
Miranda langsung melepaskan pelukannya, kemudian menatap wajah Kenan dengan sangat lembut.
"Katakan saja?" jawab Miranda dengan sangat lembut.
Kenan menghela nafas dalam-dalam, kemudian menceritakan semuanya yang di ucapkan oleh Kendra tadi. Membuat wanita itu terkejut dan diam karena tidak tahu harus menjawab apa.
"Miranda katakan saja! Apa maksudmu!" seru Kenan, karena dia kesal sang istri bersikap licik.
Miranda menundukkan wajahnya, kemudian menceritakan semuanya pada sang suami. Kalau dia takut kehilangannya dan tega melakukan hal itu.
"Miranda, kau tahu bukan? Aku hanya mencintai mu saja," ucap Kenan dengan kesal. Sebab, Miranda bersikap nekat hanya karena takut kehilangannya.
"Tapi Ken, kau selalu mengutamakan dia ketimbang aku!" jawab Miranda dengan kesal, karena Kenan menyalahkan dirinya.
Kenan tidak habis pikir dengan sikap Miranda, sehingga dia bergegas pergi dari sana untuk mencari keberadaan Bella dan meminta maaf atas semua perlakuannya yang kejam.
Pria itu mengendarai motor miliknya, karena dia ingin segera menemukan Bella dan membawa gadis itu pulang bersamanya. Namun, semua itu gagal karena ia sama sekali tidak menemukan keberadaan sang istri.
Kenan tidak patah semangat, dia terus mencari keberadaan Bella sampai di sudut kota. Kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya sampai dia lelah.
"Bella, kalian di mana? Aku rindu?!" tanya Kenan sambil berteriak, karena dia sudah lelah mencari Bella yang tak kunjung ketemu.
__ADS_1
Kenan melanjutkan kembali perjalanannya, menyusuri setiap kota untuk mendapatkan keberadaan sang istri yang tengah mengandung anaknya.
Rasa menyesal kian muncul, dan dia mengumpat kebodohannya sendiri karena sudah mempercayai semua ucapan Miranda yang bohong.
"Ya Tuhan, aku mohon pertemuan aku dan Bella," ucap Kenan dengan lirih.
Pria itu mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi, agar dia bisa segera menemukan Bella. Namu, semuanya hanya sia-sia. Sebab, gadis itu tidak akan di temukan di manapun.
Karena, Bella masih ada di luar negeri tanpa sepengetahuan Kenan atau siapapun.
'Di mana kalian?' batin Kenan lirih.
Kenan terus mencari Bella, sehingga dia kelelahan dan memutuskan untuk segera pulang. Sebab, pria itu masih belum pulih betul.
.
.
Bella sangat bahagia, karena dia akan segera pulang. Namun, ia sedikit heran. Sebab, masih harus duduk di kursi roda padahal gadis itu merasa dirinya sudah sehat.
"Ayah, kenapa Bella masih duduk di kursi roda? Padahal, kaki Bella sudah bisa di gerakkan?" tanya Bella pada sang ayah.
__ADS_1
Fajar yang tengah duduk di sofa, bangun dan mendekati sang anak kemudian mencium seluruh wajah gadis itu.
"Neng Bella, ikuti saja ucapan Dokter Hasrul. Ya," jawab Fajar dengan sangat lembut membuat Bella tersenyum.
"Ayah, apa setelah Bella kembali ke Indonesia ... akan selamanya bersama Ayah? Lalu, bagaimana dengan suami Bella?" tanya Bella dengan sangat lembut.
Fajar terdiam sambil mengingat kembali semua perlakuan Kenan padanya, dan pada Bella sampai gadis itu tidak bisa berjalan lagi.
"Bella, ayah tidak akan membiarkan kamu kembali pada pria bajingan itu! Suami macam apa dia?!" Fajar berkata dengan ketus, karena dendamnya yang membara pada Kenan.
Bella terdiam, karena dia bingung harus menjawab apa. Sebab, hatinya gelisah memikirkan Kenan.
'Bagaimanapun tuan Kenan adalah suamiku, selama aku masih menjadi istrinya. Aku akan tetap bersamanya. Tapi, apa ini yang terbaik untuk kami?' batin Bella sambil berpikir.
Fajar tidak akan membiarkan Bella kembali pada musuh bebuyutan. Sebab, pria itu sudah membuatnya kehilangan masa-masa bersama keluarga kecilnya.
Astuti baru saja masuk ke dalam dan menatap heran pada anak dan suaminya. Wanita itu langsung menghampiri sang anak kemudian mengelus-elus rambut Bella.
"Kenapa semua pada diam?" tanya Astuti pada sang anak, sambil menatap wajah suaminya.
Fajar langsung tersenyum kemudian menghampiri sang istri dan anaknya.
__ADS_1
"Semua sudah siap? Kita akan segera kembali ke rumah?" tanya Fajar dengan sangat lembut.