Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Dasar Pembunuh!


__ADS_3

Zaskia langsung menatap wajah Kenan, dan dia masih diam tidak menjawab ucapan sang kakak ipar karena takut. Sedangkan Albert penasaran dengan gadis yang tidak pernah dilihat sebelumnya.


'Siapa dia sebenarnya?' batin Albert sambil berpikir.


"Zaskia, katakan saja?" tanya Kenan dengan pelan.


"Tidak ada, Tuan." Zaskia berucap dengan sangat hati-hati takut kalau Kenan akan marah padanya.


Kenan tersenyum dan berkata, "Jangan panggil tuan! Sekarang aku adalah kakak ipar mu!"


Albert terkejut mendengar ucapan Kenan, kalau gadis yang ada di hadapannya adalah adik ipar sang sahabat.


"Saya permisi dulu." Zaskia bergegas pergi dari sana sambil membawa tas besar miliknya, masuk ke dalam kamar sang suami.


Zaskia berjalan dengan perlahan masuk ke dalam kamar, dan melihat sang suami tengah menonton sambil memakan cemilan.


"Hei! Kau mau apa?" tanya Kendra saat melihat Zaskia meletakan tas miliknya ke sofa.


"Ha?" Zaskia menunjuk dirinya, karena takut Kendra bukan memanggilnya.


Kendra bangun dan menghampiri sang istri, kemudian melemparkan tas besar usang milik Zaskia. Sontak gadis itu terkejut dan membuka mata lebar-lebar.


"Apa maksudmu?" tanya Zaskia sambil menatap wajah Kendra.


Kendra tersenyum simpul, kemudian ia memegang tangan Zaskia dengan sangat kuat dan menghempaskan tangan sang istri dengan kuat. Membuat gadis itu terjauh ke lantai.


"Kau bukan istriku!" seru Kendra.


Gadis itu langsung terdiam dan menatap wajah sang suami dengan tajam, kemudian mendekati pria itu.


"Aku sadar diri, dan jangan pernah kau muncul dan mengganggu kehidupan ku!" seru Zaskia.


Gadis itu bergegas mengambil tas besar miliknya dan bergegas pergi dari sana, karena dia sangat sakit mendengar ucapan sang suami.


Kendra masa bodoh akan kepergian Zaskia, karena dia sama sekali tidak menginginkan istri yang tak di anggap itu.


Zaskia berjalan melewati pintu belakang, karena dia tadi masih melihat Kenan dan Albert masih ada di depan.


.


.

__ADS_1


Kenan menceritakan semuanya yang terjadi pada sang adik, membuat Albert terkejut mendengar ucapan Kenan.


"Lalu? kau menerimanya?" tanya Albert dengan sangat penasaran.


Apakah gadis miskin itu mampu meluluhkan hati Kenan, dengan sekejap mata? Karena, pria itu tidak muda untuk di luluhkan oleh siapapun.


"Aku ingin Kendra belajar tentang tanggung jawab, karena dia sudah melecehkan wanita," jawab Kenan.


"Baiklah," sahut Albert.


Pria itu berpamitan pulang, dan pergi dari hadapan Kenan. Sedangkan Kenan masih diam di tempatnya.


"Ken!"


Kenan langsung menoleh dan tersenyum melihat sang istri pertamanya, berlari menghampirinya dan memeluk dia dengan sangat erat.


Ya, sejak tadi Miranda mengintip dan mendengar apa saja yang di bicarakan oleh Albert dan Kenan. Sebab, dia sangat penasaran apa yang ingin di katakan oleh Albert.


"Hei, ada apa?" tanya Kenan sambil mengelus-elus rambut Miranda.


Miranda bangun dan duduk di samping sang suami sambil bergelayut manja.


Kenan tersenyum dan menganggukkan kepala, karena dia sangat bahagia mendengar ucapan sang istri.


"Miranda, apa saja yang kau butuhkan pakailah uang yang sudah aku berikan, tidak perlu bertanya lagi," ucap Kenan sambil tersenyum manis.


Miranda tersenyum dan langsung mengecup pipi sang suami dengan sangat lembut. Pada saat itu juga Bella baru tiba sambil membawa koper Kenan.


Langkahnya terhenti, dan dia seakan ingin meneteskan air mata. Namun, Bella harus menahan rasa itu karena ia sama sekali tidak mencintai Kenan.


'Kenapa hatiku sakit melihat pemandangan itu? Padahal, aku tidak mencintainya?' batin Bella sambil berpikir.


Kenan menyadari kalau Bella ada di sana, dan dia langsung bangun kemudian menghampiri Bella. Tanpa memikirkan perasaan Miranda yang juga ada di sana.


"Bel, aku pergi dulu. Kalian berdua yang akur. Ya!" ucap Kenan pada kedua istrinya.


Miranda sangat kesal melihat Kenan sangat lembut pada Bella, sama seperti belum menikahi gadis itu


'Aku tidak akan membiarkan mu mengambil Kenan dariku, ja-lang busuk!' geram Miranda dalam hatinya.


"Miranda, Bella, kalian jangan bertengkar," ucap Kenan sambil mendorong kopernya.

__ADS_1


"Baik," jawab Miranda sambil mengibaskan tangannya.


Bella mengerti maksud istri pertama suaminya, dan dia bergegas pergi dari sana takut menyakiti hati Miranda.


Sedangkan Miranda, mengantarkan Kenan sampai ke depan dan memeluk suaminya untuk melepaskan rasa rindunya.


"Aku pergi dulu, jaga Bella dan kalian akur," ucap Kenan yang hendak melangkah. Namun, Miranda menarik tangannya.


"Kau lupa dengan misi kita?!" Miranda berlari masuk ke dalam dengan perasaan hancur berkeping-keping.


Kenan terdiam dan berjalan masuk ke dalam mobil, kemudian sang supir melajukan mobil menuju bandara.


Pria itu terdiam dan mengingat kembali kejadian tujuh bulan yang lalu, saat sang anak meninggal dunia dengan cara mengenaskan.


Flashback on ...


Hati Kenan seakan hancur berkeping-keping, melihat buah hatinya meninggalkan dengan mengenaskan.


Adam tergeletak di lantai dengan bersimbah darah, akibat senjata tajam yang menghantam kepala dan bagian tubuh lainnya.


"Adam, jangan tinggalkan papa!" teriak Kenan sambil memeluk jasad anaknya yang terbujur kaku.


Dunianya seakan hilang detik itu juga, dan dia sekilas melihat wanita yang sangat di kenalinya berlari.


"Siapa di sana! Kalian kejar dia!" teriak Kenan.


Pria itu mencium wajah sang anak dengan sangat lembut, kemudian dia memegang darah yang berlumuran di bajunya.


"Aku bersumpah tidak akan mengampuni siapapun yang membunuh anakku!" teriak Kenan.


Pria itu langsung melihat kamar hotel sang anak terdapat CCTV, dan langsung melihat. Sontak dia tidak percaya melihat apa yang terjadi pada sang anak.


Detik-detik terakhir Adam, dia sempat memeluk wanita yang melenyapkannya dengan sangat erat. Setelah itu Adam langsung terjatuh, karena wanita itu menusuknya mengunakan senjata tajam.


Flashback off ...


Kenan langsung terdiam dan memukul semua benda yang ada di hadapannya, membuat sang supir ketakutan akan sikap sang majikan.


"Aku tidak akan diam, dasar pembunuh!" teriak Kenan dengan sangat keras, sambil memukul kursi mobil sampai pecah.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2