Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Ulah Miranda


__ADS_3

Happy reading....


Bella mundur karena melihat Kenan sangat mengerikan, dan pria itu langsung berlari menarik tangan Bella naik ke atas tempat tidur.


Dia meletakan tubuh Bella dan mengunci tangan gadis itu menggunakan kedua tangannya.


"Katakan, kau sudah selesai?" tanya Kenan dengan sangat bergairah.


Bella menelan ludahnya dalam-dalam, dan menganggukkan kepala karena sangat takut pada sang suami.


Kenan langsung menyambar bibir ranum Bella dengan sangat kasar, sehingga gadis itu kesakitan dan men-desah.


"Sakit Tuan!" jerit Bella.


Kenan tidak memperdulikan ucapan Bella dan semakin menjadi-jadi, sehingga gadis itu menangis dan tidak merasakan kenikmatan sedikitpun.


"Kau ja-lang tidak pantas di perlakukan baik!"


Bella semakin terisak-isak dan menahan sakit setiap sentuhan dari Kenan yang sangat kasar, tidak ada kelembutan Kenan saat menyentuhnya.


'Salahkah aku menginginkan om Kenan lembut saat menyentuhku?' batin Bella lirih.


Kenan menyambar leher jenjang Bella sehingga dia meninggalkan jejak kepemilikan di sana, dengan jumlah yang cukup banyak dan menyakiti Bella.


Pria itu mere-mas-re-mas dua buah semangka kenyal milik Bella dengan kasar, sehingga gadis itu hanya merasakan sakit saja.


"Sakit Tuan," desaah Bella lagi.


Kenan langsung menutup mulut Bella dengan melahap bibir itu dengan sangat kasar. Pria itu menyusuri setiap rongga-rongga mulut Bella.


Gadis itu semakin terisak-isak dan hanya bisa diam saat suaminya bermain kasar di bawah sana. Ada rasa nikmat dan sakit, semua bercampur menjadi satu. Dan dia mengeluarkan suara sexy-nya berulangkali. Bahkan, dia tidak malu menjerit-jerit di hadapan Kenan.


Pria itu langsung memasukan kris jaka tarub miliknya ke dalam gua hangat itu, dan melajukan perjalanan dengan sangat kuat sampai ranjang bergetar hebat.


Bella menggigit bibir agar rasa sakit itu tidak terlalu dalam. Namun, tenaga Kenan sangat kuat sehingga dia tidak bisa menahan rasa sakit itu.


"Aakh! Sakit Tuan!" jerit Bella dengan nada bergetar.


Kenan sama sekali tidak menggubris teriakannya dan semakin melajukan pedalnya dengan sangat cepat, membuat ranjang bergetar hebat yang mungkin akan terdengar sampai di luar.


Kenan membolak-balikkan tubuh Bella seperti boneka sampai gadis itu mendesis seperti seekor ular, dan berteriak-teriak tanpa rasa malu pada Kenan.

__ADS_1


Karena rasa sakit yang luar biasa dia rasakan itu, saat Kenan bermain dan memimpin perjalanan mereka.


Setelah dua jam akhirnya Kenan menyemburkan lahar panasnya ke dalam gua lele tersebut. Kenan tersenyum puas dan mencium puncak kepala Bella, dan tidur di samping gadis itu dengan keringat yang membasahi mereka berdua.


Bella masih menangis tersedu-sedu karena sakit yang luar biasa dia rasakan, tidak seperti biasanya Kenan bermain dengan sangat kuat seperti malam ini.


'Kapan penderitaan ini akan berakhir?' batin Bella.


Gadis itu tertidur dengan air mata yang masih mengalir dengan deras membasahi seluruh wajahnya.


Semua pelayan dapat jelas mendengar suara pertarungan Kenan dan Bella, sehingga mereka merinding dan menginginkan hal yang sama.


Sari tersenyum dan langsung menelpon seseorang dari ponselnya, dan gadis itu berlalu pergi ke kolam renang.


