Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Empat Cucu


__ADS_3

Bella merasa sangat malu, berdansa dengan Kenan dan di lihat banyak orang di sana. Membuatnya sedikit grogi.


"Mas, sudah ya?" ucap Bella dengan sangat lembut.


Kanan menggelengkan kepalanya, karena dia masih ingin berdansa bersama istrinya. Sebab, hari ini hatinya sangat bahagia.


"Tenang saja! Ikuti alunan musik," ucap Kenan sambil tersenyum manis.


Bella mengikuti ucapan Kenan, dan terus berdansa sampai musik berhenti. Mereka berdua kembali ke meja dan duduk di sana.


"Ayo makanlah, anak kita akan kelaparan kalau kamu tidak makan," ucap Kanan.


Bella tertawa mendengar ucapan sang suami, dan ia mulai memakan makanannya dengan perlahan.


'Indahnya bersama wanita yang aku cintai, bisa saling cinta seperti ini,' batin Kenan.


Pria itu terus-menerus menatap wajah sang istri tanpa berkedip sedikitpun, karena sangat terpana akan kecantikan Bella.


Gadis itu tengah makan dan menyadari kalau Kenan terus menatapnya, sehingga dia langsung menghentikan aktivitasnya.


"Ada masalah, Mas?" tanya Bella.


Kenan menggelengkan kepalanya, dan tersenyum manis pada Bella. Kemudian dia memegang tangan gadis itu.


"Aku sangat mencintaimu," ucap Kenan sambil mengecup tangan sang istri.


Hati Bella bergetar, dan dia tersenyum sambil bangun dan memeluk Kenan dengan sangat lembut.


"Bella juga mencintai Mas," ucap Bella.


Kenan semakin bahagia mendengar hal itu, sehingga dia mencium seluruh wajah Bella secara bertubi-tubi.


Rasa bahagia menghampiri mereka berdua dan merasa kalau dunia saat ini milik berdua, yang lain hanya numpang.


. . .


Keadaan Zaskia semakin memburuk, membuat Kendra cemas dan memanggil Adnan ke rumah Fajar.


"Zaskia, apa rasanya pusing sekali?" tanya Astuti dengan lembut.


Wanita paru baya itu memijat kepala Zaskia, dan gadis itu hanya diam karena merasa sangat pusing di setai mual.


"Bi, mau minum air jahat," ucap Zaskia dengan lema.


Semua orang yang ada di sana terdiam dan saling menatap satu sama lainnya.


"Astaga Zaskia! Sakit masih saja membuat lucu," ucap Tia sambil mendekati sang sahabat.


"Gue ngomong apa adanya," sahut Zaskia dengan ketus.


Kendra bergegas ke luar untuk menunggu kedatangan Adnan, karena dia pusing akan permintaan Zaskia tadi.


"Nak, air jahat itu seperti apa?" tanya Astuti dengan sangat lembut.


"Jus dingin," jawab Zaskia.


Tia dan Astuti saling pandang dan Tia bergegas pergi dari sana, karena dia tidak ingin membuat gadis itu semakin meminta hal yang lebih gila lagi.


"Apa permintaan Zaskia salah, Bi?" tanya Zaskia sambil menatap wajah Astuti.


Astuti tersenyum dan berkata, "Tidak, itu wajar kok!"


Zaskia tersenyum dan memejamkan matanya kembali. Tak berselang lama akhirnya Tia datang membawakan jus jeruk dingin.


"Aku tidak mau jus itu," ucap Zaskia sambil menatap ke arah jus yang ada di tangan Tia.


Tia diam dan mencoba untuk menenangkan dirinya, agar dia tidak emosi. Sebab, Zaskia sedang sakit.


"Lalu, kamu ingin apa?" tanya Tia dengan sangat sabar.


"Jus jeruk dingin. Tapi, om Kendra yang membuatnya," jawab Zaskia.


Tia tersenyum dan bergegas pergi dari sana, mencari kebenaran Kendra agar pria itu segera membuat jus untuk Zaskia.


Saat dia berjalan mendekati Kendra, matanya melirik ke arah Adnan yang baru saja sampai. Seketika hatinya berdenyut.


'Astaga! Tampan sekali dokter muda itu,' batin Tia.


