Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Selir


__ADS_3

Happy reading....


Sebab, pria itu tidak mengenal Bella gadis kecil yang dulu pernah bertemu dengannya, sebelum dia pergi ke luar negeri, dan Kendra juga tidak mengetahui apa-apa tentang Adam dan Bella.


"Saya ... " Bella tidak bisa menjawab, karena dia bingung harus berkata apa pada pria yang ada di hadapannya.


"Katakan!" sentak Kendra, membuat Bella takut.


"Saya selir tuan Kenan." Bella langsung memukul mulut yang masih tertutup masker.


Kendra menaikkan sebelah alisnya, karena ucapan gadis itu membuatnya sedikit bingung.


'Benarkah kak Ken memiliki selir sepertinya? Padahal, anaknya baru saja meninggal,' batin Kendra tidak percaya.


Bella langsung bergegas pergi menuju kamarnya, karena dia takut salah bicara pada Kendara.


"Hei!" teriak Kendra saat Bella berlari dari hadapannya.


Bella tidak menggubris teriakannya, dan terus berjalan masuk ke dalam kamarnya. Sebab, Kenan sudah berpesan dia harus menunggu di dalam kamar.


Setelah sampai di dalam kamar, Bella menutup pintu kamar dan berjalan menuju sofa kemudian meletakkan tas Kenan di sana.


"Apa dia tadi adiknya tuan Kenan? Karena, wajah mereka sangat mirip," ucap Bella sambil mendudukkan bokongnya di sofa.


Bella tidak mengingat Kendra, karena sewaktu pria itu pergi dari rumah Kenan, usianya masih enam tahun.


.


.


.


Kenan masuk ke dalam ruangan rahasia, yang hanya di ketahui oleh dia dan anak buahnya. Bahkan, Miranda tidak tahu mengenai ruangan itu.


Pria bertubuh kekar itu tersenyum simpul, saat melihat Fajar duduk di bangku bersama anak buahnya. Kemudian Kenan menghampiri musuhnya dan duduk di sampingnya.


"Apa kabar mu?" tanya Kenan dengan halus.


Fajar menahan emosinya agar tidak terjadi keributan di dalam ruangan tersebut, kemudian dia menghela nafas dalam-dalam.


"Baik, sejak kau menjebak ku belasan tahun lalu. Membuatku terpisah dari anak dan istriku sampai saat ini, detik ini juga!" jawab Fajar ketus.


Kenan sama sekali tidak memperdulikan ucapan Fajar, dan dia memegang pundak pria tersebut dengan pelan. Namun, menyakitkan.


"Kau sudah hebat sekarang, bisa membuatku gagal kemarin dan membuat perusahaan ku di ambang masalah," ucap Kenan dengan pelan.


Fajar tersenyum sambil menatap wajah Kenan, yang terlihat sangat membencinya. Entah karena masalah apa membuat mereka berdua saling membenci.


"Aku rasa ini belum impas. Karena, kau belum kehilangan istrimu seperti ku," sahut Fajar.

__ADS_1


Kenan merasa kesal, karena pria itu menghinanya sudah kehilangan sang anak yang meninggal dengan cara tragis.


"Kau boleh menghina ku! Tapi, jangan anakku!" seru Kenan.


Pria itu menarik kerah baju Fajar dan memberikan buah bogem mentah, tepat di wajah tampan sang musuh.


BUNG!


Kenan menghempaskan tubuh Fajar dengan kuat, sehingga pria itu terpental dan menabrak tembok, membuatnya pingsan.


"Bereskan dia!" Kenan bergegas dari sana, karena dia ingin menemui Bella, gadis yang sudah membuatnya tidak tenang.


Anak buah Kenan membawa tubuh Fajar ke liar dari ruangan itu, dan memasukannya ke dalam mobil. Karena, mereka akan membuang pria itu ke jalanan.


"Lemparkan dia di sana!"


Semua anak buah Kenan membuang tubuh Fajar ke tepi jalan yang lumayan sunyi, kemudian bergegas pergi dari sana.


Fajar sama sekali tidak merasakan apa-apa, karena dia pingsan akibat terbentur di tembok tadi.


30 menit kemudian ...


Seorang gadis remaja, sedang mengendarai motor miliknya kemudian berhenti di tepi jalan, karena dia ingin membuang sampah.


Tiba-tiba saja, matanya melirik ke arah semak belukar yang terdapat tubuh seseorang di sana. Sontak dia langsung menghampiri pria itu.


