
Miranda merasa janggal akan kebangkrutan Kenan, karena pria itu tidak terlihat sedih ataupun depresi.
"Semua benar-benar sangat mencurigakan, dan aku harus menyelidiki itu semua," ucap Miranda sambil terus menonton Drakor romantis.
Wanita itu menginap di hotel sejak di usir oleh Kenan dari rumah yang selama ini ia tinggali.
.
.
.
Sore hari tiba ...
Zaskia sudah mengemasi barang-barangnya, dan dia bergegas pulang. Sebab, di rumahnya ada sang suami dan kakak iparnya.
Sebelum pulang, dia menyempatkan diri membeli makanan untuk makan malam bersama kedua Ken itu.
Rumah Zaskia ...
Kendra sudah selesai mandi, dan kini dia sudah rapi hendak pergi membeli makanan dan dia menghampiri sang kakak yang ada di dalam kamar.
"Kan," panggil Kendra dengan sangat lembut.
Kenan langsung menoleh dan tersenyum, kemudian menepuk ruang kosong yang ada di sampingnya agar sang adik duduk.
__ADS_1
Kendra langsung menghampiri Kanan dan duduk di samping sang kakak. Kemudian dia memperlihatkan dompet yang kosong melompong.
"Kenapa tidak berbicara?" tanya Kenan sambil memperlihatkan isi dompetnya.
"Ya ampun, bagaimana ini kak? Uang mu tinggal sedikit lagi?" tanya Kendra sambil melihat jumlah uang Kenan.
Kenan tersenyum kemudian memegang pundak sang adik dengan sangat lembut.
"Ken, besok kakak akan mencari pekerjaan dan kamu juga. Sebab, istri mu berhak kamu nafkahi," jawab Kenan dengan sangat lembut.
Kendra merasa sangat ane akan sikap sang kakak, karena biasanya Kenan tidak akan setaba ini mendapatkan masalah, apa lagi mereka bangkrut.
'Aku benar-benar sangat mencurigai dia, karena terlihat sanga tabah dan tidak terlihat depresi kehilangan uang terliyun,' batin Kendra penuh tanya.
Kendra mengambil uang Kenan, dan bergegas pergi dari sana. Saat dia di depan rumah terlihat Zaskia baru saja tiba dengan mendayung sepeda milik Tia.
"Sepeda butut siapa itu?" tanya Kendra sambil menatap wajah Zaskia.
Zaskia tidak menjawab, dia langsung menghampiri sang suami dan mencium tangan pria itu. Sebab, ada beberapa tetangga yang melihat mereka.
"Jangan! Banyak bicara, ada orang yang melihat kita," ucap Zaskia dengan sangat pelan.
Kendra langsung mencari dan melihat ada beberapa orang yang melihatnya, kemudian dia mencium kening Zaskia dengan sangat lembut.
"Sayang, besok aku sudah mulai bekerja," ucap Kendra yang mengambil tas Zaskia.
__ADS_1
"Baik Mas, ayo kita masuk ke dalam," jawab Zaskia dengan sangat lembut.
"Iya." Kendra mengandeng tangan Zaskia dengan sangat mesra masuk ke dalam rumah.
Ibu-ibu yang melihat pun langsung percaya kalau pria itu adalah suami Zaskia. Sebab, tiba-tiba saja gadis itu membawa suami, walaupun mereka melihat buku nikah Zaskia dan Kendra dari Pak RT.
"Benar mereka pasangan suami-istri," ucap salah satu ibu di sana.
"Iya, ayo kita pergi!" sahut yang lain, dan mereka pergi dari sana.
Di dalam rumah, Zaskia langsung menghempaskan tangan Kendra karena dia kesal pria itu memeluknya, walaupun mereka suami-istri.
"Jangan mencoba macam-macam!" teriak Zaskia.
Belum sempat Kendra menjawab, Kenan datang dan melerai pertengkaran yang belum di mulai.
"Ada apa?" tanya Kenan, sambil menatap kedua adiknya itu.
Zaskia diam begitu juga dengan Kendra, karena meraka sama-sama kesal. Membuat Kenan bingung dan memilih duduk di sofa.
"Lanjutkan pertengkaran kalian di dalam kamar, aku mau pergi dulu!" Kenan bangun dan bergegas pergi dari sana.
Zaskia masa bodoh dan meletakan makanan yang di bawanya ke meja, kemudian dia bergegas masuk ke dalam kamar. Kendra pun mengikuti sang istri masuk ke dalam.
"Keluar!" teriak Zaskia. Namun, Kendra tidak memperdulikan ucapan Zaskia, dan semakin mendekati gadis itu.
__ADS_1
Zaskia semakin mundur sehingga dia terjatuh, dan menarik tangan Kendra membuat mereka berdua terjatuh ke atas ranjang.
Deg!