Tia langsung menghampiri Kendra dan menyampaikan pesan dari Zaskia, membuat pria itu heran.


"Dokter, Anda masuk saja ke dalam bersama Tia." Kendra bergegas pergi dari sana.


Tia dan Adnan berjalan menuju kamar Zaskia, tanpa berbicara sedikitpun. Sebab, gadis itu tengah grogi bedua seperti ini bersama dokter muda itu.


Setelah sampai, Adnan langsung memeriksa keadaan Zaskia dan tersenyum.


"Nona, silahkan isi wadah ini dengan urin secukupnya," ucap Adnan sambil memberikan wadah kecil pada Zaskia.


Zaskia mengambil wadah itu, tanpa bertanya untuk apa air urin nya?


"Dok, apa Zaskia hamil?" tanya Astuti saat melihat kepergian Zaskia.


"Sepertinya," jawab Adnan.


Dokter muda itu langsung mempersiapkan alat tes kehamilan, dan menunggu Zaskia membawa urin.


Kendra masuk ke dalam sambil membawa jus jeruk dingin untuk Zaskia, kemudian menghampiri Adnan yang tengah duduk di sofa.


"Istri saya sakit apa, Dok?" tanya Kendra dan Adnan tersenyum.


"Kita tunggu saja!" jawab Adnan.


Kendra bingung, dan berpikir apa yang harus di tunggu, karena dia hanya bertanya Zaskia sakit apa?


Di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Tia tertawa karena Zaskia tidak tahu cara menampung urin, karena wadah yang di berikan oleh Adnan sangat kecil.


"Astaga Zaskia! Kamu buat aku sakit perut," kekeh Tia.


Zaskia hanya diam sambil cemberut, kemudian mulai menampung urin di hadapan Tia. Sebab, gadis itu masih ada bersamanya.


"Ya ampun, gadis ini tidak memiliki malu," ucap Tia dengan kesal.


Zaskia diam dan menyelesaikan tugasnya, dan bergegas ke luar bersama Tia dengan perlahan karena kepalanya sangat pusing.


Sesampainya di luar, Zaskia memberikan urin pada Adnan dan dokter muda itu langsung melakukan tes.


Kendra tidak tahu untuk apa tes itu, sehingga dia hanya diam sambil menatap ke arah Adnan.


Satu menit kemudian . . .


Hasil sudah ke luar dan Adnan tersenyum sambil memberikan hasil pada semua orang.


"Selamat, kalian akan segera memiliki anak," ucap Adnan.


Kendra sangat terkejut, karena dia belum siap untuk memiliki anak, sehingga dia hanya diam. Begitu juga dengan Zaskia.


Gadis itu hanya diam sambil meminum jus buatan Kendra yang sama seperti buatan Tia tadi. Namun, di matanya sangat jauh berbeda.


"Bagus, di rumah ini ada tiga wanita hamil," ucap Astuti dengan girang.


Karena dia akan memiliki empat cucu sekaligus, dan hal itu membuatnya sangat gembira.


"Iya Bi, kalau begitu saya permisi dulu." Adnan bergegas pergi dari sana.


Saat dia berjalan ke luar, Adnan berpapasan dengan Bella dan Kenan yang tertawa bersama masuk ke dalam.


"Dokter Adnan," ucap Bella degan lembut.


Adnan tersenyum dan menghampiri kedua pasangan itu, matanya melirik ke arah Bella yang terlihat sangat cantik malam ini.


"Sepertinya kalian menghadiri pesta," ucap Adnan dengan lembut.


Bella dan Kanan tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka.


"Kami hanya makan malam biasa saja," jawab Kenan.


"Dokter habis memeriksa siapa?" tanya Bella dengan heran.


Karena sebelum dia pergi tadi pagi, semua orang baik-baik saja tidak ada yang sakit.


"Iya, siapa yang sakit?" tambah Kenan, karena dia berpikir hal sama dengan Bella.


"Tidak yang sakit, hanya Zaskia hamil," kawah Adnan.


Bella dan Kenan saling menata dan tersenyum saat mendengar kalau Zaskia hamil.


"Ternyata Zaskia hamil," ucap Bella dengan sangat tidak percaya.


