Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Ketakutan Miranda


__ADS_3

Heppy Reading ...


Miranda menyisir rambutnya sambil mengingat kembali kejadian semalam, hal itu membuat dia sangat bingung dan menyesali perbuatannya.


"Bagaimana kalau Kenan tahu? Apa dia akan menceraikan aku?" tanya Miranda pada diri sendiri.


Wanita itu merasa bingung harus mengambil langkah apa, dan dia tersenyum karena Kenan tidak akan tahu masalahnya bersama Albert. Sebab, hanya mereka berdua yang tahu hal itu.


"Kalau pria sialan itu tutup mulut, maka Kenan tidak akan tahu. Aku harus membuatnya menutup mulut," ucap Miranda dengan licik.


Wanita itu langsung mengambil tas dan bergegas pergi dari dalam kamarnya. Miranda ingin menemui Albert, dan meminta pria itu menutup mulut agar ia bisa aman dari amukan Kenan.


'Maafkan aku Ken, semua ini terjadi bukan karena kemauan aku. Tapi, atas kesalahan yang aku perbuat,' batin Miranda penuh penyesalan.


Miranda tidak membangkang kalau senjata yang di ambilnya akan berbalik padanya sendiri. Sebab, dia selalu berhasil dalam rencana apapun itu.


*


*


*


Kenan terbangun, dan langsung berjalan ke luar dari dalam ruangan kerjanya menuju kamar Bella. Sebab, dia ingin memastikan keadaan sang istri.


Setelah dia masuk ke dalam, terlihat Bella masih terbaring lema di atas kasur. Pria itu langsung menghampiri sang istri dan duduk di sampingnya.


'Perasaan macam apa ini? Seharusnya rasa ini tidak tumbuh. Tapi, semuanya sudah terjadi, apa yang harus aku lakukan?' batin Kenan bingung.


Kenan bingung akan perasaan yang tumbuh dalam hatinya. Sebab, dia sudah berjanji pada diri sendiri, bahwa akan membalaskan dendam pada Bella. Bukannya mencintai gadis itu.


"Tunggu Bella bu!" teriak Bella dalam tidurnya.


Kenan langsung membangunkan gadis itu, kemudian memberikan air agar Bella bisa tenang.


"Maaf Tuan," ucap Bella dengan pelan. Karena dia takut Kenan akan marah padanya.


Kenan hanya diam saja, karena bingung harus bersikap seperti apa pada Bella saat ini. Sebab, pria itu mulai menyukai calon menantu yang sekarang menjadi istrinya.


'Aku harus bersikap seperti apa?' batin Kenan.


Bella merasa mual, sehingga dia berjalan masuk ke dalam kamar mandi, dan memuntahkan isi perutnya.


Huek ... huek.


Kenan berlari masuk ke dalam, dan membantu sang istri muntah. Kemudian membawa Bella ke luar dari sana.

__ADS_1


Bella merasa sangat pusing, dan langsung terbaring lema di atas ranjang sambil menatap wajah Kenan yang ada di hadapannya.


"Kau sakit?" tanya Kenan Pelan.


Bella menggelengkan kepalanya, kemudian memejamkan kedua mata karena merasa sangat pusing.


"Aku panggilkan Adnan. Ya?" tanya Kenan pada Bella, dan gadis itu menggelengkan kepalanya.


"Lalu, aku harus apa?" tanya Kenan lagi, karena dia bingung melihat Bella lemas seperti itu.


Bella membuka kedua matanya, dan menatap wajah Kenan dengan sangat dalam dan berkata, "Nanti setelah bangun tidur pasti sembuh. Tuan."


Kenan menganggukkan kepala, kemudian dia menyelimuti tubuh Bella mengunakan selimut dan bergegas ke luar dari dalam kamar Bella. Sebab, ia baru mengingat kalau Miranda tidak terlihat sejak pagi tadi.


Setelah sampai di dalam kamar, Kenan sudah tidak mendapati Miranda di dalam kamar. Kemudian dia masuk dan duduk di bibir ranjang.


"Ke mana perginya dia. Apa Miranda marah padaku karena semalam?" tanya Kenan pada diri sendiri.


Pria itu langsung menelpon sang istri. Namun, tidak ada jawaban sama sekali, sehingga dia melacak keberadaan Miranda.


