Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Mencintai Calon Menantu


__ADS_3

Pagi ini keluarga Fajar akan berkunjung ke makam Adam, begitu juga dengan Sisak yang sangat menyesali perbuatannya. Gadis itu ingin sekali meminta maaf pada Adam karena dia sudah membuat pria itu kehilangan nyawa.


Siska baru saja ke luar dari rumah sakit, dan terus pergi menuju makan Adam. Sebab, semua keluarganya sudah ada di sana.


. . .


Bella sudah tenang melihat makam Adam, tidak seperti sebelumnya, dia bersikap seperti wanita gila yang menangisi kepergian sang pacar.


"Adam, kamu berada di sana semua karena om, maafkan om," ucap Fajar dengan sangat lirih.


Kenan hanya bisa diam dan meneteskan air matanya, karena dia sudah berjanji meafkan Fajar walaupun itu sangat berat baginya.


Fajar Semakin terisak-isak mengingat kembali saat dia meminta Sisak untuk melenyapkan Adam, dengan sangat sadis hanya karena dendam sepele pada Kenan.


"Maafkan om, Adam!" Fajar semakin terisak-isak dan Kenan memeluk sang mertua, karena dia tidak bisa melihat pria itu menangis tersedu-sedu.


"Jar, sudahlah ... aku memaafkan mu dan otomatis Adam juga," ucap Kenan dengan lirih.


Fajar berhenti menangis dan memeluk Kenan, karena hati pria itu sangat baik Padanya yang tidak memasukannya ke dalam penjara.


Bella hanya diam sambil menahan air mata agar tidak tumpah, dia harus kuat di mata semua orang. Walaupun itu akan sangat sulit baginya.


"Pak Fajar, jangan seperti ini. Adam tidak akan suka melihat kita menangisi kepergiannya," ucap Kendra dengan sangat bijak.


Fajar berhenti menangis dan mulai bangun bersama Kenan, kemudian matanya melirik ke arah Sisak yang menangis tersedu-sedu di hadapannya.


"Siska!" ucap Fajar.


Semua orang yang ada di sana langsung menoleh dan melihat Siska ada di sana, dengan air mata yang mengalir deras membasahi wajahnya.


Kenan menatap wajah Bella dan Siska secara bergantian, dan baru ia sadari ternyata mereka berdua sangat mirip.


"Tuan Kenan, maafkan saya!" Siska berlari dan bersujud di kaki Kanan, dan pria itu langsung membangunkan Siska.


"Bangun, tidak usah seperti ini. Aku meafkan mu dan sekarang kita menjadi keluarga," ucap Kenan dengan sangat lembut.


Pria itu menghapus air mata Siska dengan sangat lembut, membuatnya seakan sedang bersama Bella. Sebab, wajah gadis itu sangat mirip dengan sang istri.


"Terimakasih banyak, Tuan." Siska berucap dengan lirih, karena dia sangat senang Kenan mau memaafkan dirinya.


Bella hanya tersenyum karena dia tidak tahu mau berkata apa, sehingga hanya senyuman yang bisa ia. berikan.


Zaskia sejak tadi hanya melihat sama seperti yang di lakukan oleh Bella, kedua gadis itu sama-sama bingung mau bicara apa. Sebab, keadaan sedang melo.


"Sudah-sudah, sekarang kita pulang. Kedua gadis kembar ini sedang hamil," ucap Fajar dengan sangat lembut, sambil tersenyum manis.


Kenan tersenyum dan dia baru mengetahui bahwa gadis yang ada di hadapannya, tengah mengandung. Namun, setahunya Siska belum menikah dari cerita Bella.


"Ayo!" jawab semua dengan serempak.


Fajar mendorong kursi roda Bella, sedangkan Kanan berjalan bersama Siska dan dia merangkul gadis itu. Sebab, kakak iparnya baru saja pulang dari rumah sakit.


Hati Fajar dan Kenan sudah lega dan tenan, karena keduanya sama-sama sudah saling memaafkan. Sehingga dendam masa lalu itu telah usai dan tidak akan muncul lagi untuk kedepannya.


. . .


Satu Minggu kemudian . . .


