Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Jangan Mimpi


__ADS_3

Adnan berdiri di halaman rumah Kenan, karena dia masih memikirkan tentang Bella yang tidak mau menatap wajahnya. Padahal, tadi mereka tengah mengobrol.


"Dokter!" panggil Tia yang baru saja sampai.


Adnan langsung menghampiri gadis itu dan duduk di pos ronda, kemudian mereka berdua saling menatap satu sama lainnya.


"Dokter memeriksa paman Asep. Ya?" tanya Tia dengan sangat lembut.


"Iya," jawab Adnan singkat dan cepat.


Tia tersenyum karena dia sangat menyukai dokter muda itu sejak lama. Namun, cintanya hanya bisa dia pendam karena perbedaan di antara mereka berdua.


"Boleh aku bertanya?" tanya Adnan dengan sangat lembut.


Tia tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian Adnan bertanya tentang Bella.


Hati Tia sakit saat Adnan bertanya tentang Bella. Namun, dia tetap menjawab pertanyaan dokter muda itu sampai selesai.


Tidak terasa, ternyata mereka berus sudah mengobrol selama satu jam lamanya, dan berakhir karena Adnan mendapat panggilan darurat dari rumah sakit.


"Terimakasih atas informasinya, aku Permisi dulu!" Adnan bergegas pergi dari sana dengan terburu-buru.


Tia tersenyum karena bisa mengobrol lama bersama Adnan. Walaupun ya di bicarakan mereka adalah Bella, tentang kehidupan gadis malang itu.


Tia berjalan masuk ke dalam bersama barang belanjaannya, dan meletakan semua di dapur. Kemudian menyusunnya ke tempat masing-masing.


'Andai saja, aku dan dokter tampan itu bisa bersama,' batin Tia.


Gadis itu hanya menyimpan perasaannya pada Adnan, karena dia tahu derajat mereka berdua sangat jauh berbeda.


"Jangan mimpi! Kamu bisa bersama dokter itu! Ingatlah derajat mu!" cibir Sari.


Tia terkejut karena tiba-tiba saja ada jelangkung di hadapannya, dan gadis itu bergegas pergi tanpa menggubris ucapan Sari.

__ADS_1


"Hei tunggu!" teriak Sari, dan Tia sama setiap tidak memperdulikan teriakan wanita jelangkung itu.


"Dasar kau ja-lang busuk!" teriak Sari lagi.


Tia terus berjalan menuju taman belakang dan membisikkan makanan untuk ikan, yang ada di sana dan juga burung-burung yang terbang bebas.


"Aku sadar diri, kalau aku hanya seorang pembantu. Tapi, apa salahnya aku mengaguminya?" tanya Tia pada diri sendiri.


Gadis itu sangat bahagia saat mendengar suara burung berkicau dengan bebas. Dia berharap suatu saat nanti cintanya akan terbalas.


.


.


.


Zaskia terbangun dan langsung membuka ponselnya, terlihat banyak sekali pesan masuk dari Tia.


Gadis itu membuka satu persatu pesan Tia, dan langsung membuka mulut lebar-lebar ternyata Bella yang mengirimkan pesan itu padanya.


Tia: Kia, elo baik-baik di sana?


Tia: Gue cemas?


Tia: Gue ada di rumah sama Tia


Zaskia langsung membuka mata lebar-lebar, dan dia langsung ke luar villa dengan keadaan acak-acakan.


"Sepertinya, mereka belum ke luar deh. Apa aku tunggu di sini aja? Atau besok aja?" Zaskia bingung harus seperti apa.


Sehingga dia memutuskan untuk menunggu hari esok, dan kembali masuk ke dalam kamarnya.


Sesampainya di dalam, gadis itu kembali tidur karena merasa sangat mengantuk memikirkan tentang Bella yang ada dua.

__ADS_1


.


.


.


Di dalam kamar hotel berbintang lima . . .


Kendra terbangun dan meraba-raba, mencari keberadaan Zaskia. Namun, dia sama sekali tidak menemukan gadis itu.


"Zaskia," panggil Kendra.


Namun, pria itu tidak mendapatkan jawaban dan langsung membuka kedua matanya melihat tidak ada siapapun di sana.


"Eh, ke mana perginya dia?" Kendra bergegas bangun dan membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri dia langsung memakai baju, kemudian berjalan ke luar dan melihat banyaknya penjaga yang ada di depan pintu kamarnya.


"Ada apa ini?" tanya Kendra dengan sangat penasaran.


Pria itu tidak mendapatkan jawaban, melainkan semua pengawal itu langsung menangkapnya.


"Hei! Lepaskan aku!" teriak Kendra.


Semua pengawal itu membawa Kendra menuju ruangan bos pemilik hotel, karena tadi ada sedikit keributan.


Sesampainya di dalam ruangan Bos, para pengawal menghempaskan tubuh Kendra ke hadapan pemilik hotel.


"Hei! Kau tidak tahu siapa aku?" tanya Kendra dengan sangat kesal.


"Diam!" teriak pemilik hotel.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2