
Happy reading....
"Hai Miranda," sapa pria itu.
Miranda meletakan jus yang di bawanya ke nampan Bella, yang terdapat banyak sekali jus yang sama seperti miliknya tadi.
"Hai juga, sedang apa kau di sini?" tanya Miranda dengan sangat lembut.
Pria itu tersenyum, kemudian hendak menjawab pertanyaan Miranda. Namun, ponselnya berdering sehingga dia menerima panggilan itu dulu.
Miranda mengambil jus yang di letakkan tadi, dan memberikannya pada Bella. Kemudian meminta gadis itu meminumnya.
"Tapi, Nyonya saya tidak haus," ucap Bella dengan lembut.
Miranda mengambil satu jus lagi dan tersenyum pada Bella, karena dia memiliki maksud lain.
"Anggap saja aku ingin bersulang padamu," sahut Miranda.
Bella menganggukkan kepala tanpa rasa curiga sedikitpun pada Miranda. Kemudian dia tersenyum pada istri pertama suaminya.
"Miranda!" panggil pria itu.
Miranda menoleh, dan Bella mengambil jus yang ada di tangan Miranda. Kemudian menunggu wanita itu menoleh kembali dan bersulang.
"Ayo kita kembali ke pesta," ucap pria tersebut.
__ADS_1
"Tunggu dulu! Aku ingan bersulang pada pembantuku ini," ucap Miranda, dan pria itu mengangguk kepala.
"Ayo Bella, kita bersulang!" ucap Miranda, dan Bella bersulang dengan wanita itu tanpa rasa curiga sedikitpun.
'Habislah kau nanti,' batin Miranda licik.
Bella sudah menghabiskan minumannya, kemudian dia tersenyum pada Miranda.
"Saya permisi dulu Nyonya." Bella bergegas pergi dari sana dengan perlahan sambil membawa nampan.
Miranda merasa ada yang aneh pada dirinya, dan dia mulai merasa pusing dan menghampiri rekan bisnis sang suami.
"Miranda! Ada apa denganmu?" tanya pria tersebut, dan Miranda langsung terjatuh ke dalam pelukan pria itu.
*
*
*
"Semuanya berjoget bersama," ucap Bella sambil terus menatap ke arah rekan bisnis Kenan.
Tiba-tiba saja pundaknya di pegang seseorang dari belakang, dan dia langsung menoleh kemudian membuka mata lebar-lebar.
"Tuan," ucap Bella pelan. Namun, suaranya tidak terdengar oleh Kenan sehingga pria itu langsung membawanya ke luar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Kenan membawa Bella masuk ke dalam ruangan kerjanya, dan membuka menutup wajah Bella.
"Kau melihat Miranda?" tanya Kenan, karena sejak tadi dia sama sekali tidak melihat adanya Miranda di manapun.
"Iya. Tadi, nyonya ada di halaman belakang bersama seseorang," jawab Bella dengan jujur.
Kenan mengerutkan keningnya, karena sang istri tadi berpamitan ke luar sebentar. Namun, mala menemui seseorang.
"Saya boleh pergi, Tuan?" tanya Bella dengan hati-hati.
Kenan tersenyum dan menarik tangan Bella, masuk ke dalam pelukannya kemudian berbisik.
"Aku ingin kau masuk ke dalam kamar, dan aku akan menyusul mu. Sebab, aku harus mengantar semua rekan bisnis ku pulang sampai depan," bisik Kenan di telinga Bella.
Gadis itu mengangguk tanda mengerti, dan bergegas pergi dari sana karena ingin cepat-cepat membersihkan diri.
*
*
*
Bella masuk ke dalam kamarnya, dan bergegas membersihkan diri. Setelah selesai dia langsung memakai lingerie seksi berwarna merah terang. Gadis itu juga menghias wajahnya.
"Kenapa ibu sejak tadi tidak ada di rumah?" tanya Bella pada diri sendiri.
__ADS_1
Sebab, sejak tadi dia sama sekali tidak melihat adanya sang ibu. Bahkan, wanita paruh baya itu tidak ada di sekitaran rumah.
Bersambung.