Sari : Sudah beres semuanya, Nyonya.


Miranda : Kerja bagus, apa yang terjadi tadi?


Sari : Mereka sangat kuat Nyonya, sampai terdengar jelas suara ranjang yang bergoyang.


Miranda : Kerja bagus, aku menyukainya.


Miranda memutuskan sambungan teleponnya, dan tertawa puas. Karena rencananya sudah tersusun rapi dan tinggal menunggu hari esok lagi.


Wanita itu tidak terluka sama sekali mendengar suaminya meniduri sang madu, karena dia sudah terbiasa akan hal itu selama enam bulan belakangan ini.


*


*


*


Astuti baru saja tiba di rumah dan melihat semua pelayan berbisik-bisik di halaman rumah, dan dia mendengar jelas ucapan mereka.


"Kasihan dia hanya menjadi pelampiasan hasrat saja!"


"Benar, aku pastikan tadi dia sangat sakit, karena ranjang saja sampai berbunyi keras seperti itu. Sudah pasti sangat kuat, 'kan?"


Astuti langsung masuk ke dalam kamar karena dia tahu siapa yang di maksudkan oleh mereka, dan dia meneteskan air mata karena besok akan melihat sang anak sakit dan mengadu padanya.


"Semua ini sangat tidak adil untuk Bella, apa istri harus di perlakuan seperti ja-lang!" jerit Astuti dalam tangisannya.

__ADS_1


Bagaimana tidak sakit, karena Bella selalu menceritakan perlakuan Kenan yang sangat kasar padanya sampai gadis itu mengalami trauma pada suaminya sendiri.


*


*


*


Pagi hari tiba ...


Bella membuka mata dan melihat adanya sarapan di meja dekatnya, dan dia langsung bangun sambil menutupi seluruh tubuh mengunakan selimut.


"Kau sudah bangun," ucap Kenan yang baru keluar dari dalam kamar mandi.


Bella hanya menganggukkan kepala, karena dia masih takut pada Kenan karena pertarungan mereka semalam.


Kenan masih menggunakan handuk kimono dan menghampiri Bella, kemudian berbisik di telinga gadis itu.


"Makanlah, setelah itu kita mandi bersama. Karena aku belum mandi," bisik Kenan halus di telinga Bella.


Gadis itu bergidik ngeri karena Kenan sudah pasti akan melahapnya lagi, saat di dalam kamar mandi nanti karena itu adalah hal favoritnya.


"Baik Tuan," jawab Bella dengan pasrah, karena menolak akan percuma saja baginya.


Gadis itu mulai menyantap sarapannya bersama sang suami untuk yang pertama kalinya, karena Kenan sangat tidak sabar melahap gadis itu lagi seperti semalam.


Walaupun pagi ini obat perang-sang itu sudah tidak ada lagi. Namun, gairahnya melebihi semalam saat memakai obat.


Kenan tidak memperdulikan siapa yang memasukan obat itu kedalam minuman Bella, karena sudah tahu siapa pelakunya yang tidak lain adalah sang istri pertama.


Setelah selesai makan, mereka berdua masuk ke dalam kamar mandi, dan Kenan masuk ke dalam Bathtub bersama dengan Bella.


Gadis itu merasa tenang saat menghirup aroma dari sabun Kenan, dan dia mulai menggosok butuh sang suami dan memijatnya.


Tangan Kanan nakal, dan bermain-main di dalam gua itu sambil membersihkan gua hangat tersebut karena sebentar lagi akan melahapnya.


"Bella, bersihkan milikku mengunakan ini!'' Kenan mengelus bibir ranum Bella dengan sangat lembut.


Bella menganggukkan kepala dan pria itu bangun kemudian membawa sang istri ke bawa shower, yang membasahi mereka berdua.


"Lakukan seperti biasanya," ucap Kenan.

__ADS_1


Bella mengangguk tanda mengerti dan mulai melakukan hal yang di minta oleh sang suami.


Bersambung.


__ADS_2