Hari-hari yang di lalui oleh Kenan dan Bella sangat bahagia, karena mereka sudah saling terbuka dan mengenal satu sama lainnya.


Hari ini adalah hari pernikahan Siska dan Betran, yang akan di adakan di rumah Fajar dengan sangat sederhana. Sebab, mereka semua tidak mau ada yang tahu tentang pernikahan ini.


Bella dan Tia juga Zakia tengah merapikan penampilan Sisak, karena gadis itu akan segera menjadi istri orang.


"Sis, kenapa wajahmu sedih? Bukankah kau ingin menikah bersama pria yang kau cintai?" tanya Tia sambil memberikan mahkota di atas kepala gadis itu.


Siska diam karena dia tidak mungkin berkata jujur, kalau itu terjadi maka nasib sang kekasih akan habis di tangan sang ayah.


"Iya, bahagia dong, 'kan ini hari yang sangat membahagiakan kamu," sambung Zaskia.


Seketika gadis itu diam, karena sewaktu dia menikah dengan Kendra ia juga diam karena tidak mencintai pria itu.


'Apa Siska tidak mencintai suaminya? Tapi, buktinya mereka akan segera memiliki anak?' batin Zaskia sambil berpikir.


Zaskia menatap wajah Siska, dan merasakan hal yang sama saat dia menikah dengan Kendra beberapa bulan yang lalu.


Tia dan Bella berjalan di samping Sisak, dengan mengunakan kebaya yang sama dengan pengantin wanita itu. Bahkan, Zaskia juga memakai kebaya yang sama.


Mereka berempat berjalan dengan perlahan menuju ruang tamu. Sesampainya di sana terlihat semua orang sudah menunggu dan menatap ke arah mereka.


Kenan tersenyum bahagia, karena melihat sang istri sangat cantik mengunakan kebaya modern berwarna hijau muda dan mahkota di kepalanya.


'Astaga! Perasaan apa ini? Aku mencintai calon menantu ku itu,' batin Kenan.

__ADS_1


Pria tersenyum tanpa sadar memiliki dia telah mencintai wanita yang seharusnya menikah dengan anaknya.


Zaskia membawa Siska duduk di bangku bersebelahan dengan Betran yang terlihat sangat tampan. Pria itu tersenyum karena dia akan menghancurkan rencana sang papa yang akan menikahi Siska juga.


'Maaf papa, kali ini aku rela berkorban hanya untuk mama, kasihan mama selalu menangis karena perlakuan papa, yang selalu selingkuh,' batin Betran.


Kini acara pernikahan sudah di mulai dan selesai. Siska sudah menjadi istri Betran dan menantu pacarnya sendiri.


Gadis itu meneteskan air mata, karena sudah sangat bersalah dan menyesali perbuatannya yang berselingkuh dengan suami orang sampai hamil.


'Sakit hati ini, mengingat kembali masa-masa itu,' batin Siska lirih.


Semua orang yang hadir dalam acara pernikahan itu telah pergi, dan kini hanya menyisakan keluarga Fajar.


"Sekarang kita tenang Mas, anak-anak sudah menikah dan menjalani kehidupan mereka," ucap Astuti sambil menatap kedua putrinya yang ada di hadapannya.


Fajar tersebut dan memeluk kedua putrinya yang sekarang bukan lagi miliknya, dan akan segera pergi darinya.


"Ibu, kami tidak akan pergi meninggalkan kalian," ucap Siska lirih.


Fajar tersenyum dan tertawa bersama Astuti dan Kenan. Sebab, hanya ada mereka di sana. Sedangkan Kendra, Zaskia, Tia, Tiyo, ada di pelaminan.


Keempat orang itu tengah berpoto dengan gaya masing-masing, dan tertawa bersama karena Kendra mengikuti gaya mereka.


"'Astaga! Perut ku sakit sekali," ucap Tia, sambi melihat Kendra berpoto bersama Zaskia.


Tiyo memotret sang kakak yang tengah berpelukan dengan Kendra, kemudian dia memberika hasilnya pada Zaakia.


"Kini tinggal giliran kalian," ucap Zaskia.