Ya, gadis remaja yang membuang sampah sembarang adalah Zaskia dan dia melihat adanya orang di semak-semak.


"Bagaimana ini? Di sini tidak akan ada yang lewat?" ucap Zaskia panik, kemudian dia memegang nadi pria itu.


"Dia masih hidup," ucap Zaskia degan lengah, kemudian dia berpikir bagaimana membawa orang tersebut.


30 menit kemudian ...


Zaskia tersenyum saat melihat pria yang ada di hadapannya taman walaupun usianya sudah tidak mudah lagi.


"Untungnya aku bisa membawanya tadi, walaupun sedikit mengertikan," ucap Zaskia sambil mengingat kembali kejadian tadi, saat dia membawa pria itu.


Zaskia menyeret tubuh pria itu dari semak-semak, kemudian naik ke atas motor dan mengingat tubuh pria. Agar dia tidak kesulitan membawanya pulang.


Kini Zaskia tengah mengompres wajah pria itu yang terdapat banyak luka lebam. Bahkan, kepalanya juga terluka.


"Om kok tampan bangat sih? Tapi, wajahnya kenapa seperti tidak asing bagiku?" tanya Zaskia sambil mengingat di mana dia pernah bertemu pria itu.


Namun, dia sama sekali tidak bisa mengingatnya dan Zaskia pun melupakan hal itu kemudian fokus membuat pria itu sadar.


Tak berselang lama akhirnya Fajar membuka mata, dan melihat sekelilingnya. Sontak dia terkejut karena melihat seorang gadis tengah memijat kepalanya.


Dengan sangat cepat Fajar bangun, membuat Zaskia terkejut.

__ADS_1


"Astaga Om!" pekik Zaskia.


Fajar langsung melihat dirinya masih memakai pakaian, dan mengingat kembali kejadian tadi.


'Sial, Kenan membuatku seperti ini. Awas saja kau Kan! Aku akan membuatmu kehilangan Miranda,' batin Kenan dengan kesal.


Zaskia mendekati Fajar dan duduk di samping pria tersebut.


"Om perlu sesuatu?" tanya Zaskia dengan lembut, dan Fajar menggelengkan kepalanya.


"Tadi ... " Zaskia menceritakan semua yang terjadi tadi saat pria itu pingsan, dan Fajar langsung mengerti apa yang terjadi padanya.


"Terimakasih sudah membantu saya," ucap Fajar dengan lembut.


Zaskia tersenyum, karena dia tertarik pada pria yang sudah seusai ayahnya. Namun, masih memiliki wajah tampan dan away mudah.


"Om istirahat saja! Setelah itu baru boleh pulang," ucap Zaskia dengan lembut.


Fajar menganggukkan kepala, dan mulai menidurkan kembali tubuhnya di kasur Zaskia. Kemudian dia mengirimkan pesan pada anak buahnya agar menjemputnya di lokasi yang di kirimnya.


.


.


.


Kenan tersenyum saat masuk ke dalam kamar, dan menghampiri Bella yang ada di sofa. Gadis itu tengah merapikan isi tas sang suami.


"Bella, pijat kepalaku! Aku pusing sekali," ucap Kenan dengan lembut.


Bella mengangguk kepalanya, dan membawa Kenan baik ke atas ranjang. Kemudian mulai memijat kepala sang suami dengan sangat lembut.


"Tuan, apa ingin saya buatkan minum?" tanya Bella dengan hati-hati takut kalau Kenan akan marah padanya.


"Tidak, pijat saja aku!" jawab Kenan.


Gadis itu terus memijat kepala Kenan, sampai suaminya tertidur pulas dan dia juga ikut tertidur pulas sambil memeluk sang suami.


Tanpa disadari oleh mereka, ternyata Miranda sejak tadi mengintip dengan rasa dendam yang membara. Wanita itu pun bergegas pergi dari sana menuju balkon.


"Dasar ja-lang busuk!" teriak Miranda.


Wanita itu mulai menyusun rencananya untuk menjebak adik iparnya bersama sang madu, agar kesalahpahaman semakin terjadi di antara Kenan dan Bella.


"Aku sangat membenci mu, ja-lang busuk!" teriak Miranda lagi, karena hatinya sangat kesal.


Melihat perubahan sikap Kenan padanya, beberapa minggu ini, hanya karena sang madu. Dia berpikir kalau suaminya sudah mencintai madunya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2