Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Selalu Iri


__ADS_3

Zaskia mengikuti langkah gadis itu, dan kedua manusia itu masuk ke dalam villa. Sayangnya dia tidak bisa melihat apa yang terjadi di dalam sana.


"Bukankah Bella ada di rumah?" tanya Zaskia dengan bingung.


Sebab, sang sahabat sama sekali tidak di perbolehkan pergi ke manapun oleh Kenan sejak pertama menikah.


"Tapi, gadis itu tadi berambut panjang berwarna merah? Sedangkan Bella, dia berambut pendek hitam?" Zaskia berjalan menuju villanya dan masuk ke dalam.


Rasa penasarannya kian bertambah, dan dia langsung mengirimkan pesan pada Tia menanyakan kabar Bella.


Zaskia: Di mana Bella?


Tia: Ada di rumah, kenapa memangnya?


Zaskia seakan berhenti bernafas, karena tidak mungkin dia salah, karena jelas-jelas tadi dia melihat Bella bersama seorang pria tua.


"Aku yakin sekali tadi itu Bella. Mana ada manusia yang sangat mirip," ucap Zaskia sambil bergidik negri.


Sebab, dia membayangkan kalau yang tadi di lihatnya adalah hantu yang menyerupai sahabatnya.


Zaskia memejamkan mata dan tertidur pulas, gadis itu mencoba untuk melupakan yang terjadi padanya tadi bersama Kendra.


Kalau di ingat-ingat, rasanya dia sangat dendam pada pria itu. Namun, tidak ada salahnya Kendra menidurinya akan tetapi, pria itu menyentuhnya dengan cara yang salah.


.


.


.


Tia bersama dengan Bella memasak makanan bersama, sambil menceritakan tentang Zaskia yang akan bertemu Kendra di sana.

__ADS_1


"Tapi Bel, tadi dia kirim pesan menanyakan kabarmu," ucap Tia.


Bella langsung menghentikan aktivitasnya, dan mendekati Tia kemudian melihat pesan masuk dari Zaskia.


"Untuk apa dia bertanya kabarku, apa dia baik-baik saja?" tanya Bella dengan cemas.


Karena, Zaskia tidak pernah bertanya kabarnya seperti apa, dan kali ini gadis itu menanyakan dirinya.


"Tia, ada apa dengannya. Ya? Sebab, selama ini dia tidak pernah bertanya tentang kabar ku," ucap Bella dengan cemas.


Tia merasa bodoh amat, dan dia sama sekali tidak menggubris ucapan Bella dan melanjutkan kembali pekerjaannya.


Bella terus berpikir ada apa dengan sahabatnya itu, sehingga dia tidak bisa konsen memasak. Kemudian gadis itu meminjam ponsel Tia lalu mengirimkan pesan.


Tia: Kia, elo ada apa tanya tentang gue?


Bella sama sekali tidak mendapatkan jawaban dari Zaskia, karena gadis itu sudah tertidur pulas dalam mimpinya.


Bella mengirimkan pesan lagi pada Zaskia sampai beberapa kali, dan sama. Tidak ada jawaban sama sekali.


Sehingga Bella memutuskan untuk melanjutkan kembali pekerjaannya, bersama Tia seperti biasanya.


.


.


Adnan sedang memeriksa keadaan Mang Asep, karena beliau sakit sudah dari kemarin. Dokter muda itu memberikan obat dan menyuntikkan vitamin untuk pria itu.


"Istirahat yang banyak Mang, biar cepat sembuh," ucap Adnan dengan sangat lembut dan senyuman manisnya.


"Terimakasih Dokter," jawab Mang Asep dengan lema.

__ADS_1


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu." Adnan bergegas pergi dari sana.


Saat dia berjalan menuju ruang tamu, matanya melirik ke arah gadis yang sudah sejak lama di kagumi. Namun, tidak bisa di miliki.


"Bella!" panggil Adnan.


Bella tengah mengelap semua guci milik Kenan, dan langsung menoleh dan menghampiri pria itu.


"Ada apa, Dok?" tanya Bella dengan sangat lembut.


"Tadi saya habis memeriksakan mang Asep," jawab Adnan dengan sangat lembut.


Bella terdiam, karena dia tahu sang paman semalam sakit. Namun, gadis itu sangat mencemaskan keadaan sang paman.


"Apa tuan Kenan tidak ada di sini?" tanya Adnan dengan lembut.


Bella menggelengkan kepalanya kemudian menundukkan wajahnya, dan menatap pria itu dengan sekilas. Sebab, Kenan selalu melarangnya melihat wajah dokter muda itu secara langsung.


"Apa ibumu sudah sembuh?" tanya Adnan dengan sangat lembut.


"Iya, dia sedang beristirahat. Karena, luka di kepalanya belum sembuh betul," jawab Bella pelan.


"Kalau begitu aku permisi dulu, kamu bisa lanjutkan kembali pekerjaan mu. Aku takut suamimu itu akan marah." Adnan bergegas pergi dari sana.


Bella hanya menatap kepergian Adnan dengan lirih, karena dia jadi mengingat Adam yang seumuran dengan pria itu.


Tanpa disadari oleh Bella, ternyata Sari sejak tadi merekam percakapan mereka dan mengirimkannya pada Miranda.


"Kau lihat saja! Aku tidak akan membiarkan mu merasakan kebahagiaan walaupun hanya sedikit!" geram Sari sambil bergegas pergi dari sana.


Gadis itu selalu saja iri dengan Bella, yang terus-menerus di dekati oleh banyak pria tampan dan tajir. Berbeda dengannya, tidak ada satupun pria yang menyukainya.

__ADS_1


BEDSAMBUNG...


__ADS_2