Tia dan Tiyo saling menatap satu sama lainnya, karena mereka merasa canggung kalau harus berpose berdua.


"Tidak!" jawab Tia dan Tiyo bersamaan.


Sontak membuat mereka berdua saling menatap satu sama lainnya, begitu juga dengan Zaskia dan Kendra.


"Wah, ternyata kalian berjodoh," ucap Zaskia sambil menatap wajah Tia yang sudah memerah.


Tia langsung membuang pandangannya ke arah lain, karena dia tidak mau terus-terusan di goda oleh sahabatnya itu.


"Aku dan dia itu sangat jauh berbeda, dia masih bau kencur!" ucap Tia dengan sangat ketus.


"Iya, kamu bau tahan," sambung Zaskia, membuat semua orang tertawa bermaksud Tia juga.


"Kamu itu kalau ngomong suka benar," ucap Tia sambil tersenyum dan berjalan menuju dapur.


Zaskia tertawa dan mengikuti langkah sang sahabat karena dia haus. Niat hati ingin membuat kerjaan Tia Semakin bertambah.


"Tia, gue mau jus," ucap Zaskia sambil mengelus rambut Tia sehingga gadis itu langsung menatap tajam.


Tia langsung membuatkan jus untuk Zaskia, karena sekarang dia sedang tidak mau berdebat. Sebab, hatinya masih memikirkan Beno.


Zaskia merasa heran, Tia sama sekali tidak mengomel saat dia meminta sesuatu. Tidak seperti biasanya.


'Kesambet apa ni orang?' batin Zaskia.


Tia memberikan jus pada Zaskia, dan gadis itu tersenyum membuat Zaskia terkejut dan langsung memegang kening sang sahabat.


"Kau sehat?" tanya Zaskia.


Tia menganggukkan kepalanya, dan bergegas pergi dari sana karena dia ingin menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.


Sedangkan Zaskia masih saja heran pada sikap Tia tadi, sehingga dia berjalan menuju ruang tamu dan berkumpul bersama keluarga Fajar. Gadis itu duduk di samping sang suami sambil menatap ke arah Fajar.


'Ya ampun, kalau bukan ayahnya Balla, sudah aku rebut dari Bi Astuti,' batin Zaskia.


Kenan memperhatikan adik iparnya yang terus menatap ke arah sang mertua, sehingga dia memberikan kode pada Kendra dengan bahasa isyarat.


Kendra langsung mencubit lengan Zaskia, sehingga gadis itu langsung menatap wajahnya.


"Jangan genit! Kak Ken, memperhatikan mu," ucap Kendra dengan sangat pelan, agar tidak ada yang mendengarkannya.


Zaskia langsung membuka mulut lebar-lebar saat Kendra berbicara tadi, dan melirik ke arah Kenan yang terus-menerus menatap dirinya.


'Astaga! Kakak ipar dari tadi memperhatikan aku?' batin Zaskia.


Zaskia tersenyum dan hanya menatap wajah suaminya, karena Kenan terus-menerus menatap dirinya.


"Semuanya, Siska masuk ke dalam dulu, ya." Siska bangun dari duduknya dan berjalan dengan perlahan.


"Hati-hati," sahut Fajar.


Betran juga berpamitan dengan semua orang dan bergegas menghampiri sang istri, karena dia tidak mau berlama-lama bersama keluarga Fajar.

__ADS_1


Setelah kepergian pasangan pengantin baru itu, Kenan tersenyum karena dia ingin membuat Bella bahagia.


"Ayah, dan semuanya aku bersama Bella istirahat dulu, ya?" ucap Kenan sambil mendekati Bella.


Fajar menganggukkan kepala dan semua orang di sana juga. Kemudian Kenan menggendong Bella seperti bayi besar dan membawanya pergi.


"Tuan, kursi roda saya tertinggal," ucap Bella dengan sangat pelan dan Kanan tersenyum.


Setelah sampai di dalam kamar, Kenan meletakan tubuh Bella dengan sangat perlahan ke tempat tidur.


"Mau aku tunjukan sesuatu tidak?" tanya Kenan sambil mendekati sang istri, dan dia mencium seluruh wajah Bella dengan bertubi-tubi.