Kalau sang sahabat hamil, karena setahunya kedua pasangan itu tidak saling mencintai dan sekarang Zaskia hamil.


Dokter muda itu bergegas pergi dari hadapan Kenan dan Bella, karena hatinya sedikit sakit melihat kedua pasangan itu bahagia.


. . .


Kenan dan Bella masuk ke dalam kamar Zaskia dan melihat semua orang hanya diam, dan gadis itu langsung menghampiri sang sahabat tengah menangis.


"Zaskia ada apa? Bukankah kamu lagi hamil?" tanya Bella dengan cemas.


Gadis itu memeluk Bella dan semakin terisak-isak, sambil terus menatap ke arah Kendra yang ada di sofa.


Tia dan Astuti bergegas pergi dari sana, karena mereka tidak ingin ikut campur urusan Kendra dan Zaskia.


"Ken, ada apa?" tanya Kenan dengan cemas.


Kendra menghela nafas panjang dan menceritakan semua pada Kenan, sontak Kenan tertawa.


"Kalian ini seperti anak kecil saja, mana ada suami istri tidak bersentuhan," ucap Kendra.


Bella juga tersenyum kemudian membisikan sesuatu di telinga Zaskia, agar gadis itu bisa menerima bayi yang masih di dalam kandungan.


"Bel, ayo kita pergi." Kenan bergegas pergi dari sana bersama dengan Bella.


Kini tinggallah mereka bedsua, dan Zaskia memiliki tidur daripada berdebat lagi dengan suaminya.


. . .


Bella tertawa bersama Kenan saat mengingat cerita Kendra tadi, dan mereka memilih untuk beristirahat. Sebab, besok harus berangkat ke luar negeri.


Keesokan harinya . . .


Kenan bersiap-siap untuk berangkat ke luar negri, bersama sang istri dan kini ia tengah mendorong koper ke luar.


"Hei! Mau ke mana?" tanya Fajar.


Pria itu heran melihat sang menantu mendorong koper, dan langsung mendekati Kenan.


"Ayah, kami akan pergi ke luar negeri," jawab Kenan.


Fajar terkejut, karena dia tidak tahu kalau sang anak dan menantunya akan pergi jauh. Sebab, mereka tidak ada memberitahu padanya.


"Kau menantu kurang ajar!" seru Fajar.


Pria itu memukul Kenan dengan keras sehingga Kenan kesal dan memukul balik.


"Rasakan itu Ayah tua!" seru Kenan.


Kenan tertawa melihat Fajar cenber, dan mereka berdua duduk di bangku kemudian Kenan menceritakan semua pada mertuanya itu.


"Kalian di sana hati-hati, karena Bella sedang mengandung," pesan Fajar pada sang menantu.

__ADS_1


"Baik Ayah," jawab Kenan dengan lembut.


Fajar berpesan banyak pada Kenan sehingga pria itu lupa apa saja yang di ucapkan sang mertua.


'Astaga! Mertuaku ini sangat bawel,' batin Kenan.


"Sudah, aku pergi dulu!" Fajar bergegas pergi dari sana.


Karena dia sudah terlambat pergi ke kantor, karena berpesan banyak sekali untuk sang menantu. Sebab, sang anak sedang


mengandung.


Hal itu membuatnya sedikit takut, kalau Bella berpergian jauh hanya berdua saja dengan Kenan.


. . .


Bella memeluk sang ibu, karena wanita paru baya itu sedih dan khawatir sang anak akan pergi jauh darinya untuk waktu yang lumayan lama.


"Hati-hati di sana, dan jangan lupa segera pulang," ucap Astuti lirih.


Bella tersenyum karena sang ibu sangat menyayanginya, dan mengkhawatirkan keadaannya.


"Tentu saja Bu, Mas Kenan ada bersama Bella," jawab Bella dengan lembut.


Astuti mencium seluruh wajah Bella dengan lembut dan mencium perut Bella yang sudah mulai membuncit.


"Bu, kami pergi dulu." Kenan mencium tangan Astuti begitu juga dengan Kenan.


"Hati-hati!" ucap Astuti dengan lirih.


Kenan dan Bella bergegas pergi dari sana, karena meraka akan tertinggal pesawat kalau terlalu lama berangkat.


