Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Koma


__ADS_3

Astuti baru saja selesai mandi, dan dia mendapatkan kabar dari sang suami kalau Siska masuk rumah sakit. Namun, Keadaannya baik-baik saja, sehingga wanita paruh baya itu tetap di rumah.


Astuti duduk di bibir ranjang sambil memikirkan tentang Kenan, entah mengapa tiba-tiba dia teringat pria itu yang sudah baik selama ini padanya.


Walaupun, Kenan menyiksa Bella selama tujuh bulan terakhir. Namun, tetap saja pria itu yang sudah menyekolahkan Bella sampai menjadi sarjana, dan memberikan kasih sayang pada anaknya.


"Walaupun dia jahat, tetap saja! Kenan sangat baik pada kami, saat mas Fajar pergi entah ke mana," ucap Astuti dengan lirih.


.


.


.


Kendra: Apa! Baik aku segera ke sana!


Kendra memutuskan sambungan teleponnya, karena tadi Beno menelpon dan mengatakan kalau Kenan kecelakaan dan sekarang kritis.


"Kak, semoga kau baik-baik saja!" Kendra bergegas pergi dari Swalayan tanpa berpamitan pada sang bos, dan juga masih mengunakan seragam kerjanya.


Sebab, dia sangat cemas akan keadaan sang kakak yang kritis dari cerita Beni tadi saat di telpon padanya.


Setelah tiba di rumah sakit, Kendra langsung menuju ruang operasi, karena sang kakak mengalami pendarahan di otak dan harus di operasi dengan cepat.

__ADS_1


"Beno!" Kendra langsung menghampiri Beno dan memeluk pria itu sambil menangis seperti seorang wanita.


"Ben, apa kakak ku akan selamat?" tanya Kendra dengan terisak-isak, membuat Beno kesal dan menghempaskan tubuh pria itu.


"Beno! Kau ini apa-apaan!" teriak Kendra sambil bergegas bangun.


"Ck, kau tidak lihat situasi kalau ingin bercanda," geram Beno sambil terus mondar-mandir, memikirkan keadaan Kenan di dalam sana.


"Hei! Aku tidak bercanda, aku benar-benar sedih padanya," sahut Kendra dengan tidak terima, kalau dirinya di anggap bercanda.


Beno tidak menggubrisnya, dan terus memikirkan tentang Kenan yang bertaruh nyawa di dalam sana.


Tiga jam kemudian . . .


"Dok, katakan bagaimana keadaan kakak saya?" tanya Kendra dengan sangat cemas, dan meneteskan air matanya.


"Dia selamat. Tapi, koma," jawab Dokter tersebut.


Kendra langsung terjatuh lemas ke lantai, sedangkan Beno langsung masuk ke dalam, tanpa di perbolehkan masuk.


"Taun, jangan masuk!" teriak Dokter tersebut dan berlari mengejar Beno, kemudian narik tangan pria itu.


"Dok, lepaskan! Saya mau masuk!" teriak Beno, karena Dokter tersebut membawanya ke luar.

__ADS_1


Dokter itu menutup pintu dan membiarkan mereka berdua bersedih, karena dia akan memindahkan Kenan ke ruang rawat VIP.


"Beno, bagaimana cara aku melunasi semua biaya kak Ken?" tanya Kendra dengan sangat frustasi.


Beno tidak bisa menanggung beban menyembunyikan rahasia Kenan, dan menceritakan semua pada pria itu.


Kendra merasa tidak percaya, karena sang kakak menyembunyikan masalah sebesar itu darinya.


"Beno, apa langkah selanjutnya karena kak Ken koma?" tanya Kendra, dan Beno menceritakan semuanya pada pria itu.


"Baik," jawab Kendra.


Kendra mengirim pesan singkat pada Zaskia, karena dia tidak akan pulang untuk beberapa hari. Sebab, Kenan koma.


Zaskia membuka mulut lebar-lebar, saat membaca pesan dari Kendra dan dia langsung menatap Bella yang tengah belajar berjalan.


Kendra: Zas, aku tidak pulang untuk beberapa hari. Kamu di rumah sendiri dulu, kak Kenan koma.


"Ya ampun, apa ini?" Zaskia cemas karena Kenan koma, dan dia berniat akan menghampiri kakak iparnya itu.


Zaskia berpikir tidak akan memberitahu siapapun tentang keadaan Kenan, karena dia tidak ingin menyakiti hati dan perasaan orang yang membenci Kenan.


"Sebaiknya aku rahasiakan semuanya, dari siapapun," ucap Zaskia.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2