
Kenan kesal melihat Bella hanya menangis bukanya menjawab pertanyaan, dan pria itu langsung menarik tangan sang istri masuk ke dalam pelukannya.
Pria itu juga menjambak rambut Bella, sehingga sang istri meringis sambil memegang rambutnya.
"Ampun Tuan, sakit!" jerit Bella dan Astuti mendengar jelas jeritan sang anak.
"Katakan!" sentak Kenan.
Pria itu semakin kuat menarik rambut gadis itu sampai beberapa helai rontok, dan Bella semakin terisak-isak. Karena, sakit kepalanya akibat benturan keras saat dia jatuh tadi, masih sangat terasa sampai sekarang dan di tambah lagi dengan jambakan ini.
"Ampun Tuan! Sebenarnya ... "
Bella menceritakan semuanya dari awal sampai akhir, dengan sangat cepat sambil terisak-isak dan Kenan menghempaskan tubuhnya ke kasur.
Gadis itu terdiam sambil memegang kepala yang terasa sangat sakit, belum yang lainnya juga masih sangat linu karena kecelakaan yang menimpa hanya tadi.
"Ke mana mereka semua? Mengurus satu ja-lang ini saja tidak becus!" seru Kenan sambil menatap tajam ke arah Bella.
Gadis itu hanya diam dan masuk ke dalam selimut, karena merasa sangat takut melihat sang suami marah-marah.
'Tuhan, apakah aku bisa terbebas darinya?' batin Bella.
Kenan duduk sambil menenangkan diri, dan pria itu mengingat kalau Miranda tertinggal seorang diri di sana, dan langsung menepuk kening.
"Astaga! Aku lupa membawa Miranda tadi," ucap Kenan.
Pria itu langsung menghubungi sang istri. Namun, Miranda sama sekali tidak menjawab panggilan darinya. Sebab sangat kesal padanya.
"Sial!" seru Kenan sambil melemparkan benda-benda yang ada di hadapannya.
Bella hanya diam, menahan rasa takut yang ada di dalam dirinya. Gadis itu langsung masuk ke dalam selimut tebal agar aman dari amukan sang suami.
"Gara-gara wanita ja-lang ini! Aku jadi melupakan Miranda di sana seorang diri," ucap Kenan kesal pada diri sendiri.
Karena sudah menghawatirkan keadaan Bella dan melupakan sang istri tercinta di villa, tanpa memberikan kabar atau berpamitan tadi.
Hati Bella seakan teriris pisau tajam dan di taburi garam, saat mendengar ucapan Kenan kalau dirinya sama sekali tidak di anggap sebagai seorang istri oleh suaminya.
'Tuhan, apakah aku sanggup bertahan bersamanya selama hidupku?' batin Bella lirih.
Kenan langsung mengutus pengawalnya yang ada di sana untuk mengantarkan Miranda pulang, karena dia tidak mungkin kembali karena harus mengurus kecelakaan Bella yang sedikit rumit. Karena istri kecilnya yang salah dan mereka harus mengganti rugi.
__ADS_1
Astuti berjalan pergi dari depan kamar sang anak dengan sangat sedih, mendengar ucapan Kenan yang sangat kejam baginya.
'Anakku harus kuat dan aku tidak bisa menguatkannya lagi. Karena, aku sendiri saja tidak bisa menerima semua perlakuan Kenan pada anakku,' batin Astuti lirih.
Wanita itu sangat sedih dan semakin bertekad mencari keberadaan sang mantan suami, dan anak mereka yang ikut bersama mantan suaminya itu. Walaupun dia sudah setiap hari mencari ke sana dan ke sini. Namun, sama sekali tidak ada hasil dan dia tetap berjuang demi sang anak.
*
*
*
Miranda sangat kesal saat mengetahui Kenan kembali ke kotanya hanya karena Bella kecelakaan, sehingga dia merasa sangat cemburu pada madunya itu.
"Kenan, kau sangat munafik! Sebenarnya kau masih mengkhawatirkannya!" teriak Miranda dengan sangat kesal.
