidak tahu permasalahannya.
"Mas Fajar! Siska!" Astuti berlari mencoba mengejar mantan suaminya bersama anaknya berlari.
Sayangnya dia tidak bisa mengejar mereka karena sudah kehilangan jejak, sehingga dia bergegas kembali masuk ke dalam dan mencari barang-barang yang di butuhkan.
'Mereka ada di sini dan terlihat hidup bahagia. Sedangkan Bella hidup tersiksa bersama ku. Andai saja mereka membawa Bella, semua ini tidak akan terjadi,' batin Astuti.
*
*
*
Siska dan Fajar berlari dari kejaran orang yang menginginkan tubuh gadis itu. Namun, Fajar tidak memberikannya sehingga mereka kejar-kejaran.
"Ayah, pria itu sudah gila!" teriak Siska sambil terus berlari menuju mobil mereka.
"Masuk ke dalam mobil!"
Siska masuk ke dalam mobil dan Fajar langsung tancap gas.
"Bajingan!" teriak pria yang tengah mengejar mereka.
Fajar dan Siska bernapas lega, karena mereka sudah salah sasaran mencari target utama mereka tadi.
"Ayah kenapa tidak melihatnya dulu! Jadi salah orang, 'kan kita?" tanya Siska dengan kesal.
"Iya, maaf ... "
Fajar sudah tertipu karena pria yang mengaku sebagai target utama yang ingin bertemu dengannya dan Siska di mall tadi. Namun, sayangnya mereka sudah tertipu.
"Ayah, apakah pria itu tampan?" tanya Siska sambil membangkang wajah tampan Kenan.
"Tidak! Mala lebih tampan ayahmu ini!" seru Fajar.
Pria itu tidak terima sang anak bertanya tentang musuhnya, karena dia sangat membenci Kenan tidak akan membiarkan anaknya jatuh hati pada sang musuh.
Siska menghela napas dalam-dalam, karena melihat sikap sang ayah yang kambuh lagi tidak suka anaknya bertanya tentang musuhnya.
Bersambung.
__ADS_1