
Miranda bergetar hebat saat melihat tatapan menakutkan dari Kendra, karena sebelumnya dia tidak pernah melihat kemarahan adik iparnya.
"Ken, menjauhlah dariku. Aku ini kakak ipar mu!" teriak Miranda.
Kendra langsung menjauh dari Miranda, kemudian melemparkan kertas yang bertuliskan tarif uang ganti ruginya.
'Astaga! Dia ingin memeras ku!' geram Miranda dalam hatinya.
"Ken, kau sudah gila?!" tanya Miranda dengan sangat emosi saat melihat berapa jumlah yang di minta Kendra.
Kendra tersenyum simpul, kemudian mendekati Miranda dan membisikkan sesuatu di telinga kakak iparnya.
"Ken!" teriak Miranda kesal, karena adik iparnya bukan hanya meminta uang darinya. Melainkan juga berbulan madu ke kota B.
"Kalau tidak ... aku akan membocorkan semuanya pada kak Ken!" Kendra bergegas pergi dari sana.
Miranda menatap kesal kepergian Kendra, karena permintaan sang adik ipar akan membuatnya dalam bahaya.
"Kalau aku memberikannya uang lima milyar, Kenan akan tahu masalahku ini. Sebab, dia itu selalu tahu uang yang ke luar dari dompet ku," ucap Miranda dengan pelan.
Wanita itu bingung, karena Kendra mengancam akan memberitahu Kenan yang sebenarnya. Kalau sampai dia tidak memberikan uang lima milyar itu.
"Sepertinya aku harus berbohong." Miranda menyusun rencana agar Kenan tidak mengetahui kebohongan ini.
__ADS_1
Wanita itu bersiap-siap untuk menemui Kenan di kamar sang madu, dia sama sekali tidak peduli merek berdua sedang apa di dalam sana.
Yang dia utamakan adalah masalahnya, dan harus menutupi kebohongan demi simi-siminya.
Setelah sampai di depan pintu kamar Bella, dia langsung mengetuk-ngetuk pintu tersebut. Karena, Miranda takut kalau Kenan akan marah jika dia langsung masuk ke dalam.
Tok!
Tok!
Tok!
Tak berselang lama akhirnya pintu terbuka, dan terlihat Bella baru saja selesai mandi karena gadis itu masih mengunakan handuk kimono dengan rambut basahnya.
Sesampainya di dalam, dia sama sekali tidak menemukan adanya sang suami. Sehingga Miranda mau tidak mau harus bertanya pada Bella.
"Di mana suamiku?" tanya Miranda dengan ketus.
Bella terdiam, karena Miranda berkata seperti itu. Padahal, Kanan adalah suami mereka berdua.
"Aku bicara padamu, pelakor!" sentak Miranda.
Hati Bella kian sakit mendengar ucapan Miranda yang menyebut dia sebagai pelakor, dan gadis itu langsung menangis.
__ADS_1
"Astaga! Aku hanya memintamu untuk menjawab! Bukannya menangis," ucap Miranda dengan sangat kesal, dan langsung bergegas pergi dari sana.
Sesampainya di luar dia melihat Tia sedang menyapu, kemudian dia menghampiri gadis itu.
"Lihat Kenan tidak?" tanya Miranda.
Tia langsung menolah dan menggelengkan kepalanya, dan Miranda bergegas pergi dari sana.
"Sial!" teriak Miranda.
Wanita itu duduk di halaman belakang dan menatap ke arah kolam renang yang memperlihatkan pantulan dirinya.
'Apa alasan agar Kenan percaya padaku?' batin Miranda sambil berpikir.
Wanita itu memikirkan rencananya, dan dia di kejutkan oleh tangan yang melingkar di pinggang rampingnya. Sontak dia langsung menoleh.
"Albert!" Miranda langsung menjauh dari Albert.
"Hei, ada apa?" tanya Albert dengan sangat lembut.
Miranda merasa sangat kesal saat melihat pria itu yang ada di hadapannya, dan dia langsung melemparkan apa saja yang ada di hadapannya.
"Miranda, hentikan!" teriak Albert, dan wanita itu langsung mengehentikan langkahnya saat mendengar teriakan Albert.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....