
Zaskia masuk ke dalam ruangan kerja Fajar, sontak membuat gadis itu terkejut saat melihat poto pria itu bersama dengan sang sahabat.
'Astaga! ada hubungan apa antara mereka?' batin Zaskia.
"Duduk!" Fajar menepuk ruang kosong di sampingnya agar Zaskia duduk.
Gadis itu berjalan sambil menatap Poto sang sahabat bersama pria yang ada di hadapannya saat ini.
"Zaskia," panggil Fajar, dan gadis itu langsung menoleh kemudian tersenyum.
"Iya Tuan," sahut Zaskia dengan lembut.
Fajar langsung bertanya perihal apa yang membuat Zaskia pergi dari rumahnya semalam, dan gadis itu hanya diam karena tidak mungkin dia berkata jujur.
'Apa yang harus akai jawab? Tidak mungkin aku berkata juju,' batin Zaskia sambil berpikir.
"Katakan saja! Aku akan menerima jawaban mu," ucap Fajar dengan sangat lembut.
"Sebenarnya, kemarin saya menemui sabahat yang sedang menikah. Tapi, malu kalau harus meminta cuti," jawab Zaskia dengan dusta.
Fajar menganggukkan kepalanya, karena dia mempercayai ucapan Zaskia.
"Lain kali, kalau kamu ingin pergi. Katakan saja! Aku akan mengizinkanmu," ucap Fajar dengan sangat lembut.
"Tuan, siapa gadis itu?" tanya Zaskia sambil menunjuk ke arah Poto yang membuatnya gagal fokus sejak tadi.
Fajar tersenyum, dan dia mengambil Poto itu dan memeluknya dengan sangat erat penuh sayang.
"Dia adalah wanita yang sangat saya cintai dan sayangi," ucap Fajar.
Zaskia membuka mata lebar-lebar, dan dia langsung terdiam sambil mengingat kembali siapa saja mantan kekasih Bella. Namun, seingatnya sang sahabat hanya memiliki satu mantan yaitu Adam.
__ADS_1
Karena pria itu meninggal, dan mereka putus. Mungkin kalau Adam masih hidup maka Bella tidak akan memiliki mantan.
'Seingatku, Bella tidak pernah bercerita memiliki pacar tua atau selingkuhan tau,' batin Zaskia.
"Kalau begitu saya permisi dulu, Tuan." Zaskia bergegas pergi dari sana, karena dia sangat penasaran apa hubungannya Bella dan pria itu.
Setelah tiba di halaman belakang, Zaskia membuka ponselnya dan melihat ada beberapa pesan masuk dari Tia dan langsung membukanya.
"Kurang ajar dia! Apa aku ini menyukai pria bencong itu?!" tanya Zaskia dengan sangat kesal.
Bagaimana tidak kesal, karena dia mengingat kembali kejadian saat dirinya di usir oleh Kendra.
Walaupun gadis itu tidak di usir. Melainkan pergi sendiri, tetap saja Zaskia menganggap dirinya di usir oleh suaminya.
.
.
.
'Apa Zaskia pergi ke rumah majikannya itu? Tapi, di mana. Ya? Aku tidak tahu,' batin Bella lirih.
Tia melihat raut wajah Bella bersedih, dia langsung memberikan pesan dari Zaskia lewat ponselnya.
Zaskia: Tidak usah cemaskan aku! Karena, aku sudah bahagia di rumah baruku
Hati Bella langsung lega, dan dia merasa kesal pada Kendra karena sudah membuat Zaskia hancur berkeping-keping.
"Tia, aku memiliki rencana," ucap Bella.
Gadis itu membisikan rencananya pada Tia, dan sang sahabat langsung tertawa girang kemudian menjalankan misinya.
__ADS_1
Tia membawa sarapan untuk Kendra, menuju kolam renang. Sebab, pria itu sedang berenang pagi seperti tidak memiliki pekerjaan saja, pikir Tia.
"Permisi Tuan!" Tia meletakan nampan yang di bawanya, ke maja kemudian bergegas pergi dari sana.
Kendra langsung naik dan menyantap sarapan paginya, pada saat itu juga Miranda tiba sambil melemparkan uang yang ada di dalam tas.
"Wah, kakak ipar, aku sangat menyukai ini," ucap Kendra dengan sangat bergembira.
"Ck, kau itu sangat murahan!" cibir Miranda dengan kesal, karena dia tidak suka melihat adik ipar yang metre itu.
Kendra tersenyum dan bangun kemudian menghampiri Miranda.
"Semua ini adalah ajaran dari mu. Kakak ipar ku," ucap Kendra dengan halus. Namun, mengganjal di hatinya.
Miranda kesal, karena dia sama sekali tidak pernah mengajarkan Kendra untuk memeras seseorang apa lagi dirinya sendiri.
"Aku tidak pernah mengajarkan mu, untuk memeras seseorang apa lagi diriku," jawab Miranda dengan kesal.
Kenan tertawa dan kembali duduk, kemudian menepuk ruang kosong di sampingnya agar kakak iparnya duduk. Miranda langsung duduk dan menatap wajah Kendra yang sangat mengesalkan.
"Ayo, makan bersamaku. Aku tidak pernah makan bersama kak Kenan," ucap Kendra dengan lirih.
Miranda merasa sedih, karena mendengar ucapan Kendra. Entahlah pria itu tidak bisa di tebak, kadang membuat kesal, dan kini membuat sedih.
"Ngomong-ngomong, di mana istrimu?" tanya Miranda sambil memakan sarapan berdua dengan Kendra.
Kendra lupa kalau Zaskia tidak ada kabar sama sekali, sejak pertengkaran di malam pertama mereka.
"Entahlah, kemarin kami bertengkar dan dia pergi," jawab Kendra dengan jujur.
Miranda menepuk keningnya, kemudian memegang tangan Kendra dengan kuat dan membisikan sesuatu rencananya.
__ADS_1
Bersambung ....