
Happy reading....
Kendra sejak tadi melihat apa yang terjadi, dan dia merasa heran melihat Bella. Sebab, saat dia pergi dari rumah seingatnya gadis itu tidak ada.
"Siapa gadis tadi, dan apa hubungannya dengan kak Ken?" gumam Kendra sambil berjalan menuju kolam renang.
Setelah sampai dia langsung melepaskan pakaian dan masuk ke dalam kolom, yang sangat di rindukannya.
'Aku akan mencari tahu siapa wanita tadi,' batin Kendra.
Tanpa di sadari oleh Kendra, ternyata Tia sejak tadi ada di sana sedang menyiram bunga yang ada di halaman belakang.
'Dasar pria kota, tidak memiliki sopan,' batin Tia.
Gadis itu menatap kesal pada Kendra yang tidak memiliki sopan, berenang tanpa menggunakan sehelai benang pun.
Tiba-tiba saja ada katak lompat di hadapannya, sehingga Tia berteriak-teriak histeris.
"Aaahhh! Katak!" teriak Tia, membuat Kendra terkejut dan langsung naik ke atas dan memakai handuk kimono.
"Gadis aneh!" seru Kendra.
Sontak membuat Tia langsung menghampiri pria itu, dan naik ke atas tubuh Kendra karena takut melihat katak.
Kendra terkejut dan langsung menghempaskan tubuh Tia, sehingga gadis itu terjatuh ke lantai.
"Aaahhh!" jerit Tia sambil memegang pinggang yang terasa sangat sakit.
__ADS_1
"Ck, kau sangat tidak sopan!" seru Kendra sambil bergegas masuk ke dalam kolam renang.
Tia mengendus kesal, dan bangun. Kemudian bergegas pergi dari sana karena pekerjaannya belum selesai.
'Dasar, dia itu sama saja seperti tuan Kenan!' geram Tia geram hatinya.
Tia kembali menyiram tanaman sambil terus menatap ke arah Kendra, dan pria itu sama sekali tidak melihatnya. Pada saat itu juga Sari datang membawakan jus untuk Tuan muda itu.
"Tuan muda, ini jus buatan Sari," ucap Sari dengan sangat centil, dan Tia menatap kesal pada gadis itu.
"Terimakasih, kau boleh pergi dari sini sekarang juga!" pinta Kendra.
Sontak Sari terkejut, karena dia kira Kendra akan mengajaknya berenang berdua.
'Sial, ternyata tidak mudah membuatnya luluh padaku dan aku bisa menjadi nyonya di rumah ini,' batin Sari kesal.
"Sekarang!" sentak Kendra.
'Dasar ulat bulu gatal,' batin Tia.
Gadis itu cengengesan sambil terus mengerjakan tugasnya menyiram semua tanaman yang ada di sana.
*
*
Bella membuka kedua matanya dan melihat dia ada di dalam kamar, kemudian bangun sambil memegang kepala yang terasa sangat sakit.
__ADS_1
"Sakit sekali kepalaku ini," ucap Bella pelan.
Tanpa disadari oleh Bella, ternyata sejak tadi Kenan ada di sebelah gadis itu sambil terus memperhatikannya.
"Kau sudah sadar," ucap Kenan pelan.
Bella langsung membuka mata lebar-lebar, dan melirik ke arah samping terdapat Kenan duduk di sana dengan sangat santai.
"Tu-tuan, ada di sini?" tanya Bella dengan gugup, karena tatapan menyeramkan Kenan padanya.
Kenan tersenyum simpul, kemudian mendekati Bella dan duduk di samping gadis itu.
"Kau belum makan apapun sejak pagi bukan?" tanya Kenan balik, dan Bella menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah menyiapkan makanan untukmu." Kenan bergegas pergi dari dalam kamar, karena pria itu ingin mengambil makanan untuk Bella.
Bella hanya menatap heran kepergian Kenan, yang akan mengambil makanan untuknya. Padahal, pria itu tidak pernah bersikap baik padanya.
'Apa yang sebenarnya di sembunyikan oleh Tuan Kenan, sampai dia bersikap manis padaku yang selama ini tidak pernah baik?' batin Bella sambil berpikir.
30 menit kemudian . . .
Kenan datang membawakan makanan untuk Bella, dan meletakkannya di meja kecil sampai ranjang. Kemudian dia duduk di samping sang istri.
"Makanlah roti bakar ini," ucap Kenan dengan lembut.
Bella hanya diam dan menuruti keinginan sang suami, karena dia takut Kenan akan marah padanya.
__ADS_1
"Setelah ini, kau minum obat dan tidur. Karena, aku akan merawat Miranda yang juga sakit," ucap Kenan sambil menyuapi Bella.
BERSAMBUNG....