
"Astuti, sudah! Kasihan Bella kalau kamu terus-menerus menangis," ucap Mang Asep dan Astuti langsung diam.
"Mang, sebaiknya aku pergi menemui mas Fajar ... kamu jaga Bella. Ya?" ucap Astuti dengan sangat lirih.
"Baik," jawab Mang Asep.
Astuti menghapus air mata yang terus-menerus berjatuhan, kemudian bergegas pergi dari sana.
Wanita itu berjalan ke luar dari rumah sakit, dan menaiki angkot agar segera sampai di rumah Fajar. Astuti menerima alamat rumah sang suami dari Tia tadi.
'Semoga aku bisa segera membawa Bella pergi jauh,' batin Astuti.
Setelah sampai di rumah Fajar, Astuti langsung turun dan masuk ke dalam. Kemudian mengetuk-ngetuk pintu rumah sang suami.
Tak berselang lama akhirnya pintu terbuka, dan terlihat Zaskia yang membukakan pintu untuknya.
"Bibi!" Zaskia menarik tangan Astuti masuk ke dalam, karena gadis itu takut ada orang yang melihat mereka.
Zaskia membawa Astuti ke ruang tamu, kemudian bergegas pergi untuk mengambilkan air karena, dia melihat wanita itu sangat memperhatikan.
"Bi, minum dulu, selagi tuan Fajar di panggil oleh pelayan," ucap Zaskia dengan sangat lembut.
Astuti menghabiskan air dari Zaskia, kemudian menceritakan semuanya yang terjadi tadi pada sang anak.
"Astaga! Kenapa pria itu sangat gila?!" tanya Zaskia dengan sangat emosi, karena dia tidak terima Bella hampir saja mati.
"Bi, kita harus membawa Bella pergi dari kehidupan monster itu!" geram Zaskia saat mengingat kembali wajah Kenan.
"Tapi, kita harus membicarakan hal ini pada mas Fajar," jawab Astuti.
__ADS_1
Zaskia terdiam, karena dia sangat menyukai ayah sahabatnya itu yang masih memiliki istri.
'Aku harus bisa merelakan,' batin Zaskia.
Saat tengah melamun, Fajar datang dengan berlari bersama Siska dan memeluk Astuti dengan rasa rindu yang mendalam.
"Apakah ini benar-benar Ibu?" tanya Siska dengan Isak tangis yang sudah tidak bisa di bendungan lagi.
Astuti menangis tersedu-sedu sambil mengelus-elus rambut sang anak, sedangkan Fajar hanya fokus pada istri yang sudah lama tidak di temui.
Namun, sang istri sudah sangat berbuah. Mungkin kalau Astuti hanya seorang pembantu dan dia seorang CEO.
"Akhirnya kita bisa bersama, di mana Bella?" tanya Fajar sambil melepaskan pelukannya.
Astuti menatap wajah Zaskia dan gadis itu bergegas pergi, karena sudah tidak sanggup menahan luka di dalam hatinya melihat pemandangan seperti itu.
"Sebenarnya ... " Astuti menceritakan semua kejadian tadi, dan Fajar langsung memukul meja sampai terbelah dua.
.
.
.
Kendra hari ini pulang ke rumah, karena dia sudah lelah berlibur dan mencari keberadaan sang istri. Namun, tak ki yang bertemu.
Kini pria itu tengah mendorong koper menunggu rumah dan masuk ke dalam, betapa terkejutnya dia melihat seisi rumah terlihat sangat menyeramkan.
Tiba-tiba saja, bulu kuduknya berdiri dan dia langsung berlari ke tas menuju kamarnya dengan sangat cepat.
__ADS_1
Tia tertawa melihat Kendra berlari seperti seorang wanita, dan dia langsung duduk di lantai sambil membuka ponselnya ada pesan masuk dari Zaskia.
Wanita heboh: Tia, sebaiknya kau kemasi barang-barang mu, dan pergi menemui kami sekarang!
Ya, Tia membuat nama ponsel Zaskia adalah wanita heboh. Sebab, sang sahabat selalu saja heboh di setiap hal.
Tia: Apa semua sudah di jalankan?
Tia bergegas masuk ke dalam kamar, dan berkemas-kemas. Sebab, dia juga tidak ingin bertemu dengan Kenan yang sudah menyakiti adiknya tadi.
Wanita heboh: Sudah, sekarang kau pergi dari sana, tanpa sepengetahuan siapapun!
Tia bergegas pergi dari rumah Kenan dengan sangat hati-hati, takut kalau Kenan mengetahui kepergiannya. Namun, ada satu manusia yang melihat kepergiannya.
"Mau ke mana, dia sebenarnya?"
.
.
.
Fajar bersama dengan Astuti sudah sampai di rumah sakit, dan kini mereka bertiga bergegas mencari kamar Bella dan masuk ke dalam.
Fajar langsung terdiam saat melihat sosok yang sangat dirindukan ada dia langsung menghampiri gadis itu, kemudian mencium seluruh wajah sang anak dengan rasa rindu yang membara.
"Bella, ayah sangat merindukan mu sayang," ucap Fajar dengan sangat lembut, kemudian dia melambaikan tangannya agar Siska datang dan memeluk sang adik.
Siska benar-benar sangat tidak percaya, saat melihat sang adik yang sangat mirip dengan wajahnya. Kemudian dia mengingat kembali kejadian beberapa bulan lalu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....