Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku

Menjadi Istri Kedua Calon Mertuaku
Jangan Ikut Campur!


__ADS_3

Happy reading ...


Kenan berjalan masuk ke dalam ruangan Dokter yang sudah mengusiknya tadi, karena dia ingin memberikan sedikit pelajaran untuk pria muda itu.


Pintu ruangan Dokter terbuka dengan sangat kuat, membuat sang empunya terkejut melihat kedatangan pria itu.


"Tuan Kenan, ada apa?" tanya Adnan sambil beranjak bangun dari duduknya.


Kenan tersenyum simpul kemudian menghampiri pria muda itu dan berbisik.


"Jangan pernah kau ikut campur urusan ku dan wanita itu, karena dia adalah istriku," bisik Kenan.


Adnan membuka mata lebar-lebar, mendengar ucapan Kenan. Karena setahunya, selama ini Bella adalah anak pembantu di rumah Kenan.


"Apa Anda tidak berbohong, Tuan?" tanya Adnan dengan sangat tidak percaya. Sebab, dia tahu Kenan sudah memiliki istri dan tidak ada pernikahan kedua pria itu.


"Untuk apa aku berbohong. Aku ingatkan sekali lagi! Jangan pernah kau dekati dia!" ancam Kenan.


Pria itu bergegas pergi dari hadapan Andan, dengan sangat cepat dan membanting pintu dengan kasar saat ke luar dari ruangannya.


"Dasar pria arogan. Aku tidak percaya kalau gadis itu menikahi majikannya? Tapi, untuk apa dia menjadi istri kedua?" ucap Adnan dengan penuh tanya.


Pria itu sudah mengenal keluarga Kenan selama tiga tahun terakhir ini, karena dia selalu memeriksa kesehatan penghuni rumah pria arogan itu.


Adnan sama sekali tidak mendengar adanya pernikahan kedua Kenan, dan hal itu membuatnya sulit mempercayai ucapan pria itu.


'Aku akan mencari tahu semuanya sendiri, karena setahuku wanita itu dulu bertunangan dengan anak tuan Kenan,' batin Adnan.


*


*


*


Kenan kembali ke dalam kamar inap Bella, ia ingin melihat apakah gadis itu sudah sadar atau belum. Karena, dia ingin membuatnya seperti biasanya.


Saat dia masuk ke dalam, terlihat gadis itu belum sadarkan diri. Padahal, Bella sudah bangun sejak kepergiannya tadi akan tetapi gadis itu tetap berpura-pura belum sadar.


"Dasar wanita tidak tahu diri!" seru Kenan.


Pria itu menghempaskan tubuhnya ke atas sofa dan memejamkan kedua mata, karena dirinya merasa tidak berselera melakukan apapun karena kejadian hari ini.


Bella membuka mata dan melihat Kenan memejamkan mata, dia hanya bisa meneteskan air matanya karena tidak bisa pergi dari kehidupan suaminya yang sama sekali tidak menginginkan kehidupannya.


'Kapan aku akan terbebas darinya?' batin Bella lirih.

__ADS_1


Gadis itu kembali memejamkan mata dan membayangkan hal indah bersama Adam yang dulu mereka impikan bersama.


Flashback on ...


Adam memberikan sebuah baju bayi pada Bella, sontak membuat gadis itu langsung bangun dari duduknya.


"Untuk apa ini? Apa kamu sudah memiliki anak?" tanya Bella sambil memegang baju tersebut.


Adam langsung memegang pinggul gadis itu dengan halus dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Iya, dan hanya tinggal menghitung bulan saja! Kita akan membuat anak itu," jawab Adam dengan sangat lembut.


Bella tersenyum dan tertawa lepas saat Adam memeluknya dengan sangat lembut dan ucapan pria itu sangat membuatnya seperti terbang ke awan. Dia seakan tidak sabar menantikan hari itu tiba.


Flashback off ...


Seakan hancur berkeping-keping hatinya mengingat hal itu, dan dia langsung menghapus air mata yang terus berjatuhan sejak tadi.


Bella memiringkan tubuhnya dan menangis tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, karena takut akan mengganggu suaminya yang tengah tidur.


