Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Extra part


__ADS_3

Bulan demi bulan sudah berlalu, kini Bella tengah menunggu kelahiran sang anak bersama suaminya. begitu juga dengan Siska dan Betran.


Kedua wanita hamil itu tengah berada di dalam ruang operasi, berjuang agar sang buah hati terlahir dengan selamat. Walaupun harus bertaruh nyawa.


Di luar ruangan oprasi . . .


Kenan dan Betran sama-sama cemas dan khawatir akan keadaan wanita yang sedang berjuang di dalam.


"Kak Ken, ayolah duduk di sini! Aku lelah melihatmu terus seperti setrikaan!" pinta Kendra.


Karna sejak tdi Kenan terus mondar-mandir bersama Betran, membuat yang ada di sana pusing dan cemas mereka semakin besar.


"Kau lihat saja nanti! Saat anakmu akan terlahir!" geram Kenan.


Pria itu menatap tajam sang adik, dan Kendra diam sambil melirik istrinya yang terlihat juga sangat cemas.


"Sayang, jangan khawatir! Mereka akan selamat," ucap Kendra dengan sangat lembut.


Zaskia tersenyum dan memeluk sang suami, karena hatinya saat ini cemas dan khawatir bercampur menjadi satu.


Fajar dan Astuti tak kalah cemas dari Kenan dan Betran, karena ketiga cucunya akan segera lahir ke dunia dan bertemu mereka.


Tak berselang lama, terdengar tangisan bayi dari dalam ruang operasi dan semua orang langsung bernafas lega.


"Anakku!" ucap Kenan dan Betran bersamaan.


Zaskia lega mendengar tangisan bayi dan mereka semua berkumpul dan berpelukan. Rasa bahagia tidak bisa di ungkapkan oleh mereka semua.


'Aku sudah menjadi ayah,' batin Kenan.


Pria itu lupa kalau dia sudah menjadi ayah sebelumnya karena sangat bahagia, dan dia langsung terjatuh pingsan.


"Astaga! Pria tua bangka ini menyusahkan saja!" geram Kendra.


"Cepat bawa dia, menyusahkan orang!" geram Fajar.


Kendra membawa Kenan ke ruangan inap Bella, yang di bantu oleh Betran karena dia tidak sanggup membawa tubuh sang kakak seorang sendiri.


. . .


Dokter ke luar dan membawa tiga bayi di dalam box bayi, dan menghentikan di hadapan Fajar dan Astuti.


"Ya ampun, anak Bella dan Siska sangat cantik dan tampan," ucap Astuti dengan girang.


Fajar tersenyum bahagia, karena mendapatkan cucu tiga sekaligus dalam waktu yang sama.


"Dok, ini anak Bella?" tanya Fajar.


Pria itu memukul bayi yang memakai kain bedong berwarna merah muda, dan wajahnya sangat mirip dengan wajah Adam.


"Iya Tuan, saya bawa masuk dulu ke dalam ruangan bayi." Dokter itu bergegas pergi dari hadapan Fajar.


Fajar terdiam begitu juga dengan Astuti, karena mereka sedih wajah Adam ada pada anak Bella.


"Ayah, Ibu, wajah anak Bella mirip Adam karena mereka satu ayah," ucap Zaskia dengan lembut.


Gadis itu sejak tadi tahu apa yang tengah di pikiran pasangan suami-istri yang ada di hadapannya.


Fajar tersenyum karena dia juga baru menyadari ucapan Zaskia ada benarnya juga, begitu juga dengan Astuti.


"Sudahlah, ayo kita kembali ke ruangan Bella dan Siska. Sebab, mereka akan segera di pindahkan ke ruang inap," ucap Astuti dengan lembut.


Zaskia menganggukkan kepala, dan Fajar membantu gadis itu berjalan karena Zaskia sudah kesulitan berjalan.


Rasa cinta dan kagum Zaskia pada Fajar sudah hilang di makan oleh waktu, karena dia sudah mencintai suaminya dan ayah anaknya.


Sesampainya di dalam, terlihat Kenan belum sadarkan diri dan Kendra bersama Betran sudah tidak ada lagi.


"Eh, apa mereka kembali ke ruang operasi?" tanya Zaskia.


"Mungkin," sahut Fajar.


