Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Apa Salah Kami?


__ADS_3

Heppy Reading ...


Bella terbangun dari tidurnya dan melihat ada Kenan di samping tubuhnya. Sontak membuat gadis itu terkejut dan langsung bangun.


'Ya ampun, aku ketiduran tadi. Sebaiknya aku cepat pergi dan menyiapkan semua keperluan om Kenan. Sebab, malam ini dia akan pergi,' batin Bella.


Gadis itu berjalan ke luar menuju kamar utama, karena semua baju suaminya ada di sana. Setelah sampai dia mengetuk-ngetuk pintu kamar dan sang empunya membuka pintu.


"Ada apa?" tanya Miranda ketus.


Miranda melirik Bella dari ujung rambut sampai kaki, dan melihat gadis itu sangat cantik dan bersih. Membuatnya cemburu.


"Membereskan barang-barang tuan Kenan," jawab Bella cepat.


Miranda menganggukkan kepala dan mempersilahkan Bella masuk ke dalam, kemudian dia kembali duduk sambil menonton Drakor kesukaannya.


Bella langsung mengambil koper milik Kenan dan memasukan baju, dan barang-barang yang di butuhkan oleh suaminya. Gadis itu mendorong koper itu berserta milik Miranda juga.


"Saya permisi dulu, Nyonya." Bella melanjutkan kembali pekerjaannya, dan Miranda masa bodoh tidak memperdulikan ucapan sang madu.


'Dia terlihat sangat cantik, aku jadi cemburu Kenan melihatnya setiap hari,' batin Miranda.


Miranda menyesal sudah meminta Kenan menikahi Bella, hanya untuk membalas dendam mereka pada gadis itu.


*


*


*


Bella membawa koper sang suami dan istri pertama suaminya, menuju ruang tamu dan bergegas ke dapur untuk menyiapkan makan siang Kenan.


Sesampainya di dapur terlihat sang ibu sudah memasak bersama koki yang ada di rumah Kenan. Gadis itu langsung menyusun semua makanan ke meja makan


"Tinggal panggil om Kenan," gumam Bella sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, terlihat Kenan sudah tidak ada lagi dan Bella berdiri sambil membuka gorden kamarnya. Betapa terkejutnya dia saat membalikkan badannya sudah ada sang suami di hadapannya.


"Aakhh!" jerit Bella dengan refleks.


Kenan tersenyum simpul dan mendekati sang istri, kemudian mencium tengkuk leher Bella dan melahap bibir ranum gadis itu dengan kasar.


Bella langsung menangis dan mendorong tubuh Kenan, sehingga pria itu tertawa dan menarik tangan sang istri masuk ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Tunggu aku pulang, kau akan merasakan apa itu kris jaka tarub," bisik Kenan halus di telinga Bella.


Bella takut sekali saat Kenan akan menyentuh tubuhnya, karena dia sangat trauma akan pria itu yang bermain dengan sangat kasar.


"Jangan takut sayang! Aku akan pelan-pelan seperti biasanya." Kenan bergegas pergi dari sana meninggalkan Bella sendirian.


Bella terjatuh dan menangis sejadi-jadinya mengingat kembali perlakuan Kenan padanya, yang sangat jauh berbeda dari sekarang.


"Ke mana om Kenan yang dulu?" tanya Bella lirih.


Flashback on ...


Bella bersama Adam sedang mengerjakan tugas sekolah bersama, tiba-tiba saja Adam mencium pipi gadis itu membuat sang empunya tidak terima.


"Dasar laki-laki mesum!" jerit Bella.


Membuat Adam tertawa dan mencubit hidung mancung gadis itu. Tanpa disadari oleh keduanya ternyata Kenan sejak tadi melihat apa yang terjadi.


"Eehm!"


Adam dan Bella saling menatap satu sama lainnya, dan mereka langsung menolah. Betapa terkejut mereka melihat Kenan ada di belakang.


Pria itu menghampiri sang anak dan mencubit lengannya.


Adam tersenyum dan berkata, "Maafkan aku Bella."


Bella tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian menatap Kenan dan memeluk pria itu.


