
Kendra tersenyum dengan rencana Miranda, karena dia juga akan mendapatkan keuntungan dari itu.
"Tapi, aku tidak tahu ke mana dia pergi? Lagi pula aku tidak menyukai gadis bar-bar itu," ucap Kendra.
Miranda juga diam, karena dia tidak tahu ke mana gadis itu pergi dan di mana dia tinggal.
"Sebaiknya, kau tanya saja! Pada pelakor itu. Bukankah mereka bersahabat," ucap Miranda dengan ketus.
Kendra diam, karena dia tidak mau berurusan dengan Bella lagi. Sebab, malam salah sasaran itu terjadi.
"Tidak! Aku akan mencarinya sendiri," tolak Kendra dan Miranda menganggukkan kepalanya.
Kemudian mereka kembali menyantap sarapan bersama-sama, tanpa disadari oleh mereka ternyata sejak tadi Tia menguping dan dia langsung tahu apa yang di rencanakan oleh mereka berdua.
"Dasar dua manusia tidak memiliki hati!" geram Tia sambil bergegas pergi dari sana, kemudian dia mengirimkan pesan kepada Zaskia.
Tia: Sebaiknya kau berhati-hati! Sebab, keuda wanita busuk itu merencanakan sesuatu!
Zaskia yang tengah melihat pekerjaan semua pelayan langsung melihat pesan masuk dari Tia.
"Dasar mereka, manusia busuk!" geram Zaskia sambil membalas pesan Tia.
Zaskia: Kau tenang saja! Aku akan selalu waspada. Terimakasih atas informasinya
Zaskia kembali mengerjakan tugasnya, sebagai kepala pelayan di sana. Walaupun dia baru dua hari bekerja di rumah Fajar.
Saat tengah melihat-lihat sekelilingnya, Fajar datang dan menghampirinya sambil memberikan sebuah amplop.
__ADS_1
"Untuk apa ini, Tuan?" tanya Zaskia dengan sangat lembut.
"Buka saja!"
Zaskia langsung membukanya, dan dia tersenyum bahagia. Sebab, itu adalah tiket pesawat menuju luar negeri.
"Tapi, untuk apa ini, Tuan?" tanya Zaskia dengan sangat penasaran, mengapa Fajar memberikannya tiket berlibur ke luar negeri.
"Itu hadiah untuk temanmu yang baru menikah," jawab Fajar.
Raut wajah Zaskia langsung berubah, dan dia terdiam sambil berpikir bagaimana cara menyampaikan kalau dirinya adalah pengantin itu.
'Bukankah ini untuk manusia yang menikah kemarin? Yang artinya, tiket ini untukku?' batin Zaskia dengan girang.
"Sebenarnya, itu bukan tiket ke luar negeri. Tapi, ke kota B," ungkap Fajar.
Zaskia semakin tersenyum, karena dia akan dengan mudah berlibur secara gratis dari Fajar.
Fajar menganggukkan kepalanya, dan bergegas pergi dari sana. Sejujurnya dia tidak ingin membuat Zaskia terlalu lelah sebab itu dia mengizinkan sang pembantu berlibur.
Zaskia melihat tiket pesawat itu untuk dua orang, dan kamar hotel berbintang lima selama dua hari. Hal itu membuatnya sangat bersemangat.
Gadis itu langsung berkemas-kemas, karena keberangkatan pesawat sore hari dan dia juga ingin mencari satu orang teman.
"Andai saja! Bella bisa pergi, sudah pasti aku akan membawanya ikut," gumam Zaskia sambil merapikan penampilannya.
Zaskia berpikir akan pergi sendiri, karena membawa sahabatnya tidak akan bisa. Sedangkan Tia, sudah jelas-jelas tidak mau pergi kalau dengan dasar kebohongan.
__ADS_1
Setelah selesai bersiap-siap, dia langsung bergegas pergi dari sana menuju bandara dengan menaiki taksi. Namun, saat dia baru saja tiba, Zaskia di kejutkan oleh penampakan seseorang.
'Astaga! Bukankah dia suami satu malam ku?' batin Zaskia.
Gadis itu langsung berjalan masuk, sambil memakai masker penutup wajah agar Kendra tidak melihatnya.
Jantung Zaskia seakan ingin copot, saat Kendra duduk di sampainya menunggu jadwal penerbangan.
'Jantung kerjasamanya, jangan sampai dia tahu kalau kau ini istri yang tak di anggap,' batin Zaskia.
Kendra menatap heran pada gadis yang ada di Sampingnya, karena sejak tadi terlihat sangat gelisah.
"Nona, kau baik-baik saja?" tanya Kendra pada Zaskia.
"Namaku bukan Nona," jawab Zaskia, kemudian dia menutup mulut saat Kendra menatap wajahnya.
'Eh? Jawaban itu seperti istriku?' batin Kendra sambil berpikir.
Zaskia buru-buru pergi dari sana, dan duduk di samping pria gendut yang hampir menyerupai kapal Titanic.
'Astaga! Terhindar dari bencong, sekarang mala bertemu dengan tronton," batin Zaskia dengan sebal.
Bagaimana tidak sebal, karena pria gendut itu terus-menerus memakan cemilan, membuatnya terganggu.
"Gadis, mau ini?" Pria itu memberikan Zaskia sebuah keripik kentang, dan gadis itu menggelengkan kepalanya.
Kendra menatap dengan heran, saat Zaskia terus-menerus menatapnya. Kemudian pria itu seperti mengenali gadis yang memakai masker penutup wajah itu.
__ADS_1
"Dia seperti istri satu malam ku, yang kabur," ucap Kendra sambil tersenyum manis, kalau mengingat kembali kejadian saat pertama bertemu dengan Zaskia.
BERSAMBUNG.....