Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Aku Mau Kau Berjanji!


__ADS_3

Happy reading....


Miranda tidak menyadari kalau Kendra sejak tadi ada di belakang tubuh, dan mendengar jelas ucapannya tadi.


'Ternyata benar, kalau kak Ken memiliki selir,' batin Kendra.


Miranda hendak pergi dari sana. Namun, saat dia membalikkan badannya wanita itu terkejut melihat adik iparnya ada di belakang tubuhnya.


"Kendra!" pekik Miranda.


Pria itu tersenyum kemudian mendekati kakak iparnya, dan duduk di bangku sambil menepuk ruang kosong di sampingnya agar Miranda duduk.


Miranda duduk di samping adik iparnya, kemudian menatap wajah Kendra yang sangat mirip dengan suaminya.


'Hati ini seperti sangat sakit melihat wajahnya. Tapi, hanya untuk sementara waktu saja, karena aku tidak akan memberikan suamiku di rebut pelakor itu!' geram Miranda dalam hatinya.


"Kak Miranda, apakah gadis itu benar-benar selir kak Ken?" tanya Kendra sambil menatap wajah wanita itu.


Miranda menganggukkan kepalanya, kemudian meneteskan air mata agar Kendra kasihan padanya.


"Benar sekali, dia selalu membuat Kenan seperti miliknya saja! Sedangkan aku hanya pelakor murahan," ucap Miranda lirih.


Kendra sangat kasihan pada kakak iparnya, sehingga dia ingin menyingkirkan Bella dari hidup Kenan.


"Kak Miranda, aku akan membantu mu untuk menyingkirkan gadis selir sialan itu," ucap Kendra dengan pelan.


Miranda tersenyum dan langsung memeluk sang adik, kemudian dia tersenyum licik karena rencananya sudah berhasil membuat Kendra mau menyingkirkan Bella.


'Kita lihat saja gadis kampung, apakah kau atau aku yang akan menjadi nyonya di rumah ini!' geram Miranda dalam hatinya.


Kendra melepaskan pelukannya, kemudian memegang tangan Miranda dengan lembut sambil membisikkan rencana yang akan mereka susun, untuk menyingkirkan Bella.


"Baik, kita akan urus itu nanti," ucap Miranda.


Kendra menganggukkan kepala, dan mereka tersenyum karena rencana yang akan di jalankan sangat sempurna dan bagus.


'Aku sebenarnya tidak perduli akan kehidupan mereka. Tapi, aku juga penasaran pada gadis itu dan ingin menyicipi nya,' batin Kendra.


Pria itu sangat tertarik pada Bella sejak pertemuan pertama mereka, karena gadis itu sangat cantik dan menarik di matanya.


*


*

__ADS_1


*


Fajar sudah pulang dari rumah Zaskia, kini ia tengah duduk bersama sang anak dan satu anak buah kepercayaannya.


"Ayah, aku tidak bisa menjalankan misi itu sepertinya," ucap Siska lirih, karena lagi-lagi ayahnya meninta untuk menjalankan misi yang lumayan ekstrim.


"Siska, hanya kamu satu-satunya milik ayah yang sangat berharga," ucap Fajar lembut sambil memegang tangan sang anak.


Siska melepaskan tangannya, kemudian menatap wajah sang ayah dengan dekat. Karena, sang ayah belum mengetahui dengan siapa dia pernah tidur. Sebab, misi yang di jalankannya.


"Tapi, ayah tidak ingin melihatmu tidur bersama pria manapun!" ucap Fajar dengan tegas.


Pria itu sangat menyesali perbuatannya, karena dia sang anak sampai kehilangan kesucian hanya karena menjalankan misinya.


"Apa ayah tahu perasaanku? Selama ini Siska diam. Tapi, kali ini tidak bisa! Sudah cukup ayah membuat Siska menjadi wanita yang tidak memiliki hati!" seru Siska untuk yang pertama kalinya pada Fajar.


Fajar terdiam dan memberikan sang anak mengeluarkan keluh kesahnya, yang selama ini sudah di simpan rapat-rapat.


"Apa Ayah tahu? Bagaimana perasaanku menjadi seorang yang tidak memiliki hati?" tanya Siska dan, Fajar menggelengkan kepalanya.