"Bella, jangan sungkan apapun yang tidak kamu suka. Katakan pada Om, karena kita ini keluarga," ucap Kenan dengan lembut sambil mengelus-elus rambut gadis itu.


Bella sangat bahagia bisa mengenal Kenan, pria yang sangat baik padanya sejak dia kecil sampai sebesar ini.


"Terimakasih Om, karena sudah menyayangi Bella seperti anak Om sendiri," ucap Bella dengan sangat manja.


"Tidak! Papa selalu mengutamakan kamu daripada aku yang anaknya sendiri," sindir Adam.


Kenan tersenyum dan langsung menarik tangan Adam masuk ke dalam pelukannya, dan mereka bertiga berpelukan seperti Teletubbies.


"Kalian adalah harta yang paling terindah, yang pernah papa miliki. Setelah selesai kuliah kalian harus menikah," ucap Kenan dengan sangat lembut.


Adam dan Bella tersenyum, dan mereka kembali berpelukan seperti Teletubbies. Walaupun Bella bukan anak Kenan tetap saja pria itu sangat menyayanginya.


Flashback off ...

__ADS_1


Tidak pernah terbayang kalau dirinya dan calon mertuanya bermalam bersama, karena dulu hal itu yang di impikan oleh Bella bersama Adam.


"Adam, bawa aku bersamamu ... aku rindu kamu," ucap Bella lirih.


Entah mengapa, walaupun sang mantan sudah meninggal enam bulan lalu dia tetap mencintai Adam. Meskipun sekarang dia sudah menjadi istri dari papa sang mantan.


"Cinta ini hanya untukmu sampai kapanpun itu," gumam Bella sambil berjalan ke luar dari kamar menuju meja makan.


Sesampainya di sana, dia langsung menyiapkan makanan untuk sang suami dan berdiri di samping Kenan seperti biasanya.


Astuti sangat sedih melihat sang anak seperti itu, sehingga dia langsung berlari menuju taman belakang dan duduk di bawah pohon mangga.


"Kenapa Nasib mu seperti ini? Nak, padahal kamu juga istrinya. Bukankah ini sama sekali tidak adil?" tanya Astuti pada diri sendiri.


Hatinya seakan hancur berkeping-keping melihat sang anak hanya berdiri di samping sang suami, sedangkan istri pertama suami anaknya duduk dan di layani seperti seorang ratu.


"Biarkan saja! Ingatlah dek, karma itu ada," ucap pak Asep yang baru saja sampai.


Astuti langsung menoleh dan tersenyum melihat sang kakak ada di hadapannya, dan dia langsung berhamburan masuk ke dalam pelukan pak Asep.


"Mang, kenapa Bella seperti ini? Harus tersakiti. Memangnya apa kesalahan kami?" tanya Astuti yang masih berada di dalam pelukan sang kakak.


"Sudahlah, semua ini sudah jalan dari yang maha kuasa," sahut Pak Asep.


Astuti langsung melepaskan pelukannya, dan kembali duduk sambil mengingat kembali setiap perlakuan Kenan pada anaknya.


"Hati ini sakit Mang, melihat mereka bahagia. Tapi, anakku selalu saja di siska! Apa kesalahan kami?" tanya Astuti kesal.


Asep menenangkan sang adik dan menceritakan apa yang di rasakan, dan wanita itu mengerti dan mencoba untuk tenang.


*


*


*


Bella sangat ingin duduk bersama dengan suaminya di sana. Namun, itu semua hanya khayalan dia saja, karena Kenan tidak akan memperlakukannya seperti istri pada umumnya.


'Salahkah aku menginginkan hak aku sebagai seorang istri?' batin Bella.


Gadis itu memang tidak bisa mencintai Kenan. Namun, dia dulu pernah mengkhayal akan makan bersama suaminya berdua di meja makan dengan sangat mesra.


Nyatanya semua itu benar-benar hanya khayalan saja, tidak akan pernah terjadi di dunia nyatanya. Sebab, suaminya tidak pernah menganggapnya ada di kehidupannya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2