
Heppy Reading ...
Setelah selesai makan, Kenan dan Miranda bersiap-siap berangkat menuju kota yang akan menjadi tempat bulan madu mereka berdua.
Bella membawa dua koper sekaligus menuju luar dengan sangat susah payah, dan tidak ada yang boleh membantunya,, karena Kenan yang memerintahkan hal itu.
Setelah sampai di luar, Bella langsung membawa dua koper itu masuk ke dalam mobil dan berdiri tepat di belakang sang suami.
"Semuanya sudah selesai 'kan, sayang? Aku masuk ke dalam duluan." Miranda bergegas masuk ke dalam mobil.
Sedangkan Kenan tersenyum sambil membalikkan tubuhnya, kemudian mencium kening Bella dengan tiba-tiba. Sontak gadis itu terkejut dan langsung menatap sang suami.
"Kau aman selama satu minggu ke depan. Tapi, setelah itu aku tidak akan membiarkanmu beristirahat sedikitpun," bisik Kenan di telinga Bella.
Gadis itu hanya diam sambil menundukkan wajah, karena takut akan tatapan dari suaminya. Kenan tersenyum dan memegang tangan Bella dan sang empunya langsung menoleh.
"Satu lagi. Aku tidak ingin melihatmu seperti pembantu saat aku pulang satu minggu lagi." Kenan mencium tangan Bella dengan sangat lembut.
Membuat gadis itu terdiam dan tidak berkata apapun. Kenan tersenyum dan bergegas pergi sambil melambaikan tangannya pada istri mudanya itu.
Bella menatap kepergian mobil Kenan dengan sesak di dalam dadanya, melihat sang suami pergi berbulan madu bersama istri pertamanya sedangkan dia?
'Walapun aku tidak mencintainya. Tapi, tetap saja hatiku sakit melihat hal yang tidak adil ini. Salahkan aku menginginkan hal yang dilakukan oleh om Kenan pada tante Miranda?' batin Bella lirih.
Gadis itu meneteskan air matanya dan berlari masuk ke dalam kamarnya, agar tidak ada yang melihatnya menangisi kepergian sang suami bersama istri pertamanya.
Tanpa disadari oleh Bella, ternyata Astuti sejak tadi mengintip semua percakapan Kenan dan sang anak. Hatinya kian sakit mendengar hal itu.
"Bella, ibu janji akan membebaskanmu dari tuan Kenan untuk selamanya," janji Astuti pada dirinya sendiri.
Wanita itu tetap bertekad akan mencari keberadaan mantan suami, yang tidak tahu di mana berada.
*
*
*
Miranda memasang wajah jutek, karena sebal melihat Kenan mencium kening Bella dan tangan gadis itu. Entah mengapa hatinya sangat cemburu melihat pemandangan itu. Padahal, dulu Kenan sering mencium Bella dari kecil sampai dewasa.
Namun, kali ini berbeda karena gadis itu sudah menjadi istri dari suaminya yang artinya menjadi madunya.
"Cantiknya luntur tau!" Kenan mencubit hidung mancung Miranda sehingga wanita itu tersenyum.
"Aku kesal! Kau menciumnya tadi," ucap Miranda dengan nada manja.
__ADS_1
Kenan tersenyum dan mencium Miranda seperti yang di lakukan pada Bella tadi, dan sang istri langsung tersenyum bahagia dan memeluknya.
"Ada apa denganmu sayang? Akhir-akhir ini kamu banyak sekali cemburu padanya?" tanya Kenan sambil mengelus-elus rambut Miranda.
"Entah, padahal dulu kau sering menciumnya juga," jawab Miranda dengan jujur.
Wanita itu juga tidak tahu kenapa dia sangat cemburu pada madunya, yang sama sekali tidak akan masuk ke dalam hati sang suami.
"Sudahlah, bukankah hal ini kamu juga yang memintanya?" tanya Kenan lagi.
Miranda kesal langsung mencubit perut sixpack Kenan sehingga pria itu meringis.
"Aku hanya memintamu menikahinya, bukan meniduri dia!" geram Miranda.
Kenan tersenyum dan tertawa kecil, kemudian mencium puncak kepala sang istri agar lebih tenang dan tidak emosi.