Fajar membantu Zaskia duduk di sofa dan dia juga duduk bersama gadis itu, sedangkan Astuti membereskan kamar agar anak-anak nanti bisa lebih nyaman saat beristirahat.


Kenan perlahan membuka kedua matanya dan melihat adanya sang mertua di sampingnya, kemudian dia bangun dan duduk di bibir ranjang.


"Ayah, apa anak kami sudah di pindahkan?" tanya Kenan.


Fajar bangun dan mendekati Kenan, kemudian memegang pundak pria itu dengan lembut.


"Anakmu perempuan, dan wajahnya sangat mirip dengan Adam," ucap Fajar dengan lembut.


Kenan terdiam, karena dia tidak sanggup melihat wajah Adam lagi. Sebab, dia tidak menepati janjinya pada sang anak.


'Dam, maafkan papa sudah membuatmu bersedih di sana. Karena, papa tidak bisa menepati janji agar menghukum orang yang membunuh mu,' batin Kenan.


Pria itu meneteskan air mata dan berjalan dengan terburu-buru menuju ruangan bayi. Setelah sampai dia langsung masuk di temani seorang perawat.


"Itu Tuan, bayi yang memakai bodong merah muda atas nama Bella Dukeun," tunjuk perawat tersebut pada bayi yang berada di hadapan mereka.


Dengan langkah bergerat, Kenan berjalan menghampiri bayi yang tengah tidur pulas itu. Benar saja, ia melihat wajah Adam ada di hadapannya.


"Adam!" teriak Kenan.

__ADS_1


Pria itu menangis tersedu-sedu saat mengingat kembali wajah terakhir Adam, dan dirinya jatuh pingsan.


"Tuan!" teriak perawat tersebut.


. . .


Betran dan Kendra sampai di depan ruang operasi dan sudah tidak ada lagi keluarga mereka, sehingga kedua pria itu kembali ke ruang rawat Bella dan Zaskia.


Setelah sampai, mereka langsung duduk di tempat masing-masing karena Bella dan Siska akan segera masuk ke dalam.


. . .


Bella meneteskan air mata, karena dia mengingat wajah sang anak tadi saat di dalam ruangan khusus operasi.


'Dam, maafkan aku sudah melupakan mu. Salahkah aku mencintai papamu, dan melupakan mu?' batin Bella lirih.


Gadis itu merasakan sakit di dalam hatinya, karena dia tidak bisa mencintai dua pria sekaligus. Walaupun salah satunya sudah meninggal dunia.


"Bel, sudahlah ... anak mu adalah adik Adam, wajar saja mereka mirip," ucap Siska.


Bella langsung menoleh dan tersenyum pada sang kakak yang ada di hadapannya.


"Iya, dan aku akan memberikan nama yang sama untuk anakku," ucap Bella dengan senyuman manisnya.


Siska mengerutkan keningnya, karena dia bingung akankah nama gadia kecil itu Adam juga?


"Aku tidak mengerti?" tanya Siska dengan bingung.


Bella tersenyum karena dia akan memberitahu nama anak nya yang sama seperti nama sang mantan.


"Mada Putri Adam Dukeun," ucap Bella.


Siska terdiam, karena gadis kecil itu anak Kenan lalu? Kenapa, Putri Adam? Seharusnya Putri Kenan.


"Aku masih tidak mengerti?" ucap Siska dengan bingung.


Bella tersenyum karena nama itu sudah di siapkan jauh sebelum sang anak lahir, nama itu pun usul dari Kenan sendiri karena ingin mengenang sang putra.


"Oh, seperti itu," ucap Siska.


Siska sudah mengerti nama anak Bella, dan dia masih bingung mana untuk sang anak yang baru lahir.


"Bel, apa Kenan tidak keberatan nama anakmu seperti itu?" tanya Siska.


Bella tersenyum, karena Kenan sama sekali tidak keberatan kalau nama sang anak ada nama Adam.


"Wah, aku salut pada Kenan. Dia bisa membuat mu bahagia, walaupun hatinya pasti terluka," ucap Siska dengan kagum.


Bella tersenyum, karena dia juga sangat kagum pada sang suami. Yang mengerti perasaannya.


Siska juga tersenyum, karena dia bisa melihat sang adik bahagia seperti saat ini. Gadis itu pun memejamkan mata dan tertidur.


