
Happy reading...
Kenan menatap tajam ke arah Kendra, kemudian menatap wajah Miranda yang tersenyum padanya dan mengelus-elus tangannya, sehingga ia tenang.
'Aku harus bersikap baik padanya, karena bagaimanapun Ken adalah adikku anak papa juga,' batin Kenan.
Kenan sangat membenci Kendra, dan dulu sempat berpikir kalau pria itu bukan anak papanya. Namun, wajah dia dan sang adik sangat mirip seperti anak kembar.
"Kak Ken, aku minta maaf karena sudah membuat mu kesal," ucap Kendra dengan sangat lembut.
Kenan langsung menatapnya dan berkata, "Aku tidak marah padamu, hanya sedikit kesal mengapa kau tidak bilang kalau mau pulang."
Kendra tersenyum dan menghampiri sang kakak, kemudian memeluknya dengan erat dan rasa rindu yang mendalam.
"Bukannya aku tidak mau memberitahu kakak. Tapi, sejak dua hari lalu aku sama sekali tidak bisa menghubungi mu," ucap Kendra dengan sangat lembut dan melepaskan pelukannya.
Kenan terdiam dan berpikir, kalau satu minggu belakangan ini dia sama sekali tidak memiliki waktu luang untuk bermain ponsel.
"Itu benar, karena aku sudah satu minggu tidak bermain ponselku," ucap Kenan sambil menatap wajah sang adik.
Miranda tersenyum karena rencananya kian berhasil membuat Kenan menerima kedatangan Kendra, yang artinya dia akan memiliki sahabat menjalankan semua misinya.
'Kendra akan menjadi orang yang membuat rencana ku berhasil, karena aku tidak akan membuatnya luluh pada Kenan,' batin Miranda licik.
Miranda tidak kapok akan apa yang sudah menimpanya, dia semakin giat membuat Kenan berpisah dari Bella. Walaupun dendam mereka belum benar-benar terbalas.
__ADS_1
*
*
*
Bella terbangun dan masih saja merasa pusing dan mual, dia bangun kemudian mengambil air minum lalu meminumnya.
Rasanya dia ingin muntah kembali. Namun, tidak bisa karena hanya rasa mual yang dirasakannya.
"Ada apa dengan diriku ini? Kenapa masih belum sembuh juga asam lambung ku? Padahal, biasanya cepat berlalu," ucap Bella dengan bingung.
Biasanya gadis itu hanya butuh istirahat untuk menenangkan asam lambungnya. Namun, kali ini hal itu tidak berhasil dan berpikir dirinya sudah sakit parah.
"Aku terima semua, mungkin dengan sakit parah seperti ini aku akan mati dengan perlahan," ucap Bella lirih.
.
.
Kini dia langsung bergegas pergi dari sana, sebelum ada yang melihatnya sudah mengintip sang majikan.
"Aku pergi saja ke pasar dan menemui Zaskia. Ke mana. Ya, bibi Astuti? Sudah dua hari dia tidak kembali?" Tia berjalan ke luar sambil membawa kantung belanjaan.
Sesampainya di luar dia langsung naik sepeda miliknya, dan melajukan dengan sangat perlahan. Sebab, dia takut kejadian seperti Bella terjadi padanya.
__ADS_1
Saat tengah mendayung sepedanya, Tia melihat Zaskia sedang duduk di pangkalan ojek bersama Cantika. Tidak tunggu lama lagi, dia langsung menghampiri gadis itu.
"Hei!" teriak Tia.
Sontak Zaskia langsung menoleh dan sangat terkejut melihat Tia ada di hadapannya, dan dia hendak kabur. Namun, gagal karena gadis itu sudah menghampirinya.
"Jangan coba-coba untuk kabur dariku!" sentak Tia.
Zaskia cengengesan, karena dia sudah tahu apa maksud kedatangan Tia. Kalau tidak lain untuk mengambil Cantika darinya.
"Siapa yang mau kabur?" tanya Zaskia dengan lembut sambil menatap wajah Tia.
"Kembalikan Cantika! Karena Bella sangat merindukannya," ucap Tia dengan ketus.
Zaskia menceritakan semuanya pada Tia, dan gadis itu mengerti kemudian bergegas pergi dari sana. Sebab, dia hendak ke pasar membeli perlengkapan dapur.
Zaskia bernapas lega, karena Tia mau mengerti apa yang di alaminya. Walaupun mereka tidak bersahabat dengan baik.
Keesokan harinya ...
Astuti sudah di perbolehkan pulang, dan wanita paruh baya itu bergegas pergi dari rumah sakit pagi-pagi sekali. Sebab, dia sangat merindukan Bella yang sudah tiga hari tidak bertemu dengannya.
'Bagaimana dengan anakku? Selama aku pergi apa yang terjadi padanya?' batin Astuti sambil bertanya.
Kini wanita itu sudah sampai di rumah Kenan, dan dia langsung bergegas masuk ke kamar dan meminum obat dari Adnan.
__ADS_1
Setelah minum obat, Astuti menidurkan tubuhnya karena merasa sangat lelah berjalan pulang tadi. Sebab, belum ada kendaraan yang melintas di jalan karena hari masih sangat pagi.
BERSAMBUNG.....