Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Bunga Mawar Merah


__ADS_3

Happy reading....


Gadis itu mengumpat dirinya sendiri, karena sudah berbuat yang bukan-bukan pada sang kaisar. Dengan keberanian yang mendalam dia mantap wajah Kenan.


"I-tu terjadi karena Tuan tadi berteriak-teriak," ucap Bella dengan sangat berani.


Kenan langsung menarik tangan gadis itu, karena dia sama sekali tidak berteriak atau bersuara sedikitpun.


"Sejak kapan aku berteriak-teriak?" tanya Kenan kesal.


"Saat kita mengendong bayi kecil laki-laki dan ada ... " Bella mengentikan ucapannya dan mengingat bahwa itu tadi hanya mimpi.


Kenan menaikan sebelah alisnya dan menarik tangan Bella dengan sangat kuat, sehingga gadis itu meringis kesakitan karena luka di lengannya masih terasa.


"Ku ingatkan sekali lagi padamu! Jangan pernah bermimpi memiliki anak dariku!" sentak Kenan sambil menghempaskan tangan Bella dengan kasar.


Bella terjatuh dan menangis tersedu-sedu sambil memegang kepala yang terasa sangat sakit, dan gadis itu pingsan. Namun, Kenan sama sekali tidak memperdulikannya dan bergegas pergi dari sana.


*


*


*


Tia menyiram tanaman yang seharusnya menjadi tugas Bella, karena dia tahu sang sahabat sedang sakit. Namun, ia tidak berani menjenguk temannya. Sebab ada Kenan di samping sang sahabat.


Tiba-tiba dia di kejutkan oleh kedatangan Kenan yang menendang salah satu tanaman kesayangan Bella, dan gadis itu cepat-cepat membereskan bunga mawar merah tersebut.


"Buang bunga itu, apa kau tidak tahu? Kalau di sini tidak memelihara bunga murahan seperti itu!?" tanya Kenan dengan sangat kesal.


Tia langsung bangun dan menatap ke arah sang majikan dengan rasa takut, ingin menyampaikan kalau bunga mawar merah itu milik Bella.


'Apa yang harus aku katakan?' batin Tia bingung.


Gadis itu merasa gugup ingin menjawab sehingga dia diam dan membuat Kenan kesal.


"Kau bisu!" sentak Kenan.


"Ini milik Bella Tuan!" jawab Tia dengan sangat cepat tanpa gugup, karena bentakan dari Kenan.


Kenan tersenyum simpul, karena ada sesuatu rencana yang masuk ke dalam pikirannya saat ini.


"Bersihkan bunga itu, dan masukan ke dalam ruangan kerja ku!" Kenan bergegas pergi dari sana dengan sangat bergembira.


Entah apa lagi yang akan di rencanakan olehnya untuk Bella.

__ADS_1


Tia langsung membersihkan bunga yang berserakan di lantai dan memindahkannya ke wadah yang baru. Gadis itu tahu kalau bunga mawar merah itu pemberian dari Adam sehari sebelum tuan mudanya meninggal.


'Untuk apa Tuan Kenan mau bunga ini? Karena, bunga mawar ini milik Bella yang sangat berharga,' batin Tia lirih.


Tia ingat jelas saat Adam memberikan bunga mawar merah itu karena dia ada bersama Bella, pada waktu itu.


Flashback on ...


Tia dan Bella tengah menyiram tanaman, dan mereka di kejutkan oleh kedatangan Adam dengan tiba-tiba.


"Adam!" jerit Bella dan Tia hanya diam saja.


"Maaf, aku datang membawakan bunga mawar merah ini untukmu." Adam memberikan bunga tersebut pada Bella.


Sontak gadis itu langsung terdiam, bukan karena dia tidak menyukai pemberian sang kekasih. Namun, bunga mawar merah itu di anggap hal yang tidak baik kalau di berikan pada pasangan.


"Dam, untuk apa mawar merah itu?" tanya Bella dengan sangat cemas.


Adam tersenyum, dan langsung mencium puncak kepala Bella di hadapan Tia tanpa rasa malu sedikitpun.


