Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Kejujuran Kendra


__ADS_3

Siska menerima panggilan video dari sang ayah, karena Bella yang menginginkan hal itu. Sebab, dia tidak kunjung datang sehingga sang adik merasa sedikit kecewa.


Bella: Ya ampun, kita benar-benar sangat mirip!


Bella sangat bahagia bisa melihat sang kakak ada di hadapannya, walaupun hanya lewat panggilan video saja. Siska tersenyum bisa melihat adiknya bahagia.


Siska: Maaf, aku kurang sehat tidak bisa menyusul ke sana


Siska berucap dengan lirih, karena dia takut menyakiti hati Bella. Sebab, tidak jadi menjenguk gadis itu.


Bella: Tidak apa-apa kak, karena besok kami sudah kembali!


Siska tersenyum, karena mendengar Bella akan kembali ke rumah bersama sang ibu yang masih sangat di rindukannya.


Siska: Benarkah?


Bella: Benar, kalau begitu sudah dulu. Ya, ada dokter datang!


Bella memutuskan sambungan teleponnya, dan Siska bernafas lega Kemudian dia merasa sangat takut, karena sang ayah akan segera pulang.


"Bagaimana ini? Aku takut mengungkapkan hal ini?" tanya Siska bingung, karena dia sangat takut sang ayah akan membunuh pacarnya.


Siska sudah memutuskan hubungannya dengan dengan Albert, karena dia tidak mau membuat istri dan anak Albert sedih dan marah padanya kalau sampai tahu semuanya.


Tiba-tiba saja, seorang pelayan datang dengan terburu-buru menghampirinya.


"Nona, ada seorang pria yang datang mencari Anda," ucap pelayan tersebut, dan Siska menghempaskan tangannya.


Siska berjalan dengan perlahan menuju ruang tamu dan, betapa terkejutnya dia melihat anaknya Albert yang datang menghampirinya.


"Mau apa kau?" tanya Siska dengan ketus, kemudian gadis itu duduk di sofa.


Pria itu tersenyum simpul kemudian mendekati Siska, dan memegang tangan gadis itu dengan sangat kuat.

__ADS_1


"Lepaskan!" sentak Siska.


Pria itu tersenyum simpul dan membisikkan sesuatu di telinga Siska.


"Ku pikir aku wanita apa?!" tanya Siska dengan sangat emosi, mendengar ucapan Betran.


"Murahan!" jawab Betran dengan ketus dan kekesalan yang membara.


Siska terdiam, kemudian dia menatap wajah Betran dan menjauh dari pria itu. Namun, tangannya ditarik oleh Betran dan masuk ke dalam pelukan pria itu.


"Kau hanya ingin memuaskan hasrat mu saja bukan? Maka, jangan menggangu papaku. Aku akan memuaskan mu," ucap Betran, membuat Siska kesal dan melepaskan pelukannya.


"Jaga ucapan mu!" seru Siska, dan Betran tersebut simpul sambil mengusap bibirnya.


"Kau lihat saja! Aku akan memisahkan mu dari papa dan membuat kalian tidak bisa bersama lagi!" Betran bergegas pergi dari sana, sambil tersenyum karena dia sudah merencanakan sesuatu.


Sedangkan Siska merasa kesal sekaligus takut, karena putra Albert tidak akan tinggal diam dan menjalankan misinya.


.


.


.


Kenan tersenyum saat melihat sang adik ada di ruang tamu, dia langsung menghampiri Kendra dan duduk di samping pria itu.


Sontak Kendra terkejut, karena sang kakak ada di hadapannya. Sebab, tadi dia masih melihat Kenan di rumah sakit dan belum sadarkan diri.


"Kakak!" pekik Kendra.


Kenan tersenyum dan memeluk sang adik dengan sangat erat, kemudian melepaskan pelukannya.


"Di mana istri mu?" tanya Kenan.

__ADS_1


Kendra terdiam karena dia bingung harus menjawab apa. Sebab, ia sediri saja tidak tahu di mana keberadaan sang istri.


"Kenapa diam, di mana dia?" tanya Kenan dan sang adik menggelengkan kepalanya.


"Kak, sebenarnya ... " Kendra menceritakan semua pada Kenan, sampai rencana jahat Miranda. Sebab, dia sudah tidak sanggup melihat kejahatan wanita itu.


Yang sudah membuat sang kakak tidak sadarkan diri, selama satu Minggu.


Kenan sangat terkejut mendengar ucapan sang adik, sehingga dia tidak bisa memaafkan Miranda yang dengan sengaja membuatnya tidak sadarkan diri.


'Aku tidak habis pikir, mengapa Miranda bersikap seperti ini padaku dan juga Bella. Padahal, dia sendiri yang memintaku untuk menikahi gadis itu,' batin Kenan.


"Kak, sebaiknya tinggalkan wanita sinting itu. Aku rasa di sudah tidak waras lagi," ucap Kendra dengan jujur. Namun, Kenan tidak bisa melakukan hal itu.


Karena dia sangat mencintai Miranda, yang selama ini sudah bersamanya melewati suka duka bersama.


"Aku akan bertanya padanya, apa maksudnya bersikap seperti itu," ucap Kenan dengan pelan.


Hatinya seakan tak berfungsi lagi, karena jantungnya membuat hatinya sakit dengan kenyataan ini.


'Miranda adalah jantung ku. Tapi, kenapa dia tega melukai hatiku?' batin Kenan sambil berpikir.


Saat tengah memikirkan tentang Miranda, wanita itu muncul dan langsung memeluknya dengan erat.


"Aku mencari mu Ken, aku kira kau pergi meninggalkan aku," ucap Miranda dalam pelukan sang suami.


Kendra bergegas pergi dari sana, karena dia tidak ingin melihat Miranda lagi yang membuatnya sudah salah jalan.


Sedangkan Kenan, tidak bisa bersikap diam seperti ini karena dia sudah mengetahui kalau Miranda sudah melakukan hal-hal jahat itu padanya dan juga Bella.


"Miranda, aku ingin bicara padamu," ucap Kenan.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2