
Bella tersenyum bahagia saat melihat Cantika ada di hadapannya, dan langsung memeluk sepeda motor miliknya dengan sangat erat.
"Cantika, kamu di sini saja! Bersamaku. Ya?" tanya Bella pada motornya.
"Kalau begitu aku masuk ke dalam dulu. Goodbye." Bella berjalan dengan perlahan masuk ke dalam rumah.
Saat ia berada di depan pintu kamarnya, dia merasa heran karena pintu kamarnya terkunci.
"Zaskia! Buka pintunya!" teriak Bella.
Namun, gadis itu sama sekali tidak mendapatkan jawaban, sehingga dia berjalan menuju ruang tamu untuk menelpon Zaskia dari telpon rumah.
"Kenapa dia harus mengunci kamar?" gumam Bella sambil berjalan menuju telpon rumah.
Sesampainya di sana, dia langsung menelpon nomor ponselnya. Namun, tidak ada yang menjawab sehingga dia bingung.
"Ada apa dengan Zaskia? Kenapa, dia sangat aneh mengunci pintu kamar dan tidak menjawab panggilan ku?" tanya Bella pada diri sendiri.
Bella sangat penasaran mengapa sahabat mengunci pintu kamarnya, dan tidak menjawab panggilannya.
"Bella! Bantu aku!" teriak Tia.
Bella langsung menoleh dan menghampiri Tia, sampai dia lupa kalau Zaskia belum membuka pintu kamarnya.
"Ada apa?" tanya Bella pada sang sahabat.
"Bantu aku membuat makana untuk nyonya," jawab Tia dengan sangat kesal.
Bagaimana tidak kesal, karena Miranda sejak tadi memintanya untuk membuat berbagai macam makanan.
"Baiklah," jawab Bella.
Kedua gadis itu langsung berjalan menuju dapur dan membuat berbagai macam makanan.
.
.
.
Miranda tersenyum simpul, kemudian meminum segelas jus jeruk sambil menatap langit malam. Betapa gembiranya dia karena saat ini Bella dan Kendra sedang berolahraga pikirnya.
"Kasihan sekali kau pelakor! Aku tidak sabar menunggu hari esok," ucap Miranda dengan sangat licik.
Hatinya seakan berbunga-bunga saat ini, membangkang Bella dan Kendra melakukan hal yang tidak pantas itu.
Wanita itu berjalan menuju kamar dan langsung menidurkan tubuh di atas ranjang, kemudian memejamkan matanya sambil membayangkan hari esok.
.
.
.
__ADS_1
Kendra melahap setiap inci tubuh Zaskia yang di anggap sebagai Bella. Namun, dia merasa sangat asing akan tubuh yang di lahapnya.
Sebab, tubuh Bella pendek dan yang tengah ia lahap saat ini tinggi dan bukan hanya itu saja. Wanita yang ada di hadapannya juga memiliki rambut panjang, sedangkan Bella memiliki rambut pendek.
"Apa perasaan ku saja! Rambut gadis kampung ini panjang? Tapi, ini benar-benar panjang tidak seperti biasanya?" tanya Kendra pada diri sendiri.
Kendra langsung melepaskan setiap helai benang pada tubuh Zaskia, dan melepaskan kain segitiga milik gadis itu kemudian memasukkan kris pusakanya.
Namun, dia menghentikan langkahnya saat menyadari bahwa gadis itu masih perawan.
"Apa mereka tidak pernah menyatukan?" tanya Kendra pada diri sendiri.
Pria itu sama sekali tidak menghiraukan hal itu, dan semakin melajukan perjalanannya di dalam gua lele.
.
.
.
Kenan merasa pusing, dan cemas tanpa sebab, seperti akan terjadi sesuatu hari esok dan dia merasa sangat pusing.
"Semoga saja! Besok tidak terjadi apa-apa," ucap Kenan dengan sangat pelan.
Pria itu memijat kepala sambil mengingat kembali kenangan yang sudah di lewati bersama Bella. Rasa dendamnya seakan hilang pada sang istri karena rasa cintanya mulai tumbuh di dalam hatinya.
Kenan mengirimkan pesan pada Bella, karena dia sangat merindukan gadis itu. Entah sejak kapan rasa itu tumbuh di hatinya, yang pasti dia sudah mulai mencintai sang istri.