"Untuk apa dia berada di sana. Tapi, itu seperti alamat rumah Albert," ucap Kenan sambil melihat lokasi Miranda berada saat ini.


Tidak mau penasaran terlalu lama, Kenan langsung bergegas pergi dari rumah menuju lokasi di mana Miranda berada. Sebab, dia merasa sedikit curiga pada sang istri.


*


*


*


Gadis itu duduk di bangku tunggu bis, sambil menatap lirih langit-langit kemudian ada seorang yang menghampirinya.


'Siapa pria itu?' batin Zaskia.


Pria itu menghampiri Zaskia dan duduk di sampingnya, kemudian menatap wajah Zaskia.


"Maaf Nona, apa Anda tahu di mana ada taksi?" tanya Kendra.


Zaskia hanya melirik pria itu dari atas sampai bawah, dan menatap kagum pada ciptaan Tuhan yang sempurna itu.


"Nona," panggil Kendra sekali lagi, karena Zaskia hanya diam saja.


Zaskia tersadar, kemudian menatap tajam ke arah Kendra.


"Hei! Aku bukan Nona. Nama ku Zaskia," ucap Zaskia dengan ketus.

__ADS_1


Kendra menepuk keningnya, karena sudah berbicara pada gadis kampung yang tidak mengerti apa-apa.


"Astaga! Kamu dari kampung mana?" tanya Kendra dengan kesal.


Zaskia tidak menjawab ucapan pria yang terlihat seperti bule tersebut, dan dia langsung tersenyum karena mendapatkan ide.


"Tuan mau pergi ke mana?" tanya Zaskia dengan sangat manis.


"Alamat ini." Kendra memberikan alamat rumah sang kakak, membuat Zaskia membuka mulut lebar-lebar.


'Oh Astaga! Siapa pria ini sebenarnya?' batin Zaskia sambil bertanya.


"Maaf Tuan, sebenarnya Anda siapa?" tanya Zaskia dengan sangat penasaran, siapa Kendra sebenarnya.


Kendra tersenyum, kemudian dia memperlihatkan Poto keluarga besarnya. Sontak membuat Zaskia membuka mulut lebar-lebar.


'Astaga! Ternyata dia adik iparnya Bella,' batin Zaskia.


Ya, Kendra adalah adik Kenan yang kuliah di luar negeri yang baru kembali malam tadi. Namun, sudah lama dia tidak pulang membuatnya kesasar sejak semalam, di tambah lagi nomor Kenan tidak bisa di hubungi.


"Tuan, taksi di sini banyak. Kenapa Anda tidak naik taksi saja?" tanya Zaskia dengan penasaran.


Kendra menundukkan wajahnya dan memasang wajah sedih, dan menceritakan apa yang terjadi padanya semalam. Pria itu di rampok saat mencari taksi di tengah malam.


Zaskia merasa kasihan, sehingga dia mau mengantarkan adik ipar sang sahabatnya itu pulang. Dengan mengendari Cantika.


"Terimakasih banyak Nona," ucap Kendra sambil naik ke atas motor.


"Sama-sama," jawab Zaskia dengan lembut.


Gadis itu mulai melakukan motor dengan perlahan sambil menatap wajah tampan Kendra dari spion motor.


'Wajahnya terlihat sangat mudah. Tapi, umurnya pasti sudah tau karena om Kenan saja sudah berumur 40 tahun lebih,' batin Zaskia.


Gadis itu lupa kalau membonceng Kendra, sehingga dia menyebut di jalan dan pria itu berteriak-teriak seperti seorang wanita.


"Aaahhh!" teriak Kendra.


Zaskia lucu mendengar pria itu berteriak, sehingga dia melajukan motor dengan kecepatan tinggi, agar bisa mendengar jeritan Kendra lagi.


"Aaahhh! Wanita gila berhenti!" teriak Kendra lagi. Namun, gadis itu sama sekali tidak menggubrisnya dan semakin melajukan motor dengan kecepatan tinggi.


Kendra merasa takut, dan memeluk Zaskia dengan kuat sehingga gadis itu terdiam dan menghentikan motor tepat di tepi jalan yang lumayan sunyi.


"Mau apa kau?" tanya Kendra dengan sangat takut, saat Zaskia hendak menarik tangannya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2