'Tuhan, semoga aku bisa bertemu Adam di manapun dia berada. Karena, aku sangat merindukannya,' batin Bella lirih.


Gadis itu masih berharap besar bertemu dengan Adam, walaupun hanya sekedar lewat mimpi.


*


*


*


Wanita paru baya, bertubuh seksi itu tengah menyiapkan kamar untuk malam panjangnya bersama Kenan. Dia ingin merayakan kematian sang madu yang meninggal.


"Wanita busuk! Akhirnya mati juga. Posisiku akan semakin aman karena dia mati dengan cara mengenaskan," ucap Miranda.


Wanita paru paya itu tertawa lepas membayangkan mayat Bella nantinya, dan dia bersiap-siap menggunakan baju serba hitam.


Tanpa di sadari olehnya ternya, Astuti tengah menguping ucapannya dari balik pintu, dan wanita itu langsung bergegas pergi dari sana masuk ke dalam kamarnya.


Niat hati ingin meminta izin untuk pergi ke rumah sakit. Namun, Astuti mala mendengar ucapan sang majikan yang menyakiti hati dan perasaannya.


"Aku tidak menyangka, kalau nyonya Miranda bersikap seperti itu. Padahal, dia sangat baik pada kami ternyata di belakang dia menusuk," ucap Astuti dengan sangat tidak percaya.


Sebab, Miranda bersikap baik padanya dulu dan sekarang sudah berubah sejak pernikahan paksa Bella di lakukan oleh wanita itu.


Astuti tidak tahu apa mau dari pasangan suami-istri itu, yang menjadi Bella sebagai istri kedua dengan membawa alasan kepergian Adam sebagai senjata.

__ADS_1


*


*


*


Malam hari tiba ...


Kenan terbangun dan melihat Bella sudah sadar, dan dia langsung menghampiri sang istri yang tengah di periksa oleh Adnan.


"Bella, harus minum obat tepat waktu dan jangan lupa makan. Bila perlu istirahat yang cukup akan memulihkan kondisi kamu lagi," ucap Adnan dengan sangat lembut.


Bella tersenyum dan menganggukkan kepala, sedangkan Kenan menatap kesal pada Dokter muda itu yang terlihat jelas sangat menyukai sang istri.


"Saya permisi dulu." Adnan bergegas pergi dari sana karena kesal melihat Kenan yang seperti akan memakannya.


Setelah kepergian Adnan, Kenan langsung memegang tangan Bella yang masih sakit dengan kuat.


"Sakit Tuan!" jerit Bella dan Kenan langsung melepaskan tangannya.


"Kau itu wanita murah! Dasar ja-lang busuk!" seru Kenan sambil bergegas pergi dari sana.


Bella langsung menangis tersedu-sedu sambil memegang tangannya yang terasa sakit, begitu juga dengan hatinya akan ucapan Kenan.


"Padahal, aku masih perawan saat kami menikah. Kenapa om Kenan selalu saja menyebut aku sebagai ja-lang?" tanya Bella pada diri sendiri.


Gadis itu tidak tahu kenapa Kenan sangat membencinya sejak beberapa bulan belakangan ini. Sebab, pria itu berbuah dengan tiba-tiba saja tanpa alasan yang jelas.


*


*


*


Kenan berjalan ke luar dari rumah sakit, karena dia ingin pulang untuk mengambil beberapa baju. Ya, dia sengaja tidak mengutus anak buahnya karena ingin menemui sang istri.


Sebenarnya dia bisa saja menghubungi Miranda melalui WhatsApp. Tapi, Kenan sangat menghargai istri pertamanya itu.


Setelah sampai di rumah dia melihat adanya karangan bunga yang bertuliskan. (Selamat jalan Bella.)


"Apa semua ini? Padahal, gadis sialan itu masih hidup!" Kenan berjalan masuk ke dalam dan melihat semua orang berkumpul di ruang tamu.


Miranda langsung menghampiri sang suami dengan sangat terburu-buru, dan pria itu melihat semua pelayan memakai baju hitam terutama Astuti.


"Apa semua ini!?" tanya Kenan dengan sangat emosi.

__ADS_1


"Bella sudah meninggal bukan?" jawab Miranda sekaligus bertanya.


Bersambung.


__ADS_2