Wanita itu tidak bisa menerima jika sang suami mencintai madunya, karena dia yang menginginkan pernikahan itu terjadi.
"Nyonya, mari saya antar pulang," ucap pelayan Kenan.
Miranda langsung melemparkan gelas yang ada di hadapannya, dan pelayanan tersebut langsung diam dan menundukkan wajah.
"Aku tidak akan pulang, sampai dia yang menjemput ku di sini!" seru Miranda dengan sangat kesal.
'Aku tidak akan membiarkan mu merebut suamiku! Dasar kau ja-lang busuk!' geram Miranda dalam hatinya.
*
*
*
Fajar memandangi wajah sang istri bersama anaknya yang tidak tahu di mana keberadaannya, karena ulah Kenan yang membuatnya menjadi buronan Polisi beberapa belas tahun yang lalu.
"Sayang, ayah rindu kalian berdua. Saat ayah ke rumah kita dulu, kalian sudah pindah dan tidak tahu ke mana lagi harus ayah cari," ucap Fajar lirih.
Saat dia bermasalah dengan Kenan, sang istri tidak mengetahuinya karena dia tidak ingin sampai Astuti tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mereka.
"Ayah, aku juga sangat merindukan saudara perempuanku itu. Apakah dia sudah dewasa seperti aku ini?" tanya Siska pada sang ayah.
"Iya, mungkin saudaramu itu sudah menjadi Dokter atau apapun. Sebab, dulu harta yang ayah tinggalkan untuknya lumayan banyak," jawab Fajar sambil tersenyum.
__ADS_1
Betapa rindu hatinya pada sang anak dan istrinya yang belum bercerai. Namun, mereka sudah lama sekali tidak bertemu dan berhubungan.
'Aku rindu kalian, di mana kalian sekarang?' batin Fajar.
Siska langsung memeluk sang ayah dengan sangat erat, karena dia juga sangat merindukan sang ibu dan adiknya yang tidak pernah bertemu dengannya.
Karena sewaktu masih kecil, Siska tinggal bersama sang ayah di perantauan. Sedangkan saudara dan ibunya di kampung halaman menunggu mereka pulang.
*
*
*
Kenan menghampiri Bella dan membuka selimut yang menutupi seluruh tubuh sang istri, terlihat gadis itu tertidur pulas karena obat yang di minumnya tadi.
Kenan membenarkan posisi tidur Bella, dan matanya melirik ke arah luka pada kaki gadis itu yang terlihat cukup parah.
"Apa ini luka benturan tadi? Sialnya dia yang sudah bersalah dan kami membayar denda," ucap Kenan sambil menatap wajah polos Bella.
Gadis itu sama sekali tidak mendengar ucapan Kenan karena dia sudah sampai di alam mimpi yang indah.
*Bella duduk sambil mengendong bayi kecil bersama Kenan, dan mereka sangat bahagia. Namun, ada beberapa orang yang datang melempari mereka berdua mengunakan katak hitam.
"Awas Mas!" jerit Bella dan anak yang ada di gendongannya terjatuh.
"Tidak!''
Plak!
Satu tamparan mendarat mulus di pipi Kenan yang sedang membenarkan posisi kepala Bella. Sontak dia langsung bangun dan menarik tangan sang istri.
"Apa yang kau lakukan!" seru Kenan.
Bella yang baru saja bangun tidur secara paksa langsung tersadar dan menatap heran pada sang suami. Dia berpikir apa yang di maksud Kenan karena ia sama sekali tidak berbuat kesalahan apapun.
"A-apa yang Bella buat Tuan?" tanya Bella dengan terbata-bata, karena takut akan amukan sang suami.
"Ck, kau berpura-pura tidak tahu!" Kenan langsung memperlihatkan wajahnya yang memerah, bekas tamparan sang istri.
Bella langsung menutup mulut menggunakan kedua tangannya, dan menelan ludahnya dalam-dalam karena sudah berada di dalam kandang macan.
__ADS_1
'Astaga! Habislah aku,' batin Bella.
Bersambung.