Bella diam tidak menjawab pertanyaan Kenan, karena pria itu terus-menerus menciumi wajahnya tanpa jeda sedikitpun.


"Maaf," ucap Kenan dengan pelan, kemudian dia naik ke atas tubuh Bella dan mengunci tangan gadis itu.


"Tuan," ucap Bella pelan.


Kenan langsung turun dan menatap wajah Bella dengan sangat dalam, kemudian berkata, "Aku tidak ingin mendengar panggilan itu lagi!"


Bella menaikan sebelah alisnya, dan menatap wajah sang suami karena dia bingung harus menjawab apa?


"Panggil saja, Mas!" pinta Kenan dan Bella menganggukkan kepala.


Kenan kembali lagi nai ke atas tubuh Bella dan mengunci tangan gadis itu, kemudian membisikan sesuatu membuat sang istri bergidik ngeri.


"Euum ... " Bella bingung mau menjawab apa, sehingga dia tidak bisa meneruskan ucapannya.


Kenan tidak menunggu jawaban dari Bella, sehingga dia langsung menyambar Bibir sang istri dengan sangat lembut.


Tiba-tiba saja kepalanya terasa sakit, sehingga dia menghentikan aktivitasnya dan turun dari tubuh Bella.


"Mas, ada apa?" tanya Bella, dengan sangat heran karena melihat Kenan memegang kepala.


Kenan tidak bisa menjawab dan langsung menjatuhkan tangan dan diam, tidak ada deru nafas lagi terdengar oleh Bella sehingga gadis itu terkejut.


"Mas, bangun." Bella menggoyangkan tubuh Kenan dan pria itu tidak merespon, sehingga gadis itu panik.


"Mas! Bangun!" teriak Bella sambil menangis dan menggoyangkan tubuh Kenan.


Bella terdiam dan melihat kalau jantung Kanan masih berdetak dengan kencang, sehingga dia berpura-pura sakit perut.


"Aaahhh! Parut ku sakit," ucap Bella dan Kenan langsung membuka mata kemudian bangun.


"Sakit?" tanya Kenan dengan sangat cemas dan memegang perut Bella.


Bella tertawa dan Kanan langsung menghela nafas panjang, karena dia tahu sang istri mengetahui kalau dia hanya berpura-pura pingsan.


"Sudahlah, ternyata istriku ini sangat pandai menebak," ucap Kenan.


Bella tertawa dan dia langsung memeluk sang suami dengan sangat lembut, dan rasnaya nyaman yang membuatnya ingin selalu ada di dalam pelukan pria.


. . .


Setelah Astuti dan Fajar pergi, kini tinggallah Zaskia dan Kendra di sana dan mereka saling diam dalam pikiran masing-masing.


Zaskia merasa bosan, sehingga dia langsung pergi dari sana karena gadis itu ingin buang air. Setelah sampai di dalam kamarnya.


Zaskia segera buang air kecil, dan bergegas ke luar sambil membenarkan kain segitiga yang nyangkut.


"Astaga!" pekik Zaskia.


Saat melihat adanya Kendra di dalam kamarnya, dan dia langsung menurunkan rok kemudian menghampiri pria itu.


"Sejak kapan Om ada di sini?" tanya Zaskia dengan sangat kesal.


Kendra tersenyum saat membayangkan tadi Zaskia membenarkan kain segitiga yang nyangkut.


"Astaga! kau membuat aku sakit perut," ucap Kendra sambil menahan tawanya.


Zaskia kesal dan langsung menerkam tubuh Kendra dan memukul sang suami dengan membabi-buta. Pria itu tidak menjawab dan terus di pukuli istrinya.


Kendra menarik tangan Zaskia, sehingga gadis itu tidak bisa lagi memukulinya dan memeluknya dengan erat.


"Lepaskan!" teriak Zaskia. Namun, Kendra sama sekali tidak menggubris sang istri dan langsung melahapnya.


. . .


Kenan tersenyum saat melihat Bella tertidur pulas di dalam selimut, dan dia bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri.


Saat dia hendak mandi, Kenan melihat dirinya lewat cermin banyak sekali luka bekas kecelakaannya beberapa Minggu lalu.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2