"Ya ampun, Kak Siska sudah tidur. Padahal, kami sebentar lagi akan dipindahkan." Bella berucap sambil mencoba untuk memiringkan tubuhnya.


Sebab, sang Dokter tadi meminta agar dia memiringkan tubuhnya agar ia bisa cepat pulih seperti sebelumnya.


Tiga jam kemudian . . .


Bella dan Siska sudah berkumpul bersama keluarga mereka di ruang VIP, dan anak-anak mereka juga.


"Bel, nama anakmu Mada Putri Adam?" tanya Zaskia.


Saat melihat nama anak Bella di box bayi, dan gadis itu menganggukkan kepala. Astuti langsung melihat dan seketika hatinya sakit.


'Tuhan, aku tidak bisa melupakan kejadian itu. Sebab, karena kematian Adam, Bella terus-menerus di siksa tanpa sebabnya,' batin Astuti.


Walaupun dia sudah memaafkan kesalahan Kenan, tetap saja susah untuk melupakan kejadian itu yang sangat membekas di dalam hatinya.


"Siska, nama putra-putri mu siapa?" tanya Zaskia.


Siska tersenyum kemudian memberika gelang nama sang anak pada Zaskia, membuat gadis itu tersenyum.


"Askara dan Sakara," ucap Zaskia.


Zaskia tersenyum melihat nama anak Siska sangat indah, dan ia menggendong salah satu bayi mungil itu.


"Ini Askara atau Sakara?" tanya Zaskia dengan bingung.


Sebab, kedua bayi kecil itu sangat mirip nyaris tidak memiliki perbedaan sedikitpun.


"Itu Aksara," sahut Betran.


Pria itu sangat senang melihat sang adik sangat Mirip dengannya. Sehingga tidak ada yang curiga kalau dia bukan ayah kandung bayi kembar itu.


"Tapi, aku kesal melihat wajah anakmu mirip sekali dengan Betran," ucap Zaskia dengan jujur.


Membuat semua orang langsung menoleh dan tertawa bersama, karena merasa sangat lucu gadis itu berkata jujur.


"Memangnya kenapa?" tanya Betran dengan sangat penasaran. Kenapa Zaskia membenci wajahnya.


"Ya, karena Siska sudah mengandung selama sembilan bulan, dan sekarang anaknya mala mirip denganmu," jawab Zaskia.


Betran tertawa dan semua orang di sana, karena mendengar ucapan Zaskia. Gadis itu pun mendekati Kendra dan memberikan Askara pada sang suami.

__ADS_1


"Lucu sekali, 'kan?" tanya Zaskia.


Kendra tersenyum dan mencium pipi Askara dengan lembut, kemudian berpindah ke wajah sang istri. Membuat Zaskia malu karena di sana banyak orang.


"Cie ... cie ... " ejek Kenan.


Karena dia lucu melihat sang adik yang bucin pada Zaskia. Padahal, sebelumnya mereka berdua saling membenci saat awal pernikahan.


"Malu tau," bisik Zaskia dengan pelan, agar tidak ada yang mendengar ucapannya pada sang suami.


Kenan tersenyum sambil menggendong sang anak. Dia sangat bahagia karena keinginannya memiliki anak perempuan terpenuhi.


"Setelah ini, anakmu yang akan lahir Ken," ucap Kenan sambil menatap wajah sang adik.


Kendra tersenyum dan dia tidak sabar menunggu sang anak lahir dua bulan lagi, karena dia ingin merasakan menjadi seorang ayah seperti apa.


"Mas, sudahlah ... jangan mengoda Kendra terus, kasihan dia tidak sabar ingin meminang anaknya," ucap Bella dengan sangat lembut.


"Benar itu," sambung Astuti sambil menggendong Sakara.


Kendra tersipu malu mendengar hal itu, karena semua benar kalau dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang anak.


'Seperti apa wajah anakku nanti, apakah dia mirip Zaskia atau aku?' batin Kendra sambil berpikir.


Semua orang yang ada di sana sangat bahagia, sedangkan Siska merasa sedih karena ayah bayi kembarnya tidak ada dan tidak mengetahui kalau dia hamil.


'Semua orang tertawa lepas, sedangkan aku ... harus berpura-pura bahagia. Padahal, saat ini hatiku sangat hancur,' batin Siska lirih.


