Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Pertanyaan Kendra


__ADS_3

Happy reading.....


Kendra langsung menghampiri Sari, karena gadis itu memiliki gelagat aneh yang membuatnya curiga dan benar saja. Ternyata ada sesuatu yang di rencanakan olehnya.


"Apa maksudnya kamu bicara seperti itu?" tanya Kendra pada Sari.


Sari hanya diam, karena dia takut berkata jujur pada Kendra sehingga ia mencari jawaban lain dalam pikirannya.


"Bukan apa-apa," jawab Sari dengan asal, karena dia bingung harus menjawab apa.


Kendra diam, karena dia tidak ingin bertanya lagi. Sebab, Sari sangat mencurigakan seperti sedang menutupi sesuatu.


'Aku akan memantaunya, karena gelagatnya sangat mencurigakan,' batin Kendra.


Pria itu bergegas pergi dari sana, tidak ingin melihat Sari lagi. Karena, dia tidak menyukai gadis itu.


Sedangkan Sari, langsung bernafas lega karena Kendra tidak mencurigainya.


"Baguslah dia sudah pergi dari sini," ucap Sari sambil bernafas lega.


.


.


.


Fajar di kejutkan oleh kedatangan anak buah Kenan, dan dia juga mengerahkan seluruh anak buahnya untuk menyerang balik.


"Siska!" panggil Fajar dan sang anak langsung datang.


"Ada apa, Ayah?" tanya Siska yang baru saja sampai.


Fajar membisikkan sesuatu di telinga Siska, dan gadis itu langsung bergegas pergi dari sana.


"Sialan kau Kenang!" Fajar berjalan dengan cepat menghampiri semua anak buahnya yang tengah berperan, dengan anak buah Kenan.


"Hentikan!" teriak Fajar.


Sontak semua yang ada di sana langsung berhenti. Kemudian Fajar menghampiri anak buah Kenan.


"Apa misi tuan mu?" tanya Fajar pelan.


Anak buah Kenan diam, kemudian ada salah satunya menghampiri Fajar dengan sangat berani karena itu adalah tugasnya.


"Anda ikut kami," jawab salah satu anak buah Kenan.


Fajar tersenyum simpul, kemudian memegang pundak pria tersebut dengan halus. Namun, sangat menyakitkan.


"Bawa saja! Karena aku ingin bertemu dengannya," ucap Fajar.

__ADS_1


Sontak semua anak buahnya terkejut, mendengar sang-bos meminta semua musuhnya membawa pria itu.


"Tapi, Tuan," ucap salah satu anak buah Fajar.


Fajar mengibaskan tangannya, yang artinya mereka semua harus diam. Karena keputusannya tidak bisa di ganggu gugat.


"Kalian tetap di sini! Jaga Siska, jangan khawatirkan aku!" Fajar bergegas pergi bersama anak buah Kenan.


Pria itu masuk ke dalam mobil, dan anak-anak buah Kenan langsung mengemudikan mobil menuju rumah Kenan. Selama di perjalanan Fajar hanya diam sambil menahan rasa dendamnya pada sang musuh.


'Dendam kesumat ini tidak akan hilang Ken, sampai aku bertemu dengan anak dan istriku,' batin Fajar.


Pria itu sangat membenci Kenan, karena sudah membuatnya kehilangan anak dan istrinya sejak belasan tahun lalu.


Setelah sampai di rumah Kenan, semua turun dari mobil dan membawa Fajar menuju ruangan rahasia yang di siapkan oleh pria itu.


.


.


.


Kenan tersenyum simpul melihat pesan masuk dari anak buahnya, dan dia bergegas bangun dari duduknya.


"Tuan mau ke mana?" tanya Beno yang masih berada di dalam ruangan Kenan.


Kenan menghentikan langkahnya, kemudian menatap Beno dan mengibaskan tangan yang artinya tidak boleh ada pertanyaan lagi.


'Beginilah kalau memiliki bos seperti itu, bertanya saja salah,' batin Beno kesal.


