
Kendra sangat terkejut melihat Bella ada di hadapannya, dan dia langsung melirik ke arah samping terdapat gadis yang sebelumnya pernah ia temui.
"Astaga!" pekik Kendra sambil menatap wajah Zaskia, yang ada di sampainya.
Kenan menarik tangan Kendra, dan pria itu menutup seluruh tubuh mengunakan selimut, kemudian berdiri tepat di hadapan sang kakak.
PLAK!
Kenan menampar pipi Kendra dengan sangat kuat, karena sangat kesal akan perbuatan sang adik yang sangat memalukan.
"Apa maksudnya kau seperti ini?!" tanya Kenan dengan sangat kesal, karena sang adik sudah berbuat yang bukan-bukan.
Tepat, di hadapannya tanpa rasa malu sedikitpun.
"Kak! Kau menampar ku?!" tanya Kendra dengan sangat emosi, karena Kenan menamparnya.
Kendra mengelus-elus pipinya yang terasa sangat sakit akibat pukulan dari sang kakak, kemudian dia menatap tajam ke arah Kenan.
"Katakan apa maksudmu?!" sentak Kenan.
Kendra langsung terdiam dan memikirkan apa yang harus ia katakan pada sang kakak, jujur atau bohong.
"Katakan!" teriak Kenan, membuat sang adik terkejut dan berkata jujur.
"Aku ingin meniduri istrimu tadi!" Kendra menutup mulut menggunakan kedua tangannya, karena sudah berkata jujur.
Kenan dan Bella sangat terkejut mendengar ucapan Kendra, dan gadis itu langsung mendekati sang adik iparnya.
__ADS_1
"Apa salahku padamu?" tanya Bella dengan sangat pelan.
"Aku sangat membenci mu," jawab Kendra dengan cepat.
Bella tersenyum sambil meneteskan air mata, karena tidak ada satupun dari keluarga Kenan yang menyukainya, termaksud Kenan sendiri.
"Sekarang kau bersihkan tubuhmu, aku menunggu di ruang tamu!" Kenan bergegas pergi dari sana dengan sangat emosi.
Bella masih meneteskan air matanya, dan berjalan menghampiri sang sahabat. Sedangkan Kendra langsung pergi dari sana.
"Ternyata mereka memang memiliki niat jahat," ucap Bella dengan sangat lirih.
Bella menangis tersedu-sedu saat melihat gelas jus buah dari Miranda sudah kosong, dan noda darah yang ada di seprai miliknya.
"Zaskia, bangun." Bella menggoyangkan lengan sang sahabat dengan pelan. Namun, sang empunya tidak terbangun.
"Aaahhh!" jerit Zaskia saat dia bangun dan duduk.
Gadis itu membuka mulut lebar-lebar melihat dirinya tidak mengunakan sehelai benangpun, kemudian matanya melirik ke arah noda darah yang ada di sampainya.
'Astaga! Apa yang sudah terjadi? Apakah mimpi tadi itu adalah nyata?' batin Zaskia sambil berpikir.
Ya, Zaskia tadi bermimpi seperti seseorang pria menidurinya dengan sangat ganas tanpa ampun. Bahkan, dia sampai merasakan sakit yang luar biasa di dalam mimpinya.
"Bel, apa yang terjadi padaku?" tanya Zaskia dengan pandangan kosong.
Bella menangis sambil memeluk sang sahabat dan mereka berdua menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Bel, jawab apa yang terjadi?" tanya Zaskia degan tangisannya.
"Maafin gue Zaskia, ini terjadi karena gue," jawab Bella dengan sangat lirih.
Zaskia menangis tersedu-sedu sambil merasakan sakit yang luar biasa di bagian sensitifnya, dan juga sakit di sekujur tubuhnya akibat perbuatan Kendra.
"Bel, jangan katakan kalau ini perbuatan adik ipar elo," ucap Zaskia sambil mengingat kembali kejadian tadi.
Namun, sayangnya dia sama sekali tidak mengingat apapun karena obat yang di minumnya.
Bella menganggukkan kepalanya dan Zaskia langsung diam dan terjatuh lemas, kemudian dia bangun dan menyelimuti tubuh polosnya dengan selimut.
"Gue mau mandi," ucap Zaskia dengan pelan.
Bella langsung membantu Zaskia berjalan dengan pelan, karena gadis itu kesulitan berjalan. Sesampainya di kamar mandi, Bella meninggalkan Zaskia dan menyiapkan baju.
Sebab, sang sahabat akan ikut bersamanya menemui Kenan dan Kendra untuk menyelesaikan permasalah mereka berdua.
Bella duduk di bibir ranjang sambil mengingat kembali kejadian di mana dirinya melepas keperawanannya, dan gadis itu langsung menangis. Karena, rasa itu sangat sakit.
'Kenapa ingatanku sampai saat ini masih saja ada? Padahal, aku mencoba untuk melupakannya,' batin Bella.
Sesak nafasnya mengingat kembali kejadian itu, dan dia langsung membenci Kenan karena selalu memperlakukannya dengan sangat kejam.
Bukan hanya hati yang tersakiti, juga raganya. Namun, Bella tetap kuat menjalani hidup sampai saat ini.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1