"Apa kamu kira aku ini impoten? Melihat benda segar tidak berselera?" jawab Kenan, membuat Miranda semakin kesal dan menggelitik perut pria itu.
"Ampun Miranda!" jerit Kenan dan Miranda semakin memukuli Kenan secara membabi-buta.
Hatinya sangat kesal. Namun, penyesalan hanya percuma saja bagi Miranda karena Kenan tidak akan menceraikan Bella, yang artinya akan menjadi saingannya selalu. Walaupun dia tahu cinta sang suami hanya untuknya saja.
'Walaupun dia berkata tidak akan mencintai gadis itu. Tetap saja dia juga menidurinya dan mungkin juga mereka akan saling cinta,' batin Miranda cemas.
*
*
*
"Andai saja ada wanita cantik menjadi istriku, sudah di pastikan aku tidak akan ke luar kamar," gumam Beno sambil mengerjakan pekerjaannya.
Saat tengah memikirkan tentang wanita cantik, tiba-tiba saja ponselnya berdering dan ternyata sang bos yang menelponnya.
"Gawat ini, mana semua tugas belum kelar gara-gara semalam di club," ucap Beno dengan cemas.
Mau tidak mau dia harus menerima panggilan masuk dari sang bos. Walaupun Beno akan terkena semprot karena lalai dalam mengerjakan tugas.
📞Bos Kenan.
Kenan: Kau di mana?
Beno: Di kantor Bos!
Kenan: Awasi gerak-gerik brengsek itu! Jangan sampai lepas!
__ADS_1
Beno: Siap Bos!
Kenan memutus sambungan telepon dan Beno bernapas lega, karena tidak mengetahui melakukannya di club semalam.
"Untungnya dia tidak tahu. Aman aku sekarang," ucap Beno dengan lega.
*
*
*
Bella menangis sambil memeluk poto Adam bersama waktu mereka bertunangan, hatinya kian teriris pisau tajam mengingat kembali kejadian paling membahagiakan itu.
Flashback on ...
Semua tamu undangan hadir termaksud para rekan bisnis Kenan dari semua kalangan, dan keluarga besarnya juga.
Kenan duduk di samping sang anak bersama Miranda dan Astuti juga, mereka berfoto bersama dengan sangat bergembira.
"Om Ken, kita plfoto berdua, ya'' tanya Bella sambil memberikan ponselnya pada sang fotografer.
"Euum, apa pria itu tidak cemburu?" goda Kenan pada sang anak yang terlihat sangat cuek.
"Sindir terus!" sahut Adam.
Miranda tersenyum bersama Astuti melihat kelakuan anak dan ayah itu selalu saja berdebat, dan saling sindir ngejek mengejek.
"Adam, anggap saja aku sedang foto bersama ayahku," ucap Bella dan Adam menganggukkan kepalanya.
Bella memeluk Kenan dan di foto, terlihat seperti mereka berdua yang tengah melangsungkan pertunangan. Kenan berpose mengendong Bella seperti sepasang pengantin baru.
Hal itu membuat Adam kesal dan cemburu, langsung menghentikan foto itu dan mengambil alih.
"Ada yang cemburu!" ejek Kenan pada sang anak dan semua orang tertawa lepas melihat hal itu.
Flashback off ...
Hatinya bergetar hebat saat mengingat kembali kejadian malam pertamanya bersama Kenan, dan hal itu tidak bisa di lupakan karena sangat menyakitkan hati dan jiwanya.
"Apa sih yang membuat om Kenan sangat berubah drastis seperti ini? Padahal, aku sama sekali tidak membuat kesalahan apapun," ucap Bella penasaran.
Kenapa calon mertua yang sangat menyayangi dia dengan sangat singkat berubah, membuatnya menjadi pemuas nafsu.
'Maafkan aku Dam, sudah menikahi papamu dan mamamu yang meminta hal itu ... aku tidak bisa berbuat apa-apa saat itu karena aku masih terpukul akan kepergianmu Dam,' batin Bella lirih.
__ADS_1
Gadis itu masih bertanya-tanya, kenapa Kenan sangat membencinya dan kesalahan apa yang membuat Kenan sangat kejam padanya.
Bersambung.