Di dalam pesawat . . .


Kenan merangkul Bella dengan sangat lembut, karena dia ingin selalu ada di dalam pelukan sang istri setiap saat.


"Mas, apa kita akan lama di sana?" tanya Bella dengan lembut.


Kenan tersenyum sambil mencium puncak kepala sang istri, karena dia juga tidak tahu akan lama di sana atau tidak.


"Sudahlah, yang terpenting saat kita di sana berlibur dan bulan madu," ucap Kenan dengan lembut.


Bella tersenyum dan mengangguk tanda mengerti, kemudian meraka saling menyusun rencana apa saja yang akan di lakukan saat sudah tiba nanti.


10 jam kemudian . . .


Kini Kenan dan Bella sudah sampai di villa meraka menginap, dan masuk ke dalam kamar. Sebab, wanita hamil itu merasa sangat lelah ingin segera beristirahat.


Kenan bergegas membuat susu untuk Bella, karena gadis itu belum memakan apapun sejak tadi pagi.


"Sayang, minum dulu susunya." Kenan memberikan susu pada Bella.


Gadis itu langsung menghabiskan susu dari Kenan dan bergegas tidur.


"Tidurlah sayang, aku akan memijat kamu," ucap Kenan dengan lembut.


Bella tidak menjawab karena dia sudah tertidur pulas sehabis minum susu tadi, dan Kenan langsung memijat tubuh sang istri dengan sangat lembut.


. . .


Siska dan Astuti makan siang malam bersama hanya berdua saja. Sebab, para pria masih di kantor mengerjakan tugas masing-masing.


Sedangkan Zaskia, masih mual dan pusing sehingga dia hanya di dalam kamar sejak kemarin.


"Bu, apa tuan Kenan benar-benar mencintai Bella?" tanya Siska sambil terus menyantap makanannya.


"Entahlah. Tapi, terlihat jelas pria itu mencintai adikmu," jawab Astuti.


Siska masih sedikit ragu pada Ksnan, karena dia berpikir tidak mungkin pria itu sangat muda memaafkan kesalahan sangat fatal.


"Semoga saja pria itu memang mencintai adikmu, dengan tulus," ucap Astuti.


"Semoga," jawab Siska dengan lembut.


Di dalam hati Astuti juga ada keraguan. Namun, wanita itu melihat perubahan sikap Kenan beberapa hari ini sama seperti waktu mereka kenal dulu.


'Semoga saja dia benar-benar mencintai Bella, karena aku tidak akan sanggup melihat penderitaan Bella lagi,' batin Astuti.


Sakit hatinya kalau mengingat kembali kejadian di mana Bella selalu menderita. Namun, ia harus melupakan hal itu karena sekarang sudah berbeda.


. . .


Bella bangun dan melihat Kenan tidur di sampingnya, dan dia tersenyum sambil mengecup pipi sang suami.


"Aku belum tidur." Kenan menarik tangan Bella masuk ke dalam pelukannya.


Sontak membuat Bella terkejut, dan langsung tertawa karena melihat sang suami.


"Mas, lepaskan Bella," ucap Bella dengan lembut.


"Tidak!" jawab Kenan.


Pria itu semakin erat memeluk istrinya, sehingga Bella kesulitan bernafas dan melepaskan pelukannya.


"Sudah, Mas tidur saja! Bella mau berjalan-jalan di villa ini," ucap Bella dengan sangat lembut.


"Euum. Tapi, jangan jauh-jauh!" pesan Kenan.


"Siap," jawab Bella.


Gadis itu bergegas pergi dari sana, dan mulai berjalan-jalan mengelilingi villa. Bella menghentikan langkah saat melihat adanya wanita yang sangat familiar.


"Bukankah itu tante Miranda?" ucap Bella sambil terus melihat wanita itu.


Terlihat jelas Miranda bersama seorang pria, berada di samping villa nya. Meraka berdua terlihat sangat masra dan romantis.

__ADS_1


"Ya ampun, biarkan saja! Lagi pula, tante Miranda dan mas Kenan sudah berpisah. Jadi, wajar saja kalau mereka hidup bersama pasangan masing-masing," ucap Bella sambil terus memperhatikan Miranda.


BERSAMBUNG.


__ADS_2