"Banyak rumah tangga musuh Ayah yang hancur! Hanya karena Siska. Bukan sampai di situ saja, bahkan sampai Siska tidur bersama pria yang sudah memiliki keluarga hanya karena jatuh cinta padanya," ucap Siska dengan lirih.


Hati Fajar sakit mendengar anaknya sudah tidur dengan rekan bisnisnya, sehingga dia ingin sekali menghabisi pria itu. Namun, sayangnya sang anak sama sekali tidak memberitahunya siapa pria tersebut.


"Mesah, apa kamu tahu apa yang aku rasakan saat ini?" tanya Siska sambil terus menatap wajah sang ayah.


Mesah menggelengkan kepalanya, karena dia tidak tahu apa yang di rasakan oleh anak tuan-nya itu.


"Kali ini saja! Kumohon," ucap Fajar dengan lirih.


Karena, hanya Siska yang mempu menjalankan misinya untuk Kenan.


Siska bergegas pergi dari sana tanpa menjawab pertanyaan dari sang ayah, karena hatinya kian sakit mengingat pria yang sudah tidur bersamanya.


Gadis itu duduk di bangku taman sambil menangis tersedu-sedu, kemudian menceritakan semua keluh kesah pada langit.


"Apakah aku salah kalau masih mencintainya?" tanya Siska pada langit biru.


Namun, dia sama sekali tidak mendapatkan jawaban karena dia bertanya pada langit yang hanya diam saja.


"Tuhan, kembalikan dia padaku! Apa aku salah menginginkannya menjadi milikku seutuhnya?" tanya Siska lagi, dan ada tangan yang memegang bahunya.


Sontak gadis itu langsung menoleh, kemudian sangat terkejut melihat pria yang sedang di rindukan ada di hadapannya.

__ADS_1


"Kau merindukan aku?" tanya pria tersebut.


Siska langsung masuk ke dalam pelukan pria itu, walaupun dia tahu pria tersebut sudah memiliki istri dan anak. Tetap, ia sangat mencintainya.


"Aku sangat merindukanmu, apa kau juga sama?" tanya Siska yang masih berada di dalam pelukan pria itu.


"Tentu saja," jawab pria tersebut.


Mereka berdua saling melepas rindu yang terpendam lama, karena keadaan yang membuat mereka tidak bisa bersama dan bersatu.


.


.


.


Satu Minggu kemudian ...


Kenan harus berangkat ke luar negeri, untuk melihat proyek pembangunan mall terbesar di sama. Karena dia pengusaha properti memenangkan tender di sana.


Lagi-lagi dia hanya bisa membawa Miranda bukannya Bella, karena Kenan sudah beberapa Minggu ini sangat bucin pada gadis itu.


Kini Bella tengah memakaikan kaus kaki Kenan dan sepatu pria itu, setelah selesai dia langsung bangun dan membawa koper Kenan.


"Bella, aku harap kau tidak macam-macam selama aku pergi untuk satu Minggu ke depan," ucap Kenan dengan tegas.


Bella mengangguk kepalanya, karena jujur saja dia sangat menyukai sikap Kenan padanya yang sudah mulai membaik.


"Pastikan kau tidak pergi ke manapun saat aku tidak ada di rumah!" ancam Kenan.


Bella menganggukkan kepalanya, kemudian hendak mendorong koper milik sang suami. Namun, tangannya di tarik masuk ke dalam pelukan hangat Kenan.


Pria itu mencium puncak kepala Bella dengan sangat lembut, kemudian melepaskan pelukannya dan memegang wajah sang istri.


"Aku ingin kau berjanji tidak akan masuk ke dalam dunia malam lagi! Kalau sampai aku melihatnya, habislah kau!" ancam Kenan.


Bella diam karena berkata jujur akan percuma baginya. Sebab, Kenan tidak pernah mau mendengar ucapannya yang mengatakan kalau dirinya bukan wanita malam.


"Ayo aku sudah terlambat." Kenan berjalan duluan menuju luar, sedangkan Bella berjalan dengan perlahan sambil membawa koper ke luar.


'Apakah salah kalau aku merasa iri pada nyonya Miranda? Karena aku juga istri tuan Kenan,' batin Bella.


BERSMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2