Kenan: Bel, apa kau baik-baik?
Kenan: Bel, apa Miranda melukaimu?
Kenan semakin cemas, karena sang istri tidak menjawab pesannya dan dia langsung menelpon Bella. Namun, dia mala mendapatkan tolakkan dari Bella.
"Ada apa dengannya? Mungkin, Miranda menghukumnya?" tanya Kenan dengan cemas.
Pria itu sangat mencemaskan keadaan Bella, sehingga dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia hanya ingin memastikan keadaan sang istri.
.
.
.
Tia dan Bella sudah menyelesaikan tugas mereka, dan kini Bella mengingat kalau Zaskia ada di dalam kamarnya.
"Astaga!" Bella menepuk keningnya dan langsung berlari dari dapur, membuat Tia terkejut.
"Bel, ada apa!" teriak Tia.
Kemudian gadis itu mengejar Bella sampai di depan pintu kamar sang sahabat, dan Bella mengetuk-ngetuk pintu kamarnya.
"Bel, sebenarnya ada apa?" tanya Tia dengan sangat cemas.
__ADS_1
Bella menatap wajah Tia dan berkata, "Di dalam ada Zaskia!"
Tia mengerutkan keningnya, karena Zaskia tidak mungkin ada di dalam dan tidak menjawab panggilan Bella.
"Tidak mungkin Bel. Kalau dia ada di dalam sudah pasti dia akan menjawab panggilan mu," ucap Tia.
Bella semakin cemas, karena seingatnya dia meninggalkan Zaskia di dalam kamar dan pergi melihat Cantika tadi.
"Ya ampun, ini sudah tengah malam. Tapi, Zaskia belum juga membuka pintu, aku takut dia terluka," ucap Bella dengan sangat panik.
Tia menenangkan Bella, dan membawa gadis itu ke ruang tamu dan duduk di sana, sambil menunggu Zaskia membuka pintu kamarnya.
Tiga jam kemudian ...
Bella kian cemas, dan dia langsung mengumpulkan semua pelayan dan meminta mereka untuk membantunya.
"Apa kita dobrak saja! Pintu ini?" tanya Mang Asep pada semua sahabatnya.
"Tunggu! Pintu ini sangat mahal, mana mungkin kita bisa menggantinya kalau rusak," cegah Tia, karena dia takut pintu itu rusak.
"Benar itu," jawab Mang Asep.
Bella semakin cemas, karena sudah hampir lima jam pintunya terkunci dan sahabatnya ada di dalam.
"Ada apa?!"
Semua pelayan langsung menoleh mendengar sumber suara, begitu juga dengan Bella dan dia terkejut melihat siapa orang itu.
"Tuan," ucap Bella pelan.
Kenan langsung menghampiri Bella dan memeluk gadis itu di hadapan semua pelayan, tanpa rasa malu sedikitpun.
"Sebenarnya ... " Tia menceritakan semua yang terjadi dan Kenan mengerahkan, anak buahnya mengambil kunci cadangan kamar Bella.
Tak berselang lama akhirnya anak buah Kenan membawa kunci kamar Bella, dan Kenan mengambilnya.
"Ini buka, saja!" Kenan memberikan kunci kamar Bella dan gadis itu langsung membukanya.
Bella masuk ke dalam dan kamarnya sangat gelap.
"Zaskia!" teriak Bella, dan dia berjalan menuju saklar lampu dan menghidupkannya.
Betapa terkejutnya dia melihat adanya Kendra di dalam selimut bersama dengan Zaskia, begitu juga dengan Kenan yang tidak kalah terkejutnya dari Bella.
"Zaskia!" teriak Bella dengan sangat histeris.
Kenan langsung menghampiri sang adik, bersama dengan Bella. Sedangkan semua pelayan langsung pergi dari sana karena takut kalau masih di sana.
"Kendra!" teriak Kenan.
Pria itu langsung bangun dan melihat adanya sang kakak, kemudian dia tersenyum puas karena sudah membuat kekacauan.
"Maaf kak, aku sudah meniduri istrimu," ucap Kendra dengan sangat santai.
__ADS_1
Kenan dan Bella saling menatap dan mereka berdua langsung berjalan mendekati Kendra, Sontak pria itu langsung membuka mulut lebar-lebar.
Bersambung