"Sayang, ini adalah tanda cinta kita yang abadi. Jadi, jagalah bunga ini sampai kapanpun," jawab Adam dengan sangat bergembira.


Tia berpikir hal yang sama dengan Bella sehingga dia hanya diam dan melanjutkan perkataannya.


Flashback off ...


Sesampainya di dalam, Tia langsung meletakan bunga itu di balkon dan bergegas pergi dari sana.


*


*


*


Bella terbangun dan bergegas naik ke atas tempat tidur karena merasa sangat dingin, dan juga sakit di kepalanya yang sangat sakit.


"Ternyata om Kenan sama sekali tidak menyayangi aku lagi, buktinya saja! Saat aku pingsan dia tidak menolong ku," ucap Bella lirih.


Ponselnya bergetar ada pesan masuk, dan dia langsung mengambilnya kemudian membaca pesan dari Miranda.


Tante Miranda. :Kau ja-lang busuk! Aku akan membalasnya!


Bella terdiam dan baru mengingat kalau Kenan tadi mengatakan, bahwa Miranda tertinggal karena mengkhawatirkannya.


"Bukankah dia yang meminta suaminya untuk menikahi aku? Sekarang, dia yang menyebutku sebagai ja-lang," ucap Bella sambil menghapus pesan dari Miranda.

__ADS_1


Hatinya kian sakit mengingat kembali kejadian di mana dirinya menikah dengan Kenan, setelah satu minggu kepergian Adam dan saat itu dia masih berduka.


Flashback on ...


Bella menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya bersama sang ibu, karena dia tidur berdua dengan Astuti. Tiba-tiba saja mereka di kejutkan oleh ketukan pintu.


"Sebentar, ibu buka dulu pintunya." Astuti langsung membuka pintu dan terlihat Miranda bersama Kenan datang.


"Boleh kami masuk?" tanya Miranda dengan sangat lembut.


"Silakan Nyonya, Tuan."


Miranda dan Kenan masuk ke dalam dan duduk di samping Bella, dan gadis itu langsung memeluk calon mertuanya itu.


"Om, apa Adam akan kembali lagi bersama kita? Karena, pernikahan kami akan tiba beberapa minggu lagi?" tanya Bella sambil melepaskan pelukan dari Kenan.


"Bella, sebenarnya kami datang ingin menyampaikan sesuatu padamu," ucap Miranda sambil mengelus-elus rambut gadis itu.


"Sesuatu?" tanya Bella sambil menghapus air matanya.


"Menikahlah dengan suamiku, karena kami tidak mau sampai kamu pergi dari kehidupan kami," jawab Miranda.


Seakan di sambar petir di siang bolong, Bella mendengar permintaan calon mertuanya yang menginginkan dia menjadi madu.


"Jadilah istri keduaku, atau kalian pergi dari sini. Karena, jika kalian di sini akan menjadi cibiran orang. Sebab, itu aku tidak mau kalian pergi," ucap Kenan.


Bella lebih memilih untuk pergi ketimbang menikahi calon mertuanya. Namun, sayangnya Kenan tetap berusaha sampai dia mau menikah dengan perjanjian.


Flashback off ...


Bella menangis mengingat kembali perjanjian yang sama sekali tidak di penuhi oleh Kenan, dan memperlakukannya seperti ja-lang dan hewan.


"Apa sebenarnya salahku? Kenapa om Kenan sangat membenciku?" tanya Bella pada dirinya sendiri.


Saat tengah memikirkan apa salahnya. Tiba-tiba pintu kamarnya di buka dengan sangat kuat dan ternyata Kenan yang membukanya.


"Ikut denganku!"


Bella terdiam sambil memegang kepala yang masih terasa sakit. Namun, harus berjalan mengikuti sang suami.


Kenan berjalan dengan perlahan bersama Bella, karena dia ada maksud lain yang akan membuat gadis itu semakin tersiksa.


'Perasanku tidak enak, pasti akan terjadi sesuatu nantinya padaku. Sebab, Om Kenan tidak mau berjalan perlahan bersamaku?' batin Bella cemas.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2