Beno kembali mengerjakan tugas Kenan, karena sang-bos sudah pergi dan hal itu yang membuatnya kesal.


"Kapan gue kawin, kalau begini? Kerjaan numpuk. Eh, kawinnya udah nikahnya yang gue belum," kekeh Beno sambil terus mengerjakan tugasnya.


.


.


.


Bella memakai masker penutup wajah, kemudian bergegas pergi dari kamarnya. Sebab, dia ingin ke luar menunggu kepulangan Kenan.


Ya, 10 menit yang lalu, Kenan menelpon Bella mengatakan kalau dirinya akan segera pulang dan ingin di sambut oleh sang istri di depan rumah. Namun, pria itu memintanya untuk memakai masker penutup wajah, entahlah Bella tidak tahu mengapa hal itu di minta oleh suaminya.


Setelah sampai di luar, Bella melihat adanya anak buah Kenan membawa seorang pria menuju halaman belakang. Namun, dia tidak dapat jelas melihat pria itu.


"Siapa itu? Kenapa dia di bawa ke halaman belakang?" tanya Bella pada diri sendiri, sambil terus menatap ke arah pria itu.


Saat tengah melihat kepergian pria itu, Bella di kejutkan oleh bunyi klakson mobil Kenan yang baru saja sampai.

__ADS_1


Sontak Bella langsung menolah dan bergegas menghampiri Kenan yang baru saja ke luar dari mobil.


"Masuk ke dalam nanti aku akan menyusul," ucap Kenan saat Bella mengambil tas kerjanya.


"Tunggu Tuan!" tahan Bella sambil memegang tangan Kenan, dan pria itu tersenyum.


"Ya?" jawab Kenan.


Bella merasa malu karena sudah menahan tangan Kenan, sehingga dia langsung melepaskan tangannya.


"Tidak berganti sepatu dulu?" tanya Bella, karena biasanya Kenan selalu berganti sepatu kalau sudah pulang kerja.


Kenan tersenyum dan berjalan menuju sofa yang ada di halaman rumahnya, dan duduk di sana.


"Pakai sandal saja!" pinta Kenan.


Bella masuk ke dalam dan mengambil sandal untuk Kenan, kemudian dia duduk di lantai dan mulai membuka sepatu sang suami kemudian menggantinya dengan sandal.


"Bangunlah." Kenan menarik tangan Bella bangun dan mencium puncak kepala gadis itu.


Sontak Bella langsung menatap sang suami, yang tersenyum manis padanya yang sebelumnya tidak pernah terjadi.


"Masuklah ke dalam! Aku akan menyusul nanti." Kenan bergegas pergi dari sana menuju taman belakang.


Hal itu membuat Bella bertanya-tanya, mengapa sang suami pergi ke sana dan tadi juga ada pria misterius yang di bawa ke sana.


'Mereka semua mau apa pada pria tadi? Begitu juga dengan tuan Kenan. Sebenarnya siapa pria itu?' batin Bella sambil berpikir.


Gadis itu berjalan masuk ke dalam, dan melihat Kendra duduk di ruang tamu sambil bersilau kaki.


"Tunggu gadis kecil!" tahan Kendra saat melihat Bella hendak melewatinya.


Bella berhenti sambil menatap ke arah Kendra, dan berpikir siapa pria yang ada di hadapannya.


'Kenapa dia mirip sekali dengan tuan Kenan?' batin Bella penuh tanya.


Kendra bangun kemudian menghampiri Bella, karena dia penasaran siapa wanita itu, dan ada hubungan apa dengan sang kakak.


"Siapa kau?" tanya Kendra.


Bella menunjuk dirinya, karena dia takut pria yang ada di hadapannya bukan memanggilnya.


"Iya, kau!" sentak Kendra.


"Sa-saya, Bella," jawab Bella gugup.


Kendra tersenyum simpul, kemudian melihat Bella membawa tas kerja sang kakak langsung timbul tanya di dalam benaknya.


"Ada hubungan apa kau dan kak Ken?" tanya Kendra penuh selidik.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2