Astuti melihat sang anak bersedih langsung menghampirinya, dan memeluk gadis itu dengan lembut.


"Jangan bersedih sayang, ada kami di sisimu dan suamimu juga," ucap Astuti dengan lembut.


Siska tersenyum karena hanya sang ibu yang tahu kalau dia sedang bersedih. Namun, wanita paru baya itu tidak tahu kebenarannya dia hamil anak musuh ayahnya.


"Ayo kita berpoto bersama!" ucap Kenan.


Semua orang berkumpul dan berpoto bersama ketiga bayi mungil itu, dengan sangat bergembira.


Bella tidak henti-hentinya berdoa agar dia bisa selalu bersama sang suami, karena dia sangat mencintai calon mertua yang kini menjadi suaminya.


'Tuhan, jangan pisahkan aku dan Mas Kenan seperti Tuhan memisahkan aku dari Adam, cinta pertama ku,' batin Bella sambil berdoa.


Sejujurnya gadis itu senang sang anak mirip dengan Adam, dengan begitu rasa rindunya bisa terobati setiap saat.


"Setelah mereka berdua ke luar dari rumah sakit, kita akan mengadakan acara penyambutan ketiga bayi ini," ucap Betran.


Semua orang menyetujui usulnya, karena itu penting memperkenalkan anak konglomerat Kenan Dukeun dan Betran Albert.


"Tapi, anakku belum lahir. Aku ingin merayakan hal itu bersamaan," ucap Kendra.


Dia memikirkan tentang nasib nya, kalau tidak mengadakan acara bersama ia harus merogoh kocek besar, sedangkan bersama dia sama sekali mengeluarkan uang sedikitpun.


"Betran, bagaimana itu?" tanya Kenan.


Karena sejujurnya dia juga ingin merayakan mengenalkan anaknya ke publik bersama anak sang adik.


"Kita tunggu saja! Lagi pula, mereka bertiga hamil bersamaan," jawab Betran.


Kendra bernafas lega, karena rencananya berhasil dan dia langsung memeluk sang kakak dan Betran.


"Aku sangat menyayangi kalian berdua," ucap Kendra dengan lembut.


Kenan menghempas tubuh Kendra, sehingga pria itu hampir saja terjatuh, untungnya Askara ada di tangan Zaskia sebelum dia memeluk Kenan tadi.


"Dasar tua Bangka!" geram Kendra.


Semua orang yang ada di sana tertawa melihat pertengkaran adik dan kakak itu, karena sangat lucu Kendra terus-menerus mengumpat Kenan.


Dua bulan kemudian . . .


Anak Zaskia teekah lahir ke dunia, dengan selamat dan anaknya mirip sekali dengannya. Usia bayi laki-laki itu sudah satu bulan.


Tepat pagi ini mereka semua merayakan hari menyambut kedatangan keempat bayi itu, secara bersamaan ke publik.


Siska sengaja memperkenalkan anaknya dan Betran, karena dia tidak mau sampai rahasia besar terbongkar karena kebodohannya.


"Selamat untuk kalian semua," ucap para wartawan yang berdatangan ke rumah Kenan.


"Terimakasih banyak," jawab Bella dan Siska juga Zaskia secara bersamaan.


Keluarga Kenan sangat bahagia hari ini, dan ada wanita yang menatap benci dan dendam pada mereka semua.


"Kalian bahagia di atas penderitaan ku!" geram Miranda.


Ya, wanita itu menjadi miskin karena dia salah jalan menikahi suami orang yang berkasus besar, sehingga dia kehabisan hartanya.


Kenan memeluk Bella dan mencium puncak kepala sang istri dengan lembut, kemudian mencium sang putri.


"Mada anak papa, jangan buat Mama bergadang terus ya?" ucap Kenan dengan sangat bergembira.


Bella tersenyum dan mencium anaknya bersamaan dengan Kenan, sehingga mereka berdua berciuman.


Semua orang yang ada di sana tertawa dan bersorak-sorak melihat pemandangan itu, membuat Kenan malu.

__ADS_1


"Cie ... cie ... "


Teriak semua orang yang ada di sana dengan serempak, membuat Kenan semakin malu dan membawa sang istri pergi bersama anak mereka.


__ADS_2