
Kendra merasa lapar, sehingga dia bersiap-siap untuk mencari makanan. Namun, saat dia membuka dompetnya sama sekali tidak ada uang.
"Apa lagi ini?" Kendra Mengele nafas panjang, kemudian berjalan menuju kamar Kenan dan masuk ke dalam.
"Ada apa?" tanya Kenan sambil bermain ponsel.
Kendra duduk di samping sang kakak, kemudian memberikan dompet miliknya yang sudah tidak ada uang.
Kenan tersenyum dan memberikan uang selembar berwarna merah, sontak membuat Kendra membuka mata lebar-lebar.
"Kak, ini hanya bisa untuk membeli minum saja," ucap Kendra dengan sangat manja.
Kenan tersenyum dan mengelus-elus punggung sang adik dengan sangat lembut.
"Ken, sekarang kita harus berhemat karena sudah tidak memiliki apapun," ucap Kenan dnegan sangat lembut.
Kendra merasa heran karena sang kakak mengalami kebangkrutan, dan sama sekali tidak terlihat sedih atau depresi.
"Kenapa kakak bisa setegar ini?" tanya Kendra dengan sangat penasaran.
Kenan tersenyum sambil meneteskan air matanya, karena dia berpikir semua adalah hukum karma yang sudah membuat Bella tersakiti terus-menerus.
"Ken, semua adalah salah ku ... karena sudah membuat gadis itu menderita dan terluka. Bahkan, sampai membuatnya hampir kehilangan nyawa," ucap Kenan dengan lirih.
Kendra mengelus-elus punggung sang kakak, kemudian bergegas pergi dari sana karena dia tidak ingin mendengarkan ungkapan Kenan yang membosankan.
Pria itu mengemudikan Cantika dengan perlahan, menuju warung makan Padang yang sangat terkenal di kotanya.
Kendra memarkirkan motor di tempat parkir dan masuk ke dalam, dia duduk sambil melihat menu dan harga makanan agar uangnya cukup.
'Ya Tuhan, biasanya aku tidak pernah makan nasi ini, dan sekarang harus memakannya,' batin Kendra.
"Permisi Tuan, mau pesan apa?" tanya pelayan yang menghampirinya.
Kendra tersenyum, sambil memperlihatkan isi menu dan memilih salah satu makanan yang paling murah.
__ADS_1
"Es tea satu, dan nasi ini satu makan di sini dan satunya lagi bawa pulang," ucap Kendra.
Pelayan tersebut bergegas pergi untuk menyiapkan makanan untuknya, sedangkan Kendra membayar ke kasir. Pada saat itu juga dia melihat gadis yang sudah di nikahinya.
"Bukankah itu Zaskia?" Kendra mengambil uang kebaliannya, kemudian menghampiri dan menarik tangan gadis itu.
"Om!" pekik Zaskia, saat hendak duduk di bangku.
"Diam, aku ingin bicara denganmu!" Kendra membawa Zaskia duduk di bangkunya, dan mereka makan bersama.
Zaskia tidak memperdulikan Kendra, karena dia merasa sangat lapar yang terpenting adalah pria itu yang membayar makanannya.
"Ke mana kau waktu itu?" tanya Kendra sambil terus menyantap makanannya.
Zaskia minum jus jeruk, dan menatap wajah Kendra kemudian melihat penampilan pria itu.
'Kenapa dia berubah?' batin Zaskia sambil berpikir.
"Katakan?" tanya Kendra sambil terus menyantap makanannya sampai habis.
"Euum, kau ikut aku pulang dan bertemu dengan kak Ken. Jangan banyak bicara atau protes!" pinta Kendra dan Zaskia menganggukkan kepalanya.
Setelah makan, Kendra bersama Zaskia bergegas pergi dari sana menuju parkiran. Gadis itu membuka mulut lebar-lebar melihat motor Bella.
"Cantika!" Zaskia berlari memeluk Cantika, membuat Kendra keran dan langsung naik ke atas motornya.
"Sudah, mau naik tidak?" tanya Kendra dengan sangat cuek.
Zaskia langsung naik, dan berpegangan pada baju Kendra karena dia takut terjatuh.
"Om, bukankah ini motor Bella?" tanya Zaskia dengan pelan, dan Kendra hanya menjawab dengan gumam saja.
"Emangnya di mana mobil, Om?" tanya Zaskia lagi dan Kendra tidak menjawabnya, karena merasa sangat kesal, gadis itu banyak sekali bicara.
'Dasar pria kutub!' geram Zaskia dalam hatinya.
__ADS_1
Gadis itu sama sekali tidak dendam pada Kendra, karena sudah memperlakukan dia dengan keji. Sebab, dia tidak menganggap hal itu terjadi.
Setelah sampai di rumah, Zaskia membuka mulut lebar-lebar karena dia tidak tahu kalau Kenan sudah bangkrut.
"Om, ini rumah siapa?" tanya Zaskia sambil turun dari moto.
"Banyak sekali bertanya kau ini?!" geram Kendra sambil berjalan masuk ke dalam.
Zaskia membuka mulut lebar-lebar saat melihat Kenan duduk di sofa usang, dan dia langsung menghampiri pria itu dan mencium tangannya.
"Taun, ini rumah siapa?" tanya Zaskia sambil mendudukkan bokongnya di sofa.
Kenan tersenyum. "Jangan panggil Tuan, karena aku ini kakak iparmu."
Zaskia tersenyum kikuk, karena dia belum bisa menerima kenyataan bahwa sudah menikah dengan Kendra.
"Maaf kakak ipar," ucap Zaskia dengan sangat lembut.
Kendra memberikan bungkusan yang di beli tadi pada sang kakak, dan Kenan langsung membukanya.
"Euum nasi padang," ucap Kenan sambil menyantap makanannya dengan lahap, dan juga meminum es tea dari Kendra.
"Kalian sudah makan?" tanya Kenan sambil menatap wajah Zaskia yang sejak tadi terus menatapnya.
"Sudah!" jawab Kendra dan Zaskia secara bersamaan.
Kenan tersenyum dan dia sudah menyelesaikan makanannya, kemudian membereskan bekas makanannya.
'Kenapa juga aku dan dia menjawab secara bersamaan,' batin Zaskia.
Kenan duduk dan memberikan berkas kebangkrutannya pada Zaskia, membuat gadis itu terkejut dan sangat tidak percaya.
"Ini tidak mungkin bukan, Kak?" tanya Zaskia dengan sangat tidak percaya kalau Kenan Dueken akan bangkrut.
Kenan menganggukkan kepalanya, dan menundukkan wajah karena merasa sangat malu pada Zaskia.
__ADS_1
"Daripada kalian mengontak di sini, lebih baik tinggal di rumah aku saja," ucap Zaskia. Entah apa yang membuatnya menawarkan rumahnya pada Kenan.